
Sebelum para pangeran itu menyerang pun mereka melihat tingkat kultivasi para Penyamun itu rata-rata mereka berada di tingkat menengah awal yaitu tingkat bumi.
walaupun begitu, masih ada lebih dari 10 orang lainnya berada di tingkat yang lebih tinggi. para prajurit dan ksatria pun mulai waspada. tak terkecuali dengan para pangeran, karena prinsip mereka adalah sekecil atau sebesar apapun kekuatan lawan Mereka tidak boleh meremehkannya.
"halo adik Bagaimana keadaan di sana Apakah ada pergerakan. ucap pangeran Audrey bertelepati dengan para saudara-saudaranya.
"Kakak di sini hanya ada beberapa kejadian yang bisa kami tangani, sepertinya para penyamun ini memiliki misi yaitu mengacaukan istana atau menculik beberapa anak muda entah apa maksud mereka. balas Felix.
setelah percakapan singkat itu, mereka pun mulai mengamati para penyamun itu kembali sampai akhirnya saatnya mereka untuk menyerang para penyamun.
para penyamun itu terkejut, karena mereka tidak merasakan aura para pangeran itu bahkan tingkat kultivasi mereka tidak terdeteksi oleh mereka.
sesaat kemudian, terjadilah pertempuran yang sengit antara para pangeran dan para penyamun itu dan uniknya para pangeran itu sama sekali tidak mengayunkan pedang. mereka hanya mengandalkan jarum akupuntur yang sudah dilumuri dengan obat bius.
para pangeran yang menguasai ilmu alkemis ini menyerang menggunakan obat bius untuk menangkap para penyamun itu, agar tidak meregang nyawa dan juga bisa menanyai mereka mengenai apa, dan siapa yang menyuruh mereka melakukan kekacauan di pusat kota.
para pangeran pun melemparkan jarum-jarum yang sudah dilumuri dengan obat bius kepada para penyamun tersebut. seketika para penyamun itu pun tumbang tak bersisa satupun hanya di antara para pangeran aisel membiarkan salah seorang penyamun itu lolos.
"sel kenapa kamu membiarkan salah satu penyamun itu lolos?"tanya Felix kepada isel.
"Oh aku sengaja pangeran, supaya nanti dia bisa memberitahu kepada komplotannya yang lain, Jika masih ada jadi kita bisa babad abis sampai ke akar-akarnya nanti."jelas aisel kepada para pangeran dan juga beberapa kesatria dan pengawal yang ada di sana. mereka semuanya pun menganggukkan kepala tanda setuju.
"wah bener juga lu sel, aku pikir kamu kecolongan membiarkan satu orang itu lolos." ucap pangeran Audrey dengan ekspresi dingin dan datarnya.
"yaelah pangeran, Siapa juga yang rela melepaskan penjahat seperti itu kalau tidak ada niat yang lain" ucap Aisel lagi.
"kalau begitu para pangeran sebaiknya kita segera kembali ke istana dan mengabarkan hal ini kepada yang mulia kaisar"ucap salah satu kesatria kala itu.
mereka semua pun setuju dan segera kembali ke istana untuk menyampaikan hal ini kepada kaisar Vikram. sesampainya mereka di istana, kaisar Vikram sedang cemas dan sedang berjalan membolak-balikkan tubuhnya merasa tidak tenang memikirkan putra-putranya yang masih belum kembali.
"salam kepada kaisar fikram.."ucap kesatria tersebut. kaisar fikram pun langsung menyambut salam mereka dan bergegas menyambut para putranya itu seketika ia langsung memeluk mereka.
__ADS_1
"Oh syukurlah kalau kalian sudah kembali, Ayah sangat mengkhawatirkan kalian semua.."ucap kaisar fikran kepada keempat putranya itu.
"Ayah, kami sudah berhasil menangkap beberapa kelompok penyamun dan saat ini mereka sedang berada di dalam kurungan." ucap pangeran Audrey mewakili saudara-saudaranya yang lain tentu saja dengan tampang datarnya dan aura dinginnya.
kaisar Vikram sangat bangga terhadap putra-putranya itu, Iya tidak habis pikir dengan waktu singkat ini mereka mampu menyelesaikan masalah tersebut.
"Baiklah, selebihnya serahkan saja pada ayah dan sebaiknya kalian semua kembali untuk beristirahat."ucap kaisar Vikram kepada anak-anaknya.
keempat pangeran itu pun langsung meninggalkan tempat, sementara kaisar kembali memerintahkan para ksatria untuk mengamankan para penyamun tersebut dan Setelah itu mereka dipersilahkan untuk beristirahat.
setelah memberikan beberapa perintah kepada bawahannya. kaisar Vikram pun kembali menyuruh pengawal bayangannya David untuk kembali ke kediamannya begitu juga dengannya.
"fit kembalilah ke kediaman mu, tempatkan para pengawal yang lain untuk mengawal istana" ucap kaisar Vikram kepada David. David yang mendengar namanya disebut pun segera keluar dan memberi hormat.
