nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 58


__ADS_3

cerita ini hanya sebuah settingan belaka, diharapkan, cerita ini dapat menghibur kawan2 semua. makasih...🙏🙏😘


****


Sementara di tempat lain, melia sedang berlatih di ruang dimensinya sebelum ia pergi menjelajahi dunia ini, ia sedang duduk di atas batu dan  mengambil posisi lotus. Ia kembali memusatkan pikirannya. Seperti biasa, energi-energi yang ada di sekitarnya melingkupinya. namun tak berapa lama, latihan itu selesai, dan ia kembali bergabung dengan kedua hewan spiritnya.


“tuan sudah selesai berlatih..?” Tanya si putih sambil menegakkan tubuhnya yang saat ini masih menjelma sebagai harimau putih. Melia pun berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan si putih sambil mengelus tubuh si putih.


“sudah putih. oh ya, apa kau tidak bisa berubah menjadi manusia seperti alio..?”Tanya melia dengan tangan yang masih mengelus elus tubuhnya.


“bisa tuan..”jawabnya.


“lalu kenapa sampai sekarang kamu belum mengubah wujud mu,,?” Tanya melia lagi.


“oh… apakah tuan tidak keberatan kalau aku menjadi seorang manusia ?” Tanya si putih. ia sekarang bangkit dan mengibas-ngibaskan ekornya.


“tentu saja tidak, kenapa aku harus keberatan..?” ujar melia dengan senyum manisnya.


“jangan mengubah wujud mu menjadi manusia, kau sangat jelek....!!” ujar alio secara tiba-tiba.


“enak saja kau mengatai ku jelek, kau saja yang jelek dan juga latah.....!!” ejek si putih tidak mau kalah.


“kau ini ya, suka sekali kau mengejekku..” ujar alio lagi.


“kan kau yang ngejek duluan kucing latah…!!” ujar si putih tidak mau kalah.


“kau ini, kau itu harus hormat sama senior..” ujar si alio sambil menyentil dahi siputih.


“senior apanya, sama sekali tidak cocok..” gumam si putih dengan komat-kamit sambil mengusap dahinya.


“sudah-sudah, kalian ini bikin pusing saja. Sudah… cepat putih, aku ingin melihat wujud aslimu..” ujar melia. Tanpa menunggu lama, siputih pun merubah wujudnya menjadi seorang laki-laki tampan dan amat perkasa. Melia yang melihat pemandangan langka itu, menjadi girang.


“wahhhhhh….. putih.. kau sangat tampan…. Andai kau bukan hewan legendaris, aku kan menikahimu,,,,hihihi..” ujar melia, membuat bulu kuduk si putih berdiri.

__ADS_1


“jangan deh tuan..!! nanti saya bisa-bisa di sate sama calon suami tuan....” ujar si putih sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


“ya elah… begitu doing bangga….!!” ujar si alio dengan tampang cemburu.


“kenapa ? cemburu bilang bos….!!” balas si putih.


“hais,,,, kalian ini suka berantem… sudah-sudah, !! kalian itu harus akur…!!.” Ujar melia kepada keduanya.


***


Esok hari pun tiba, ketiga pelayan jelita memasuki kamarnya, ada yang menyiapkan air mandi dan juga membangunkan jelita.


“nona, nona bangunlah, ini sudah pagi…” ujar xixi membangunkan jelita. Jelita menggeliat dan membuka matanya, ia melihat xixi sejenak. tapi, tiba-tiba ia bangun dengan cepat dan terduduk Dan langsung memegang tangan xixi.


“xixi, apa ini kamu, aku sangat merindukanmu…!!” ujat jelita membuat xixi bingung.


(merindukan ??? bukankah setiap hari ketemu dengan nona, kenapa nona merindukanku ) batinnya.


“nona, bukankah tiap hari kita bertemu, kenapa nona merindukanku..?” ujar xixi yang sukses membuat jelita salah tingkah.


