Noda Pengantin

Noda Pengantin
Kekacauan di Pesta Pertunangan


__ADS_3

Sesampainya di kediaman Aurel, di sana semua orang sudah berkumpul. Aryo dan Wisnu menemui Aurel yang tengah berdiri di sisi kolam bersama teman-teman wanitanya.


“Hai, Wisnu, Aryo. Akhirnya kalian datang juga, makasih ya,” ucap Aurel dengan senyuman manisnya yang terkembang di wajah cantiknya.


Wisnu yang melihat penampilan Aurel, ia begitu terpesona. Kedua maniknya sibuk mengagumi keindahan wajah wanita yang sangat disayanginya. Senyum Aurel, tawa Aurel, dan juga cara bicara Aurel, Wisnu menyukai semuanya.


Wisnu mengerjap, saat Aryo menepuknya.


“Nu, kamu kenapa sih? Tuh, Aurel bilang makasih katanya hellsnya,” ucap Aryo menjelaskan.


“Hah? I-iya, sama-sama. Aku senang kalau kamu memakainya,” ucap Wisnu tersenyum memandang penuh damba ke arah Aurel.


Aurel sedikit mengernyit. Ia terheran-heran sedikit merasa aneh melihat tatapan Wisnu yang tidak seperti biasanya.


“Kamu kenapa sih? Kok natap aku gitu banget?” ucap Aurel sambil terkekeh garing.


“Nggak apa-apa, kagum aja lihat sahabatku cantik seperti ini,” jawab Wisnu, membuat Aurel merasa malu.


Wanita itu tertawa kecil seraya menepuk sebelah bahu Aryo yang ada di dekatnya. “Sodaramu ini, kadang suka gak jelas ya,” ucapnya pada Aryo, yang dibalas kerungan dan tawa hambar dari Aryo.


“Haha, iya kali,” jawab Aryo menggidikkan kedua bahunya saat netranya saling bertautan dengan Wisnu.


Setelah beberapa lama mengobrol. Aurel pun berpamitan untuk pergi menemui tamu-tamu yang lainnya. Dan mereka pun berpisah. Aryo menemui salah satu sahabat dekatnya, sedangkan Wisnu ia mulai beraksi untuk meluncurkan rencananya.


Wisnu berkeliling mengitari area sound. Di sana juga ada injek proyektor yang tengah menayangkan slide foto-foto mesra antara Aurel dan Gabriel semacam foto pre-engangment.


“Cih! Riwayatmu akan aku akhiri malam ini juga, Gabriel!” ucap Wisnu.


Wisnu pergi ke belakang stand, di sana terdapat banyak kabel-kabel serta alat-alat seperti sounding, injek proyektor dan beberapa alat pengatur lampu. Dan kebeulan tidak ada siapa-siapa di sana, melainkan dirinya sendiri. Wisnu pun mulai mendekat, lalu memasukan hardisk yang di dalamnya berisi video keburukan tentang Gabriel.


Sejenak ia mengawasi area sekitar, mematikan tidak ada orang yang melihatnya. “Rasakan kau Gabriel. Lelaki sepertimu tidak cocok bersanding dengan wanita sebaik, Aurel,” gumamnya lalu mematikan injek proyektor tersebut, agar tidak langsung terpublish.


Saat Wisnu ke luar, ternyata pihak lelaki sudah datang, dan MC pun tengah bersiap untuk memulai acara. Acara pun terus berlangsung, mulai dari pembukaan, sambutan dan sampai ke acara pertukaran pesan antara pihak keluarga wanita dan lelaki.


Dan saat acara pertukaran cincin akan dilakukan. MC meminta petugas sound untuk mengaktifkan tayangan foto-foto si calon. Petugas sound yang kebetulan wakut itu tidak terlalu fokus, dia pun mengaktifkan injek proyektor dan mengotak atiknya begitu saja, sesuai pemrintaan dari MC.

__ADS_1


Di tengah keramaian yang hikmat untuk melihat pertunangan antara Aurel dan Gabriel, tiba-tiba, semua orang yang ada di sana, dihebohkan dengan sebuah putaran adegan video tidak senonoh yang terpampang di layar sana.


"Lihat, bukankah itu lelaki yang ada di panggung."


"Benar, itu yang tunangan kan."


"Wah, sepertinya dia selingkuh dengan wanita lain." Ungkap para tamu yang terkejut melihat video tersebut.


