nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
91. S2 berunding


__ADS_3

Pagi pun menyingsing. Semua yang terlelap pun terbangun dan melakukan aktivitasnya seperti biasa.


Begitu juga dengan para penghuni istana, mereka terbangun dan mulai membersihkan diri mereka setelah melakukan rutinitas pagi mereka yaitu berolahraga. (Kali ini olahraganya olahraga normal ya, bukan olahraga malam hehehe🤭🤭)


Setelah membersihkan diri mereka para pangeran pun memutuskan untuk menemui ayah dan ibu mereka. Ketiga pangeran itu pun langsung mendatangi kediaman kedua orang tuanya.


sesampainya mereka di kediaman orang tua mereka. karena mereka datangnya masing-masing, ketika sudah tiba di depan pintu kediaman, mereka saling memandang satu sama lain kemudian tersenyum dan sama-sama memasuki kediaman kedua orang tua mereka.


"Maaf pangeran, Ada yang bisa saya bantu?"siapa salah seorang dayang yang ada di tempat tersebut.


"Iya bibi dayang, tolong kasih tahu ayah dan bunda bahwa kami datang berkunjung.." ucap Putra pertama yaitu pangeran Audrey.


dayang itu pun segera membungkuk dan bergegas memberitahu kepada junjungannya. tak lama Ia pun datang kembali.


"silakan masuk pangeran, yang mulia kaisar dan permaisuri sudah menunggu di dalam.." ucap dayang tersebut sambil membungkukkan kepalanya.


"Baiklah terima kasih banyak bibi dayang.."ucap mereka serentak.


"sama-sama yang mulia, itu sudah menjadi tugas hamba.."ucap dayang itu masih merasa tidak enak, walaupun sudah diberlakukan seperti itu kepada para dayang yang lainnya.


setelah itu, ketiga pangeran pun langsung memasuki ruangan di mana ayah dan ibu mereka sudah menunggu.


"salam kepada Ayah dan Ibunda.." ucap mereka memberikan hormat. kaisar Vikram tersenyum.


"berdirilah putra-putra ku, duduklah di tempat kalian."ucap kaisar Vikram kepada ketiga putranya.


ketiga pangeran pun mengambil tempat duduk masing-masing. setelah dirasa para pangeran sudah merasa nyaman, kaisar Vikram pun membuka obrolan.


"Ada apa para pangeran pagi-pagi datang ke kediaman Ayah dan Ibunda?" tanya kaisar Vikram dengan kelembutan kepada ketiga putranya itu.


Mereka pun saling beradu pandang, memberikan isyarat salah satu dari mereka untuk berbicara kepada ayahnya.

__ADS_1


"maafkan atas kedatangan kami yang tiba-tiba ayahanda, kami hanya ingin menyampaikan mengenai hal, tentang niat kami untuk berpetualang selama setahun. sesuai dengan yang disarankan oleh kakek Damian kepada kami."ucap pangeran Audrey.


yang lain pun ikut mengganggu tanda mengerti. sesaat kaisar Vikram mulai berfikir sejenak.


"Apakah kalian yakin, kalian akan pergi berpetualang dan pulang dengan selamat?"tanya kaisar Vikram kepada ketiga putranya.


"kami janji ayahanda, lagi pula Kami tidak akan pergi dengan membawa harta ataupun benda berharga lainnya. kami hanya akan pergi dengan berbekal ilmu saja dan beberapa kebutuhan kami, jadi tentu saja hal itu tidak akan membahayakan kami."ujar putranya yang nomor dua atau pangeran Alvin. kaisar Vikram kembali menganggukkan kepalanya.


"kalau menurut kalian, apakah saudara kalian Audrey harus ikut berpetualang?"tanya kaisar Vikram kepada anak-anaknya.


mereka terdiam sejenak, karena mereka tahu saudara mereka itu akan dijadikan sebagai putra mahkota. mereka berdua saling melirik sementara Audrey kembali menatap ayahnya.


"maksud Ayah bicara seperti itu apa ya?"tanya pangeran Audrey kepada ayahnya.


"kami setuju saja, jikalau seandainya Kak Audrey tidak ikut berpetualang, hanya saja jika seorang pemimpin itu diangkat sebelum waktunya tentu sangat merugi. Kalau boleh Felix memberi saran kepada ayah, sebaiknya Kak Audrey juga berpetualang dan mengelilingi daerah Kerajaan kita agar Kak Audrey bisa paham dan melihat Bagaimana kehidupan para rakyat kita. namun Kak Audrey tetap harus menjaga keselamatannya. karena jujur saja Ayah, kalau terjadi apa-apa dengan Kak Audrey kami tidak mau menggantikannya termasuk saya pribadi."usul pangeran Felix kepada sang ayah.


pangeran Audrey pun melotot kepada sang adik sementara kaisar Vikram dan permaisuri melihat terkekeh.


