nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
61


__ADS_3

cerita ini hanya settingan belaka 🥰. bijaklah dalam membaca. dan juga, terimakasih sudah mampir 🙏🙏


***


“bagaimana kabar mu cucuku ?, duduklah dulu..” ujar kakek Damian itu. melia menurut dan duduk di samping kakek paru baya itu.


“kenapa kakek bisa ada disini, apa yang terjadi sebenarnya kek ?. bukankah kakek sudah meninggal..?” Tanya melia dengan rasa penasaran yang tinggi. Mendengar pertanyaan melia, kakek paru baya itu tersenyum.


“ceritanya panjang cucuku, namun aku akan menceritakannya agar kamu tidak penasaran lagi..” ujar kakek Damian itu sambil mengukir senyum.


Kakek damian pun mulai bercerita, dimana awal ia dikejar di hutan ini oleh para pembunuh bayaran, sampai ia membuat jebakan kabut dan kabur ke dimensi lain, menggunakan kalung yang di kenakan oleh melia. Namun itu hanya bisa di gunakan sekali dalam seumur hidup. karena, jika di gunakan berkali-kali dapat merusak keseibangan antar dimensi. setelah terlempar di dunia itu, ia hidup sebatang kara bertahu-tahun sampai akhirnya ia menemukan anak kembar yang terbuang dan tak betuan. Mereka ialah melati dan melia. Namun, ia akan kembali lagi kedunianya apa bila, ia meninggal di dunia itu. melia yang mendengar cerita kakek damian itu, hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.


“jadi, kakek berasal dari dunia ini..? dan yang membuat hutan berkabut ini adalah kakek….?” Tanya melia polos. pertanyaan itu tentu saja mengundang gelak tawa sang kakek.


“hahaha…😂 kakek tidak membuat hutan berkabut, tapi kakek hanya menciptakan kabut saja, dan bukan hutan… hahaha…😂” ujar kakek damian membuat melia menjadi kikuk 😕. namun segera ia berkata lagi.


“ taukah kakek. setelah kakek pergi, ada banyak orang yang berusaha unutk mendapatkan kalung ini. Karena kalung ini juga, aku berpisah dengan kakak.. hiks.. tapi, melia sangat senang bertemu dengan kakek. Melia sangat merindukan mu kek dan juga kakak. Entah bagaimana ia sekarang.” Ujar melia dengan sedih. Kakek damian pun memberikan senyum yang simpatik dan juga sedikit nasehat padanya, agar ia tidak terlalu bersedih.


“hais… maafkan kakek. Karena menjaga kalung itu, kamu terlempar di dunia ini..” ujarnya sambil mengelus sayang kepala melia.


“kalung ini memang banyak di incar, makanya kakek dulu mengatakan kepada kalian agar tidak mengatakan nama kalung itu. di kalung itu, mempunyai ruang yang tidak terbatas, serta kekayaan yang tak terbilang dan tidak habis-habisnya. Karena manusia itu tidak dapat di percaya, mereka itu serakah. Namun untuk kakak mu, tidak perlu kau fikirkan tentang hal itu, kamu dan saudarimu pasti akan di pertemukan kembali, jika memang kalian ditakdirkan untuk berjodoh.” Ujar kakek Damian lagi. “dan juga, kakek tau, kamu pasti sedang mencari jalan untuk kembali bukan ? Kalau seperti itu, lupakan..!. Karena sampai kapan pun kamu tidak akan menemukannya. Karena hanya bisa sekali seumur hidup untuk berpindah dimensi.” Ujar kakek Damian lagi. Melia yang mendengar hal itu, ia merasa sedih karena tidak bisa kembali.


“apakah memang tidak ada jalan untuk pulang kek..?” Tanya melia dengan wajah yang sayu dan tak bersemangat. “lalu..apa yang bisa melia lakukan di dunia ini kek..? selain kakek, melia tidak punya siapa-siapa…” ujarnya lagi. Kakek damian mendelik.


“lah.. bukannya kamu masih memiliki keluarga angkat yang sangat menyayangimu dan juga seorang kaisar yang kepicut dengan mu..? lalu, mau apa lagi… kakek heran, kenapa sampai ada laki-laki yang melirik cucu kakek ini, padahal ia sangat keras kepala….” ucap kakek Damian, menggoda melia. Seketika, muka melia menjadi merah.

__ADS_1


“ih… melia pikir kakek sudah berubah, ternyata sama saja, masih suka menggoda melia..” ujar melia sambil menunduk malu.


“hahaha…. Nikmati saja hidupmu nak. Yang pasti tetap berada di jalur yang benar dan membantu sesama. Itu baru namanya hidup yang berarti. Jangan terus bersedih, karena semuanya tidak akan menghasilkan apa-apa. jadi, tetap optimis dan berpikiran positif...”ujar kakek Damian menasehati melia.