"baik yang mulia, hamba pun sudah tidak sabar bertemu dengan istri hamba dan memberikan kehangatan.."ucapnya dengan bercanda tentu saja kaisar Vikram.
"hehehe... kau ini benar-benar vulgar sekali, kalau begitu segeralah kembali dan buatlah anak sebanyak-banyaknya.."ucap kaisar Vikram to the point. pengawal David pun langsung menggarut Garut kepalanya yang tidak gatal itu.
"kalau begitu kembalilah.."kaisar Vikram pun langsung meninggalkan tempat tersebut Begitu juga dengan pengawal David Ia pun langsung meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke kediamannya.
***
di sisi lain pangeran Audrey sedang bermain dengan harimau merahnya. mereka bermain sambil berlatih melatih kemampuan pangeran Audrey juga melatih kemampuan sang harimau merah.
"tuan kapan kita akan menjelajah bukankah kakek kemarin menyarankan untuk kita berpetualang?"tanya si harimau merah kepada pangeran rey.
pangeran Rey yang sedang mengayun-ayunkan pedangnya pun seketika berhenti ia melihat ke arah harimau merah berjongkok dan mengelus-elus bulunya.
"ternyata kamu juga sudah tidak sabar ingin berpetualang ya... kalau begitu nanti kita berdiskusi kepada ayahanda dan Ibunda. " ucap pangeran Audrey sambil mengelus alus bulu harimau merah itu. harimau merah itu pun mengaum senang.
"Baiklah pangeran aku tunggu hari baiknya.." ucap harimau merah itu seketika harimau itu pun lainnya ia kembali ke tempat ruang dimensi yang pangeran Audrey sediakan untuknya.
__ADS_1
setelah harimau merah kembali ke tempatnya pangeran Audrey kembali berlatih, ia mencoba beberapa kemampuan yang ia dapatkan dari kakek Damian kala itu. Iya juga mengikuti alur nafas surgawi mengayunkan tangannya serta membentuk pola kuda-kudanya. cukup lama pangeran Audrey berlatih, akhirnya ia menyudahi latihannya dan kembali ke kediamannya.
"sepertinya aku memang harus berpetualang untuk mencari pengalaman baru dan menyebarkan kebaikan di muka bumi ini."ucap pangeran Audrey. (sekalian cari jodoh ya pangeran hihihi..π€π€)
terlepas dari pangeran Audrey, pangeran yang lain pun memikirkan hal yang sama mengenai berpetualang. mereka memutuskan akan membicarakan hal ini kepada kedua orang tua mereka. setelah berpikir cukup lama mereka pun kembali menyelam ke alam mimpi dengan tingkat kewaspadaan yang tidak diturunkan.
***
sementara di sisi lain, malam yang indah ini dihabiskan dengan berpacu dengan melodi.
olahraga malam adalah kegiatan yang rutin dilakukan oleh suami istri. sepasang jantan betina terus menyelami kenikmatan dunia itu.
suara-suara yang menggetarkan jiwa pun mulai terdengar, cukup lama kegiatan itu mereka lakukan, sampai akhirnya sang jantan terkapar di samping sang betina. (kek binatang aja ya jantan betina hehehe maaf yaππβΊοΈβΊοΈ)
"hah sungguh ini sangat membuat pertahananku runtuh.."ucap kaisar Vikram di sebelah sang istri. sang istri pun memutar tubuhnya jadi menyamping menghadap kepada sang suami.
"suamiku Apakah kamu tidak lelah melakukan ini setiap malam..??"ucap permaisuri media kepada suaminya. kaisar Vikram pun beralih jadi menatap sang istri.
"Kenapa sayang,? apakah kamu sangat kelelahan, maafkan aku, tapi aku tidak bisa sehari saja berlibur. seandainya kamu tahu saat tamu bulanan kamu datang, aku seperti cacing kepanasan menahan gejolak dalam diriku ini.."ucap sang suami sambil membelai pipi sang istri.
permaisuri Melia pun tersenyum, sebenarnya permaisuri Melia juga menikmati hal yang seperti ini, apalagi stamina sang jantan sangat membuatnya beh... merem melek...
ππ
"tidak suamiku, justru aku sangat senang. karena suamiku sangat bisa diandalkan dalam masalah ini.. hehehe..π€π€ Aku hanya ingin mengatakan saja ke depannya jangan bosan melayaniku dan memberikan aku kepuasan.."ucap permaisuri media sedikit malu-malu. tentu saja malu pembicaraannya kan vulgar wkwkwππ. kaisar Vikram tersenyum mesum.
"Oh ternyata kamu sangat menikmatinya sayang, saat ini staminaku sudah kembali Apakah kamu ingin kita mengulang kenikmatan itu..,?"tanya kaisar Vikram dengan senyum mesumnya.
permaisuri Melia pun menjadi malu-malu, tanpa menunggu persetujuan darinya, sang jantan kembali menunggangi kudanya dengan semangat 45 kurang 2. maka terjadilah lagi olahraga yang cukup menguras tenaga namun membuat melayang-layang ke udara.π€¦π€¦
maafkan author πππππ
__ADS_1
bersambung