
mari kita cus ❤️❤️
***
"sudah yang mulia, kakak. Kalau ada yang melihat pertengkaran kalian, nanti akan jadi tontonan. Diamlah, dan tolong bawakan ini..” ujar melia sambil menyerahkan plastik yang isi belanjaannya. Kakaknya rayyan pun mengambil kantong itu, dan memasukannya kedalam cincin penyimpanan. mereka tidak membiarkan kaisar vikram untuk membawanya, walau bagaimana pun, ia adalah kaisar di wilayah ini.
Mereka pun mulai berjalan lagi dan mencari berbagai keperluan untuk memasak. Mereka menikmati belanja smbil mengamati kerajaan purnama ini. Melia sangat puas berbelanja, apa lagi ia punya mesin ATM sendiri. Di pasar, mereka melakukan penyamaran sehingga tidak ada warga yang mengenali mereka. Setelah yang mereka butuhkan dapat. Mereka pun memutuskan untuk kembali kekediaman jendral Richard.
****
Di satu tempat di kediaman jendral Richard. Terlihat dua orang yang berlainan jenis sedang duduk dan mengobrol, entah kenapa obrolan mereka itu, terasa ringan dan menyenangkan. Ya mereka adalah mira dan pengawal bayangan kaisar vikram david.
“sudah berapa lama kamu mengikuti kaisar vikram ?” Tanya mira pada david. David menoleh kearahnya.
“aku sudah mengikutinya sedari kami kecil. Saat itu umurku baru 6 tahun dan yang mulia berumur 5 tahun. Aku adalah anak yatim piatu, kedua orang tuaku meninggal di bunuh oleh beberapa perampok. Saat itu, aku sedang menangis mencari kedua orang tuaku, tapi tak kunjung menemukan mereka, aku pun menjadi gelandangan sampai yang mulia datang menyelmatkanku waktu itu. saat itulah, aku berjanji akan hidup dalam bayang-bayangannya.” Ujar David dan mengukir senyum di bibirnya. Entah mengapa mira melihat senyum itu terasa hampa dan kosong. Mira pun ber inisiatif mengusap punggungnya, secara tidak langsung, mereka memeiliki kehidupan yang sama, yaitu yatim piatu.
“sudahlah, masi untung yang mulia memungutmu..hehe.. karena itu, kamu harus hidup dengan baik. Soo, senyum kamu manis juga ya, walaupun terasa kosong…” ucap mira sambil memalingkan wajahnya. David yang mendengar kata itu pipinya bersemu merah, ia menjadi malu. Melihat hal itu, mira terkekeh.
“tidak usah malu, kamu_” ucapan mira terpotong oleh David.
“kamu mau menjadi bagian dari hidupku ? maaf kalau aku lancang, tapi jujur saja saat pertama melihatmu saat itu, entah kenapa jantungku berdetak menjadi tidak teratur. Perasaan seperti itu, belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Bersediah kah kau menikan dengan ku mira,?” Ujar David dengan spontan, tanpa merasa malu. Mira yang melihat ketegasan dan spontanitas dari lontaran kata yang david utarakan, itu membuat mira sangat mengaguminya. Namun sebelum mira menjawab, ada suara lain yang langsung menyambar pertanyaan itu.
“kalau kamu ingin bersama putriku, kamu harus bisa membuktikan, kalau kamu patas untuk menjadi pendampingnya.” Mendengar suara itu, reflek mereka berdua langsung berdiri. Di belakang mereka, terlihat jendral Richard dan kedua istrinya dan juga jelita disana.
Flas back
__ADS_1
Jelita selesai untuk membersihkan tubuhnya, ia berniat ingin menemui kakaknya mira dan sama-sama menunggu kepulangan melia dan yang lainnya. Saat ia berjalan, ia melihat mereka sedang duduk berdua dan seperti mengobrol hangat.
“hehehe… sepertinya, akan ada calon kakak ipar yang baru. Aku harus memberi tahu ayah. Hahah…” ujar jelita dengan pelan. Jeliat tersenyum melihat pemandangan itu, jelita buru-buru memberi tahu ayah dan kedua ibunya padahal mereka sedang beristirahat.
“ayah, ayah… hos..hos..hos,,,,” suara ngos-ngosan akibat jelita berlari.
“ada apa nak, kenapa kamu berlari seperti itu..?” ujar jendral richard khawatir takut terjadi sesuatu. Semenjak kejadian ia diserang dan anak-anaknya saat melakukan perjalanan ke wilayah terkena bencana, jendral Richard menjadi sosok ayah yang suka khawatir.