"tapi kakak ingin protes, Kenapa kalian berdua tidak mau menggantikan kakak untuk menjadi putra mahkota? kalian pikir Kakak juga mau menjadi putra mahkota?" ucapnya sedikit memanyunkan bibirnya sambil menoel kepala kedua adiknya alhasil mereka berdua meringis.


"auch sakit Kak.. mentang-mentang anak pertama suka sekali menjitak kepala kita.."protes Felix.


kaisar Vikram dan permaisuri Melia kembali terkekeh melihat kelakuan anak-anak mereka. kaisar Vikram memang menerapkan cara mendidik anak-anaknya seperti Jendral Richard mendidik anak-anaknya. Ia tidak pernah menyudutkan atau membuat mental anak-anaknya jatuh.


saat anak-anaknya memiliki masalah dengan pengetahuan dan kekuatan, kaisar Vikram akan memberikan bimbingan. saat anak-anaknya jatuh dan kecewa Vikram akan merangkul mereka. menurutnya begitulah makna seorang ayah.


"Baiklah kalau begitu, kalian boleh berpetualang selama setahun. ingat hanya setahun dan tidak lebih. sebelum kalian berangkat, alangkah baiknya kalian bertemu dengan kakek nenek kalian. Takutnya nanti jika mereka tidak mengetahui keberangkatan kalian, ayah akan menjadi sasaran amukan para tua-tua itu."canda kaisar fikram. para pangeran pun terkekeh


"baik ayah.."ucap mereka serentak.


"ingatlah saat kalian berada jauh dari jangkauan ayah dan ibu, jagalah etika kalian. saat berada di luar istana, tetap sopan dan santun kepada mereka yang lebih tua dan bahkan, jadilah manusia yang penyayang berhati bersih kepada setiap yang kalian temui. namun, jangan biarkan kejahatan merajalela di muka bumi ini. dalam masalah kejahatan, kalian harus bisa menjadi perisai bagi mereka. bunda tidak menyuruh kalian untuk mengorbankan nyawa kalian, namun bunda ingin mengatakan jadilah kuat, agar kalian bisa menjadi perisai yang tidak akan pernah bisa ditembus."ucap sang permaisuri memberikan sedikit wejangan kepada para putranya itu.

__ADS_1


"baik bunda, nasehat bunda akan selalu kami ingat."ucap mereka bertiga.


Mereka memeluk melia dengan erat dan penuh kasih sayang. kaisar Vikram pun berdehem.


"hemm..." entah kenapa, ia merasa cemburu kepada anak-anak nya.


"kalau begitu bunda, ayahanda sebelum kepergian kami, kami akan terlebih dahulu mengunjungi kakek dan nenek. kemudian akan pergi ke kerajaan purnama untuk bertemu dengan kakek jenderal dan juga sepupu kami yang ada di sana." ucap para pangeran itu dan langsung disetujui oleh kedua orang tua mereka.


setelah pembicaraan itu selesai, para pangeran pun langsung meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.


***


di sisi lain


setelah rencana perjodohan Putra jenderal Richard dengan para putri di kerajaan di kekaisara Awan. kedua Putra jendral yang masih berada di perbatasan itu pun langsung menerima surat dari sang ayah.


"salam kepada jenderal muda" sapa salah seorang ksatria yang ada di sana yang bernama ksatria Yolan.


"Ada apa kesatria Yolan?"tanya kedua bersaudara itu. ksatria Yolan mengeluarkan surat dari jenderal Richard.


"Maaf jenderal muda, jenderal Richard mengirimkan surat kepada jenderal muda berdua silahkan dibaca terlebih dahulu. hamba juga ke sini untuk menjemput kedua jenderal muda."ucap kesatria Yolan kembali. kesatria Yolan ini adalah kaki tangan dari ayah mereka jenderal Richard.


bahkan sang kesatria sudah mengikuti sang ayah bertahun-tahun lamanya.


Jericho dan rayandi pun mengambil surat itu dan membaca isinya.


setelah mengetahui isi surat nya. mereka berdua mengerutkan kening nya. karena sang ayah menyuruh mereka pulang dengan alasan ada masalah penting di kerajaan.


mereka tidak bisa menolak permintaan sang ayah. mau itu masalah kecil dan masalah besar, mereka tetap akan mendahulukan kedua orang tuanya.


setelah membaca surat tersebut Mereka pun langsung memutuskan untuk kembali bersama ksatria Yolan ke kerajaan purnama.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2