nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 71


__ADS_3

"jangan macam-macam, jika kamu berani membayangkan wajah calon istriku lagi, maka kepalamu akan segera berpisah dengan badanmu…!” seru kaisar vikram. David mengelus jitakan kaisar vikram di kepalanya.


[aduh  yang mulia galak sekali, ketimbang mikirin doing sudah bisa mati. Apa lagi nyentuh, mungkin langsung di mutilasi,,,iiii..] batin David merasa ngeri. Tiba-tiba kaisar vikram memanggilnya.


“ayo cepat kita kembali, jangan bengong saja. kau ingin ku tinggal di sini…??” ujar kaisar vikram. mendengar panggilan kaisar Vikram, David pun segera bergabung dengan kaisar vikram. Setelah itu, mereka langsung meninggalkan wilayah itu.


“apa kita langsung kembali ke istana yang mulia..?” Tanya David. kaisar Vikram pun menjawab tanpa menoleh.


“tidak, kita ke kerajaan purnama dulu. Aku ingin mengunjungi kediaman calon mertua ku.” ujar kaisar vikram datar.


“heleh,,,, bilang saja ingin bertemu nona melia…!!” protes David dan di dengar oleh kaisar vikram.


“diamlah, memangnya kenapa kalau aku ingin bertemu dengannya.? Tidak salah kan…?” Tanya kaisar vikram membuat David mati kutu.


( ya Yang mulia tidak salah, tapi apa salahnya ngaku... aduh..aduh...) batin David. Mereka pun mempercepat perjalanan mereka dengan menggunakan jurus mereka.


Tak butuh waktu yang lama, mereka akhirnya sampai di kerajaan purnama dan langsung menuju kediaman jendral Richard. Saat mereka masuk, mereka melihat beberapa tukang sedang merenovasi beberapa bangunan yang rusak akibat pertarungan tempo hari. saat mereka sedang berjalan, satu pengawal kediaman jendral menghampiri mereka.


“salam yang mulia, semoga selalu di liputi kedamaian dan ketentraman..” ucap Pengawal itu sambil membungkuk kan badannya.


“mmm.. bangunlah….” Ujar kaisar vikram. Pengawal itu pun bangun.


“bawa aku bertemu dengan jendral dan keluarganya..” perintahnya.


“baik yang mulia, silahkan ikut dengan saya…” pengawal itu pun langsung menuntun kaisar vikram untuk bertemu dengan keluarga jendral Richard. Tak lama, mereka sampai di sebuah kediaman yang kecil, dari dalam terdengar suara tawa dan candaan, sepertinya mereka sangat bahagia. Pengawal itu pun masuk dan segera melapor pada jendral Richard.


“maaf tuan, di luar ada yang mulia kaisar Vikram ingin bertemu…” ucap pengawal itu. mendengar kaisar Vikram datang langsung membuat jendral Richard terkejut. namun ia segera menguasai dirinya.


“baiklah….” Ujar jendral Richard, ia berusaha untuk bangkit walau pun tertatih-tatih. Melia melihat ayahnya sedang berusaha untuk bangun, ia segera menghampiri ayahnya.


“ayah tidak perlu bangun, biar aku yang bertemu dengan yang mulia dulu…” ucap melia.

__ADS_1


“tapi nak….” Protes jendral Richard.


“tidak ada tapi-tapian yah, kembali duduk. Biar aku yang menemuinya.” Jendral Richard kembali duduk dan menuruti kata-kata melia. Sementara melia langsung keluar menemui kaisar Vikram.


Di luar


“yang mulia…” ujar melia. Melia berjalan mendekat, sementara kaisar vikram berfokus pada melia yang sedang berjalan menghampirinya.


“yang mulia, maaf ayah tidak bisa menyambutmu. Makanya aku datang untuk menyambut yang mulia. Masuklah bersama ku yang mulia..” ujar melia bersikap formal padanya. Kaisar Vikram memicingkan matanya.


“kau tidak merindukan ku..?” tanyanya. David yang ada di sebelahnya pun berdehem kecil, namun kaisar vikram tak peduli, ia jalan mendekat kearah melia.


“hais..jangan disini yang mulia, banyak orang, nanti saja kangen-kangenannya.. ayo masuk, mau masuk apa tidak ni..??” ujar melia, merasa malu dengan sikap sponta dari kaisar Vikram. Kaisar Vikram tersenyum  melihat melia mali-malu.


“tentu saja, aku kesinikan ingin menjenguk calon mertuaku..” ujarnya dengan lembut sambil menggoda Melia.


“kalau begitu, masuklah yang mulia,,” ujar melia. Melia pun berjalan masuk, dan di ikuti oleh kaisar Vikram dan pengawal nya David. Mereka pun masuk kedalam.


Sesampainya di dalam ruangan itu, kaisar Vikram mengedarkan pandangannya. Ia melihat semua putra putri jendral Richard berkumpul, sementara jendral Richard yang melihat kedatangan kaisar Vikram, ia berusaha untuk bangkit dan memberi penghormatan.