“ayah dan ibu harus ikut dan melihat sendiri, sepertinya aku akan punya saudara ipar yang baru yah..” ucapnya dengan girang. Jendral Richard menjadi lega.
“maksud mu apa nak…?” Tanya nyonya catrine.
“makanya, ayah dan ibu ikut..” ujar jelita. Jelita menyeret mereka ketempat itu. mira dan David belum menayadari kedatangan mereka, sampai akhirnya David mengutarakan perasaanya.
Mira dan David terkejut melihat keluarganya sedang berada di belakang mereka.
“sejak kapan ayah dan ibu disini..?” Tanya mira. Mira beralih melihat jelita yang senyum-senyum sendiri. Namun jendral Richard tidak menanggapi pertanyaan putrinya. Ia jalan mendekat kearah mereka dan berdiri tepat di depan David.
“apakah kamu bisa mempertanggung jawabkan ucapan kamu itu nak…?” Tanya jendral Richard dengan pelan sambil menepuk pundak David. Bagi jendral Richard, ia tidak menginginkan kedudukan tinggi untuk menjadi menantunya. Yang penting mereka dapat bertanggung jawab, menjaga dan mencintai putra-putrinya, itu sudah lebih cukup.
“aku akan mempertanggung jawabkannya jendral, dengan segenap jiwa dan ragaku..namun aku juga tidak akan memaska jika mira tidak menginginkannya jendral.” ucap David denga tegas. Mendengar ketegasan David mira semakin jatuh cinta. Seperti itulah, laki-laki yang dia inginkan untuk menjadi pendamping hidupnya. Bukan laki-laki yang hanya bisa mengandalkan kekuatan keluarganya.
Jendral Richard tersenyum, ia cukup salut mendengar penuturannya dan dengan sorot mata tegasnya dalam menjawab pertanyaan darinya.
“baiklah. Aku sebagai seorang ayah, tidak akan memberikan kesulitan apaun untukmu, dan juga tidak menginginkan apapun. Aku hanya menginginkan putra-putriku bahagia dan kalian memperhatikan mereka. Tidak ada yang paling berharga bagi seorang ayah, kecuali melihat anak-anaknya bahagia.” Ucap jendral Richard. Jendral Richard pun melirik kearah mira yang berdiri di samping David.
__ADS_1
“bagaiman nak, apakah kamu mau memeuhi permintaannya ?” Tanya jendral Richard. Mira tersenyum malu dan menunduk sebentar. Tapi tak lama, ia kembali mengangkat kepalanya.
“baiklah, tapi aku punya syarat. Aku tidak ingin ada wanita lain dalam hidupmu, maksudku aku tidak mau ada selir didalam hubungan ini.” Ujar mira tak kalah tegas. David tersenyum dan membatin.
(melihat ketegasanmu saja seperti ini, mana mungkin aku berani untuk membawa perempuan lain. Lagian, kamu saja sudah membuatku bahagia.) batin David sambil tersenyum.
“baiklah, aku juga tidak ada niat untuk mendua. Kamu saja itu sudah lebih dari cukup. Lagi pula, aku bukan kaisar atau raja.” Ujarnya sambil tersenyum.
“baiklah, kalau begitu. Kalian tidak perlu meminta restu ayah. Karena ayah akan dengan senag hati merestui kalian… jadi tinggal tetapkan hari pernikahan saja. Aku paham siapa kamu david, jadi aku tidak akan mempersulit hubungan kalian ini, yang penting, kamu bertanggung jawab dengan kata-kata mu..!” ujar jendral Richard.
“baiklah jendral terimakasih..” ucap David saling membungkuk kan badannya sedikit. Setelah itu, kaisar vikram dan melia serta saudara mereka pulang dari pasar. Melia melihat mereka sedang berkumpul di halaman itu menjadi heran, apakah terjadi sesuatu. Mereka berjalan mendekat.
“ayah, apakah terjadi sesuatu..?” Tanya melia. Jendral Richard pun menoleh kesumber suara. Ia melihat anak-anaknya sudah pulang. Ia tidak menjawab, hanya memberikan senyum saja.
“tidak ada apa-apa kok mel. Kalian sudah pulang, ayo kita masak. Semuanya pasti sudah lapar..” jawab mira dengan segera. Mira melirik David sebentar dan berjalan menghampiri melia.
“sudah, ayo ibu bantu memasak…!!” ujar selir liora.
“tidak perlu ibu, biar jelita saja yang bantu, kan jelita juga kedepannya harus pandai memasak. Biar, kalau nanti kak mira dan adik melia pergi, masih ada aku yang memasak buat kita..” ujar jelita dengan senang.
***bersambung***
makasih sudah mampir 🙏🙏
.
__ADS_1