
assalammualaikum, pembaca author yang cantik dan ganteng. bijaklah dalam membaca, naskah ini hanya sebuah cerita dan setingan saja. semoga pembaca author terhibur dengan adanya cerita ini.
author juga minta kritik dan sarannya ya, demi sempurnanya cerita ini.
makasih sudah mampir ❤️❤️🙏🙏😘😘
***
"ibu…” seru mereka bertiga. Selir liora mengangkat kepalanya dan melihat kearah sumber suara tadi.
Ia terkejut atas kedatangan putra-purtri Richard dengan tiba-tiba. Jelita langsung berhmabur memeluk selir Liora yang sudah dianggapnya ibu keduanya itu. selir Liora membalas pelukan jelita dan membelai rambut anaknya itu sambil meneteskan air matanya. Sementara sikembar mengalihkan pandangan mereka kepada pemuda yang terbaring lemah tak berdaya itu.
“apa yang terjadi bu, kenapa kalian bisa seperti ini,?” Tanya Rayyan kepada ibunya. Selir liora dan jelita pun mengendorkan pelukan mereka. Kemudian menatap kearah putranya yang masih terbaring lemah itu.
“ceritanya panjang nak… singkat cerita, saat diperjalanan mau kesini, kami di hadang oleh beberapa orang yang berpakaian hitam dan bertopeng, sehingga menyebabkan kakak mu seperti ini.” Ucapnya dengan isakan tangis yang keluar tiba-tiba.
Melihat begitu terpukulnya ibu liora, jelita menjadi tidak tega. Ia membantu menyandarkan ibunya Dan kemudian memeriksa denyut nadinya. Dan benar saja, itu juga racun yang sama denga yang di berikan pada ibunya Catrine, namun sepertinya prnggunaan racunnya masih di batasi oleh yang memberikan racun itu.
__ADS_1
Tanpa banyak bertanya, jelita langsung memberikan penawar racun itu, untuk diminum oleh ibunya. Setelah itu ia beralih pada kakaknya pramuga yang terbaring lemah tak berdaya itu. ia melakukan hal yang sama lagi, seperti yang dilakukannya pada ibunya Chatrine.
“apa yang akan kamu lakukan dek..?” tanya Rayyan. Sambil mendekat kearah adiknya, berharap adiknya meminta bantuannya nanti.
“aku akan mengobati kak muga,…” ucap jelita. Sementara selir Liora hanya menatap saja. Namun dalam hati ia bertanya-tanya.
“mmm…baiklah, apa yang bisa kakak bantu..?” Tanya Rayyan lagi. Jelita melihat kearah kakaknya.
“tidak ada kak, terima kasih. Mmmm…. Sepertinnya kakak tertarik tentang pengobatan..?” ucapnya yang sudah mengalihkan pandangannya kearah pramuga lagi.
“ya.. kakak tertarik, tapi susah untuk belajar.” Ucapnya. Jelita tersenyum.
Akhirnya setelah beberapa hari pengobatan, pramuga sudah pulih dan sehat dari sakitnya, begitu juga dengan selir Liora. Selama menunggu kesembuhan pramuga juga, jelita sambilan mengajarkan kedua kakanya untuk meramu obat-obatan dan segala bentuk penawar racun. Berkat ramuan pencerah akal dari Alio, mereka dapat memahami dan bbelajar dengan cepat. Namun mereka belum memutuskan untuk pulang, mereka ingin menjelajah desa pejju dulu.
“ibu, kita jangan pulang dulu ya. Jelita masih ingin jalan-jalan melihat desa ibu….” ujar jelita sambil bergelayut manja di lengan selir liora.
“tapi nak, kita sudah lama perginya. Nanti ibu dan ayah kalian khawatir.” Ucapnya memberi pengertian. Itulah yang jelita suka dari selir liora, ia berperilaku lembut dan pengertian kepada anak-anaknya.
__ADS_1
Dan juga, mereka sudah bercerita, bahwa ibu mereka sudah sembuh dari sakitnya. Itulah yang membuat selir liora senang dan pengen cepat-cepat pulang.
“ibu tenag saja, kita kan kembali pas hari perayaan saja.” Ucapnya. Selir liora tidak membanta lagi. Ia menuruti saja keinginan putrinya ini.
***
Singkat cerita, besok adalah hari perayaan di kerajaan purnama. Jelita dan rombongannya berangkat lebih cepat agar bisa mengikuti lombah. Terlihat di salah satu kediaman di desa ****, sedang melakukan ritual perpisahan, alias salim peluk..hehe…
“berhati-hatilah dijalan nak..”ucap ayah selir liora. See… pada saat jelita dan kedua kakaknya tiba di kediaman ibunya di desa ****. Ayah selir liora sedang tidak ada di kediaman. Ia dengan beberapa pelayan laki-laki dari selir liora yang selamat dari maut, sedang pergi mencari beberapa tumbuhan herbal untuk mengobati sakit cucunya, yaitu pramuga.
“kalian juga cucu-cucu ku, berhati-hatilah. Sering-seringlah datang menjenguk kakek tua ini..” ucapnya sambil memeluk satu-persatu dari mereka.
“baiklah kek, kakek jaga kesehatan. Supaya kalau kami berkunjung, kakek dapat menyambut kami. Bukannya perwakilan..” canda pramuga.
“apa maksudmu anak tengik.. kau mendoakan kakek mu ini cepat modar ya…” ucapnya sambil menjewer telinga pramuga. Semua yang ada di sana pun tertawa melihat kekonyolan sepasanya kakek dan cucu.
“baiklah ya, kami berangkat..!! ingat.. jaga kesehatan ayah..” ucap selir liora, dan di balas anggukan kepala oleh ayahnya. Akhirnya mereka semua pun pamit dan berangkat. Dari kejauhan, kalu kita teropong, mata kakek itu sedang berkaca-kaca menahan tangisnnya. Wkwkw….
__ADS_1
***
hehehe.... kalau nggak nyambung cerita nya, bilangan ya....wkwkw 😁😁