“tidak apa jendral, sepertinya aku harus membiasakan diri untuk tidak manja di keluarga ini, kalau tidak calon istiku akan melototiku..” ujar kaisar Vikram sambil melihat melia yang melotot mendengar ucapannya. Mendengar itu, melia langsung menyela.


“aku tidak melakukannya yang mulia. Yang mulia jangan menuduhku seperti itu..” seru melia. Kaisar vikram tersenyum melihat wajah calon istrinya yang malu-malu.


“hais….baiklah-baiklah.. bagaimana keadaan disini ? apakah ada yang bisa saya bantu..?” ujar kaisar Vikram berniat memberikan bantuan untuk keluarga itu.


“semuanya sudah tidak apa-apa yang mulia. Terimakasih atas perhatian yang mulia..!!” ujar jendral Richard kembali membungkuk.


“mmm.. baiklah. Jendral apakah boleh aku membawa putrimu melia sebentar..?” Tanya kaisar Vikram dengan sopan. Walau pun melia bukan anak kandung jendral Richard, namun karena ia mau menjadi wali untuk melia, maka kaisar vikram pun harus menghormatinya.


Itulah salah satu hebatnya kaisar Vikram, walau ia seorang kaisar yang dikenal dengan kekejamannya. Namun ia pandai memposisikan dirinya, walau ia punya kekuasaan dan ke wenangan, ia tidak akan menyalah gunakan nya dengan sembarangan dan menindas yang lemah.

__ADS_1


“silahkan yang mulia, anda tidak perlu sungkan. Asalkan putriku mau pergi, hamba pasti akan mengijinkannya yang mulia..” ujar jendral Richard penuh hormat.


[lumayan, ternyata punya etika juga…] batin mira. Melia mendengar isi hati kakaknya dan sedikit tersenyum. Begitu juga dengan kaisar Vikram, ia tidak memperdulikannya. Setelah mendapat izin dari jendral Richard, kaisar Vikram pun langsung pamit dan membawa melia sebentar. (pasti mau pacaran…)


Malam harinya di bawah rembulan malam dan di temani oleh hembusan angin yang sejuk, terdapat dua sosok manusia yang berbeda jender sedang memadu kasih. Siapa lagi kalau bukan kaisar Vikram dan melia. Posisi mereka saat ini berada di bawah pohon dengan melia berada di pangkuan kaisar vikram.


“jadi, kapan kita akan melangsungkan pernikahan kita. Aku sudah tidak tahan berjauhan denganmu. Setiap hari selalu uring-uringan jika tidak melihat mu.” Ujar kaisar vikram sambil membelai wajah melia.


“yang mulia bisa atur sendiri. Tapi, harus memastikan keluargaku dulu pulih dari ini semua. Baru kita langsungkan pernikahan, bagaimana..?” ujar melia. Kaisar vikram mendesah, banyak sekali tantangannya, padahal ia sudah tidak tahan ingin membuat melia positif.


“baiklah, aku menegerti sayang. Tapi besok pas aku kembali, kamu ikut dengan ku ya, aku ingin membawamu dan mengenal kanmu pada ayah dan iibu. Ayah dan ibu juga sudah berkali-kali memintaku untuk membawamu kesana. Tidak apa kan..?” Tanya kaisar vikram melihat manik mata yang membuatnya semakin merindukannya.


“tentu saja yang mulia. Tapi harus dengan izin keluargaku..” ujarnya.


“kamu tenang saja, aku akan meminta pada ayah mu..” ujar kaisar jendral sambil mengecup kepala melia dengan sayang. Tiba-tiba, entah bagaimana ceritanya, bibir mereka saling bertemu dan saling melengkapi. Apa lagi udara dingin itu sangat mendukung, hehehe…


***


Ke esok harinya yang cerah, keluarga jendral sedang berkumpul di taman belakang kediaman mereka yang sangat luas. Melia dan mira duduk tidak jauh dari sana. Sepertinya mereka berdua merasa bosan.


“dek. Apakah disini kita tidak ada kegiatan lain..?’” Tanya mira. Ia melipat tangannya di atas dadanya, melia paham kalau kakaknya sekarang sedang bosan.


“ya begitulah. mm tapi, bagaimana kita main badminton saja kak, seperti dulu…!!” ujarnya. Mira dudk dengan tegak.


“ide bagus, tapi alatnya tidak ada mel, bagaiman cara mainnya.?” Tanya mira lagi. Tanpa pikir panjang, melia mengeluarkan satu set badminton. Namun mereka tidak menggunakan net.


“ayo main…” ujar melia. Keduanya pun berlari ke sebuah lapangan yang luas. Mereka memulai permainan mereka. Permainan mereka itu, tiba-tiba menjadi pusat perhatian dari keluarga kuno itu.


“lihat ayah, melia dan kak mira sedang ngapain. Kenapa mereka memukul sesuatu, apakah ada yang salah dengan mereka yah..?” Tanya jelita pada ayahnya.


“sepertinya mereka sedang bermain dek, tapi permainan apa itu, aku baru melihatnya..?” Tanya pramuga.

__ADS_1


***bersambung***


makasih sudah mampir 🙏🙏😘


__ADS_2