Video panas antara Gabriel bersama wanita lain, itu terus berputar membuat orang-orang jadi rusuh dan menggunjing.


Aurel terperangah, begitu terkejut melihatnya, ia menutup mulutnya. Bahkan kedua matanya langsung berembun, menyimpan genangan air mata di pelupuknya.


"Tidak," gumam Aurel tidak kuasa.


Wanita itu langsung menjatuhkan air matanya saat video itu berputar ke arah yang makin panas.


"Sialan! Siapa yang muter video ini hah?!" teriak salah satu anggota keluarga Gabriel begitu marah.  "Woy, yang dibelakang layar, hentikan videonya sekarang juga!"


Aurel kembali merasakan sakit yang teramat luar biasa. Sudah yang ke empat kalinya Gabriel ketahuan selingkuh darinya. Tetapi perselingkuhan yang kali ini, adalah perselingkuhan yang sangat terasa paling menyakitkan. Karena perselingkuhan Gabriel kali ini tidak hanya diketahui olehnya saja, melainkan juga dengan keluarganya.


Sementara orang tua Aurel mereka tampak marah dan murka kepada Gabriel. Gabriel terus mengumpati kenapa video itu bisa tayang di sana.


“Dasar! Lelaki brengsek!" Plak, sebuah tamparan keras itu langsung melayang ke pipi Gabriel. "Lelaki tidak diri Gabriel! Beraninya kau sudah mempermalukan kami dan menyakiti anak saya!" sentak Ibunya Aurel.


"Pertunangan ini, sebaiknay dibatalkan saja. Jijik, saya mempunyai calon menantu yang brengsek sepertimu!” teriak Ibunya Aurel begitu histeris.


"Sudah, Bu, sudah," ucap Ayahnya Aurel.


"Lihat! Apa yang aku katakan, lelaki pilihanmu ini benar-benar memalukan!"


"Bu, sudah, biar kita bicarakan ini lain waktu," ucap ayahnya Aurel membawanya istrinya itu masuk ke dalam rumah untuk menyusul Aurel.


Tidak mendapat belaan, yang ada Gabriel mendapat tamparan keras dari Papanya di hadapan semua tamu yang ada.


Plak ...!

__ADS_1


“Anak tidak berguna!”


Wisnu memandangnya dengan begitu puas, seringai senyuman terlihat di wajahnya. Lelaki ini benar-benar sudah merasa menang, dirinya cukup melangkah sekali lagi untuk maju mendapatkan Aurel.


"Rasakan kau Gabriel, lelaki sepertimu memang tidak pantas mendapatkan Aurel!" gumam Wisnu dalam hati.


Sementara itu, di sudut sana ada dua bola pasang mata yang tengah mengamati Wisnu sejak tadi.


"Haha, ternyata, kau, pelakunya, Wisnu," gumamnya dalam hati dengan seringai senyuman penuh maksud.


"Ku harap takdir baik terus menghampirimu, tetapi jika kau berani mempermainkan wanita, siapa pun itu, lihatlah apa yang akan aku lakukan pada takdirmu."


Sementara itu, kini Wisnu kembali menghampiri Aryo yang tengah berdiri menikmati minuman sambil melihat acara drama keluarga di malam ini.


"Hm, tontonan yang tidak berfaedah, tapi cukup menghibur malamku lah," celetuk Aryo saat Wisnu berdiri di depannya mengambil minum.


"Kau benar. Tapi, jika dilihat dari video itu, si Gabriel memang pantas mendapatkan semua ini. Tidak pantas dia bersanding dengan sahabatku yang baik," ucap Wisnu.


Aryo mengerutkan keningnya. "Yakin? Kau berbicara seperti ini karena Aurel 'sahabatmu'?"


Wisnu langsung menoleh, memandang Aryo dengan heran. "Maksudmu?"


Aryo menyeringai. "Maksud perkataanku adalah maksud dari apa yang kau katakan tadi," jawabnya lalu pergi.


Wisnu mematung memikirkan perkataan Aryo yang tidak masuk akal di pikirannya. "Apaan sih?" Ia menggeleng tidak ingin memikirkannya. Lalu kembali meneguk segelas minuman yang ada di tangannya.


.


.


.


Bersambung...


Makasih ya buat teman-teman semuanya, yang sudah ikut mendoakan kesehatan dan kesembuhan untuk suami saya.

__ADS_1


Lope, lope pokoknya buat kalian. Hari ini up satu bab aja ya haha


__ADS_2