nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 10


__ADS_3

Mmm.... Bukan kah, ibu sudah lama duduk dikursi itu kak " sanggah Lira, tidak rela jika ibunya harus berpindah. Karena menurutnya ibunya lah yang pantas duduk di kursi itu. "Dan bukankah kakak juga sudah tau, kalau ibu sudah lama duduk di situ. Dan saat itu kakak juga tidak protes" ucapnya lagi. Jelita tersenyum miring.


"Ya benar, aku sudah tau. Dulunya aku kira selir Quira hanya akan duduk sekali saja. Namun sepertinya selir Quira ingin menyingkirkan posisi ibuku, istri sah dikediaman ini. Awalnya aku kira selir Quira akan tau posisi nya dikediaman ini seperti apa, namun sepertinya aku salah kaprah. Jika dibiarkan terus menerus, aku tidak tau apa yang akan dilakukan nya lagi. Jadi aku mohon selir Quira, demi kenyamanan bersama, duduk lah dIkursi yang seharusnya menjadi tempat duduk mu." Ujar Jelita panjang lebar.


Ayah dan kedua kakaknya yang mendengarnya kalimat yang panjang keluar dari mulut Jelita pun terkejut. Biasanya Jelita akan diam saja, selagi itu tidak melakukan hal-hal jahat. Namun kali ini seperti nya berbeda.


"Tapi, ibu_"UcapaN selir Quira terpotOng.


"Ibu ?, Siapa yang anda sebut dengan ibu. ? Segeralah pindah, jangan banyak protes lagi." Tegas Jelita lagi.


Selir Quira menoleh kearah jenderal Ricardo, namun ia tidak peduli, bahkan jenderal Ricardo pun memberikan tatapan tajam padanya. Karena jenderal Ricardo memang tidak menyuruh selir Quira duduk disitu. Selir Quira dengan marah pun pindah tempat duduk.


"Awas kami ****** kecil, sepertinya kamu ingin bermain-main" bantin selir Quira.


"Kurang ajar kau perempuan ******, berani sekali kau memperlakukan ibuku seperti itu, lihat saja, cepat atau lambat, aku juga akan menyingkirkan mu" bantin lira sambil menatap tajam kearah Jelita. Semua yang hadir dalam acara sarapan bersama menjadi tercengang, mereka cukup terkejut melihat perubahan pada Jelita.


"kenapa adik memandang ku begitu,?, Apakah kau keberatan dengan kata-kata ku ?," Tanya Jelita  kepada lira dengan senyum smirik nya.

__ADS_1


"Baiklah, hentikan. Lanjutkan sarapannya." Ucap jendral Ricardo menenangkan perseteruan di meja makan.


"Kamu hebat putriku, kelak ayah akan menyerahkan urusan keuangan ditangan mu saja nak." Batin jenderal Ricardo melihat Jelita sekilas dan melanjutkan makannya.


"Kau sungguh hebat adik" kagum  Reynal dan Rayyandi.


"Nona, kamu luar biasa, aku pasti akan selalu setia kepadamu" takjub xixi kepada Jelita.


Jelita yang bisa mendengar isi hati mereka, ia tersenyum dalam hati, termasuk mendengar umpatan dan kemarahan dari selir Quira dan anaknya Lira.


Mereka makan dengan khidmat, namun Lira dan selir Quira. Kedua nya memendam kemarahan dalam hati mereka. Dan juga tak beda jauh dengan selir Diana dan ira. Namun Mereka hanya diam saja dan tidak memaki dalam hati. Namun tentu saja, jelita masih dapat mengetahui nya. Tak lama, acara sarapan pagi pun selesai. Mereka semua kembali kekediaman masing-masing. Jelita diantar oleh kakak kembarnya ke kediamannya.


Tak lama, mereka sampai di kediaman jelita. Rayyandi dan Reynal pun berlalu kekediaman mereka.


Jelita pun masuk kedalam kediamannya  dengan xixi yang masih setia mengekorinya.


"Xixi, nanti kau buatkan aku baju persis seperti gambar ini." Ujarnya sambil menyerahkan gambar hasil rancangannya. Dan langsung diterima oleh xixi. Melia, selain ahli dalam bidang kesehatan dan ilmu beladiri, ia juga ahli dalam bidang mendisain busana dan rancangan-rancangan lainnya. Melia ahli dalam semua bidang.

__ADS_1


(Kalau bidang percintaan, Melia ahli nggak ya ?)


"Baik nona." Jawab Xixi.


"Oh ya, dan juga jangan lupa rencana kita nanti malam. Menjelang baju-baju ini jadi, siapkan aku baju yang sederhana dan tidak ribet seperti ini." Ujar Jelita sambil mengibas-ngibaskan rok nya.


"Baik nona," ujar xixi lagi. Tanpa banyak tanya lagi, xixi langsung mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Jelita.


Sementara Jelita menunggu kabar dari xixi, Jelita menyempatkan diri untuk mengunjungi ruang dimensinya. Swiiisssss....... Jelita berpindah tempat Dan langsung muncul di hadapan alio yang sedang memanen bahan-bahan herbal yang sudah siap untuk dipanen.


"Astaga hantu beranak....!!"kejut alio sambil melompat-lompatkan herbal yang ada ditangannya karena terkejut.


"YAAA...... BISA TIDAK DATANG NYA JANGAN SEPERTI JELANGKUNG, DATANG TAK DI JEMPUT PULANG TAK DI ANTAR" kesal alio pada melia dengan tangan kecilnya berada di atas pinggangnya.


"YAAA..... Bisa tidak, nggak usah kencang-kencang ngomong nya. Emang dasar kamunya saja yang latah" balas melia sambil memanyunkan bibirnya. alio dan Melia saling melempar tatapan.


"Ada apa kamu kesini ?" Tanya alio dengan perasaan dongkol.

__ADS_1


__ADS_2