“baiklah kek, dari awal sampai akhir kakek yang terbaik..” ujar melia sambil mengacungkan dua jari jempolnya.


“sebaiknya kamu kembali nak, kedua hewan spiritmu sedang mencemaskan mu..” Ujar kakek Damian lagi.


“baiklah kek. Tapi kalau aku ingin menemui kakek lagi, bagaimana caranya, masak aku harus bolak-balik datang ke hutan ini…!! hutan ini jauh kek...!!” Seru melia.


“kamu tenang saja. Jika kamu ingin bertemu kakek, kamu bisa menggunakan ilmu teleportasi mu, maka kamu akan sampai…” ujar nya lagi. Melia pun mengangguk tanda mengerti.


“baiklah kek, kalau begitu aku pulang dulu. Mmm dan bagaimana caranya untuk kembali kek..hehehe..” ujar melia cengengesan. Kakek Damian pun menepuk jidatnya.


“gunakan ilmu teleportasi mu..” ujarnya memberi tau. Seketika melia langsung menggunakan ilmu teleportasinya. Dan syuuttt… ia menghilang dan langsung berada di depan alio dan si putih. Keduanya pun terkejut melihat melia datang dengan tiba-tiba. Setelah itu mereka menjadi heboh sendiri.


“iya nona, apakah nona tidak apa, nona dari mana saja..?” timpal siputih juga, yang tak kalah cemasnya dari alio. Melia terkekeh.


“aku tidak apa, kalian tidak perlu cemas begitu. Sekarang, kita lanjutkan perjalanab kita.. ayo… kita berpetualang…!!!” serunya dengan semangat. Melihat tingkah melia yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa, alio dan siputih pun menggelengkan kepala mereka Dan mengikuti melia. Melia dan kedua hewan spiritnya melakukan petualangan, dari daerah satu ke daerah lainnya.


Sampai suatu saat, melia tiba-tiaba kepikiran dengan keluarga angkatnya dan juga kaisar itu. ia duduk di bawah sinar rembulan malam yang menghembuskan hawa dingin yang sejuk.


“bagaimana kabar mereka ya..? apakah mereka merindukanku ? apakah mereka sudah mengetahui kebenaran tentang diriku..? hais… aku merindukan mereka. Sepertinya sudah waktunya untuk kembali  pulang untuk melihat keadaaan mereka..” ujarnya, setelah melia berucap, melia kembali ke tempat penginapan untuk beristirahat sebelum akhirnya kembali.


***

__ADS_1


Di sisi lain..


Malam harinya di kediaman kaisar vikram. Kaisar vikram menerima beberapa laporan tentang pencarian yang di lakukan, namun sejauh ini, mereka masih belum bisa menemukannya, sudah satu bulan melakukan pencarian namun belum menemukan titik terang.


“hais…. Kemana kamu sayang, kamu suka sekali bermain petak umpet. Aku merindukanmu….”ujar kaisar vikram, ia uring-uringan tidak jelas di atas tempat tidurnya, seolah ia tidak tau mau melakukan apa.


Tiba-tiba ada yang mengendap masuk kekamarnya melalui jendela. Dia menggunakan penutup wajahnya. Kaisar vikram bangun dan berdiri, penyusup itu mendekat ke arah kaisar vikram. Kaisar vikram  melihat mata penyusup itu, dan ia hanya memberikan responnya dengan senyuman.


“ah..sayang kamu datang..!! kenapa baru sekarang, kemana aja..?” Tanya kaisar vikram sambil mendekat dan memeluknya. Sosok yang di peluknya pun terkejut.


“kau sudah mengenaliku..?” tanyanya dengan penasaran.


“tentu saja aku langsungn menegenalimu, kau itu adalah bidadari surgaku. Setiap saat, yang ada di pikiranku adalah wajahmu, bagaimana tidak mengenalmu..?” ujarnya masih di sela-sela pelukannya.


“hais…jadi percuma dong aku menggunakan penutup wajah..!!”seru melia. Ia berusaha melepas pelukan itu.


“lepaskan dulu, aku kesini ingin berbicara denganmu..!!” seru melia sambil berusaha untuk melepaskan diri dari rangkulan kaisar vikram.


“kau tidak perlu mengatakan apapu. Aku sudah mengetahui semuanya, saudara kembarmu dan keluargamu sudah mengatakannya padaku. Mereka juga ingin kamu menemui mereka..!!”ujar kaisar vikram masih mempertahankan pelukannya.


“hais… jadi kamu sudah tau dong siapa aku..?” Tanya melia.


*** bersambung***


terimakasih sudah mampir 🙏🙏.

__ADS_1


di tunggu kelanjutannya ya...😁😁


__ADS_2