Noda Pengantin

Noda Pengantin
Menggugurkannya


__ADS_3

“Berapa lama kau telat?” tanya Sarah tidak santai, dengan tatapannya yang tajam menikam.


Dug, deg, dug, deg. Perasaan Grey jadi berdebar tidak menentu.


Ia meringsutkan wajahnya, ketakutan melihat bola mata tantenya yang seperti mau keluar.


“Hah … a-aku.” Sebelum Grey menyelesaikan ucapannya Sarah terlebih dahulu menarik lengan Grey, membawanya menuju ruang tengah di mana mereka tadi mengobrol dan duduk di sana.


“Apa kau melanggar peringatan kami, Grey?” tanya Sarah penuh selidik, dengan kedua matanya yang membulat tajam, sedikit menakutkan.


Grey yang ketakutan, ia hanya bisa menunduk takut, dengan kedua mata yang sudah berkacar-kaca.


"Jawab, Grey!" seru Sarah, menggunjing bahu Grey.


Perlahan, kepala Grey pun bergerak, mengangguk ke bawah, memebrikan jawaban iya atas pertanyaan yang tantenya lontaskan itu.


Sarah cukup shock dibuatnya. “Kau ini bodoh sekali!" serunya langsung menoyor kepala Grey, hingga kerudung yang tersemat di kepala Grey pun sedikit berantakan.


"Kalau kau beneran hamil bagaimana?!” seru Shinta kembali menoyor kepala Grey berulang kali, membuat Grey hampir saja terjengkang ke belakang.


“T-tapi, Tante. Itu semua bukan kemauanku, semuanya terjadi karena waktu itu mas Wisnu mabuk,” adunya dengan jujur.


“Memangnya kau tidak bisa menghindar dari orang mabuk hah?! Apa kau juga sama-sama menginginkannya hah?!”


“Serius, Tante. A-aku tidak bisa menghindar darinya karena tenaganya yang terlalu besar. Aku sudah mencoba menghindar dan menolaknya, tapi pertahananku  gagal,” ucap Grey mencoba meyakinkan.


“Sudah berapa kali kau melakukaannya hah?” tanya Sarah menyentak.

__ADS_1


Dan dengan malu, Grey terpaksa menjawabnya. “Du-dua kali, Tante.”


Sarah semakin membeliakan matanya. “Dasar bodoh! Itu bukan lagi karena pemaksaan, tapi dirimu saja yang sama-sama menginginkannya!” sentak nya kembali menoyor kepala Grey berulang-ulang, sambil mengumpati Grey dengan kata-kata yang kasar.


Grey hanya bisa diam saat tantenya memperlakukannya seperti itu. Ia mencebikan bibirnya, seraya berpikir akan semua hal ini.


Sarah berdiri dari duduknya, karena saking paniknya, ia jadi berjalan bolak-balik ke kanan dan ke kiri dengan cemas, seraya menggigit kuku ibu jarinya.


“Haduh, gimana ini,” gumam Sarah dalam hati.


“Kau sudah telat berapa lama sih?” tanya Sarah, sejenak terdiam dari gerakan refleksnya.


“Su-sdah tiga bulan, Tante.”


“Oh iya, siklus haidmu ‘kan gak lancar ya,” ucap Sarah baru ingat.


“Grey, kini kita tidak ada pilihan lain selain kita harus memastikan kalau kau beneran hamil atau tidak.”


"Kita harus secepatnya memeriksakan keadaanmu ini, Grey!"


Grey mendongak pelan, mengusap pipinya yang terkena tetesan air matanya karena disentak-sentak oleh tantenya.


“I-iya, Tante. Besok aku akan mengeceknya bersama Shahsa ke dokter kandungan, untuk memastikan semuanya, dan aku harap ini hanya gangguan hormone saja.”


Sarah masih tampak cemas. “Tapi jika kau memang dinyatakan positif hamil, kau harus melakukan tindakan yang lebih baik. Itu pun, kalau kau masih ingin selamat dan kita semua tidak terkena masalah."


"Melakukan tindakan yang lebih baik itu, apa Tante?" tanyanya dengan polos.

__ADS_1


"Jalan satu-satunya agar kita semua selamat dari masalah, kau harus siap untuk menggugurkan kandunganmu itu, Grey” ucap Sarah begitu serius.


Kedua mata Grey langsung membeliak hebat. “Apa?! … Menggugurkannya?” tanya Grey begitu terkejut mendengar penuturan bibinya. Bibinya mengangguk serius.


"Hm! Hanya itu jalan satu-satunya."


"Kau mau menggugurkannya 'kan Grey?" tanya Sarah mendekat.


Grey terdiam mematut di tempatnya, dengan pikirannya yang masih terasa shock akibat ide buruk yang diberikan oleh tantenya.


"Ide macam apa ini?" batin Grey tidak percaya.


Tiba-tiba.


“Apa yang harus digugurkan hah?!” suara seorang lelaki begitu lantang.


Mendengar suara itu, Grey dan Sarah langsung menoleh ke arah sumber suara, dan betapa terkejutnya mereka saat mendapati sesosok pria betubuh tinggi yang tengah berjalan ke arahnya memasang wajah garang dan menakutkan.


.


.


.


Bersambung...


Hayo ada yang bisa tebak? Siapa kah yang datang?

__ADS_1


__ADS_2