“maaf nona, air mandinya sudah siap…”ujar yuyu. Jelita pun turun dari tempat tidurnya dan tidak bertanya lagi.


“baiklah…” ujar jelita dan langsung berjalan ke kamar mandinya. Sebaik mungkin ia bersikap tegas seperti melia dan  juga lembut dan perhatiannya. Dan sepertinya memang sifat mereka sama. Namun pengetahuan mereka berbeda.


Skip selesai mandi.


Setelah mandi, jelita pun langsung menuju ruang makan, dimana disana orang-orang terkasihnya berkumpul. Tak lama, jelita pun sampai, ia melihat kedua ibu yang sangat di rindukannya, ayah yang begitu ia kasihi, dan ketiga saudara yang selalu memanjakannya. Hatinya mencolos, ingin sekali ia berlari dan memeluk mereka, namun ia harus tetap  menjaga sikapnya agar mereka tidak mengetahui bahwa yang bersama mereka dulu bukan dirinya. Bukan maksudnya ingin menyembunyikan kebenaran, namun ia butuh waktu untuk menjelaskan hal itu kepada keluarganya.


“selamat pagi ayah, ibu dan saudaraku yang tampan.” Ujar jelita dengan senyum mengambang di bibirnya.


“pagi juga cantik…”balas ketiga kakaknya.


“pagi nak, apakah tidurmu nyenyak tadi malam…?” Tanya jendral Richard.

__ADS_1


“iya yah, sa...ngat nyenyak…” ujarnya sambil cengengesan. Pramuga merasa heran, melihat adiknya seperti sedang berbunga-bunga.


“dek, kamu kok berseri-seri pagi ini ? baru dapat rezeki ya…? Atau baru ketemu calon suami..?” sindir pramuga. Semua pun tersenyum mendengar sindiran kakaknya itu.


“ih… apa sih kak….!!!” Ucap jelita.


“oh ya nak, tadi baru datang berita dari istana kekaisaran awan, bahwa yang mulia akan datang untuk menemui mu. setelah ini, kamu jangan kemana-mana dulu.” Ucap ayahnya.


Jelita menjadi takut dalam hati, ia berpikir, mungkin lebih baik menceritakan yang sebenarnya kepada keluarganya, takutnya nanti jika di tunda akan mendatangkan petaka, akibat kemarahan kaisar awan yang terkenal kejam itu.


(apa sebaiknya, aku cerita yang sebenarnya pada mereka. Aku tidak ingin menyembunyikan apapun, dan juga. Supaya ayah bisa mengatakan kepada yang mulia, bahwa bukan aku yang menerima lamaran itu. tapi, apakah tidak akan jadi bomerang…??, tapi  ngak papa, lebih baik bicara sekarang dari pada nanti mereka tau dari orang lain, yah sebaiknya begitu.) batin jelita.


“yah, bu, kak.... Siap sarapan ada yang ingin jelita sampaikan. Dan mudah-mudahan ini tidak menimbulkan kesalah pahaman...” Ujar jelita, sambil melihat ayahnya. Jendral Richard yang mendengar penuturan putrinya merasa aneh.


“apa ada yang mengganjal dalam hati mu nak…?” Tanya jendral Richard. Jendral Richard tidak langsung menyimpulkan hal yang tidak-tidak, alangkah baiknya ia mendengarkan apa yang akan disampaikan putrinya nanti.


“iya yah, dan harus aku utarakan secepatnya. Dari pada nanti menjadi sebuah kesalah pahaman.” Ujar jelita.


“huf… baiklah nak. Maka mari kita selesaikan sarapan ini, dan jelaskan nanti.” Ujar jendral Richard datar.


“baik yah..” semua pun mulai memakan sarapan mereka dengan diam dan tak ada yang memulai pembicaraan. Jelita memperhatikan raut wajah ayahnya, tersimpan rasa cemas dan khawatir. Tak butuh waktu yang lama, akhirnya mereka menyelesaikan sarapan mereka. Setelah itu, mereka semua masuk kedalam ruang kerja jendral Richard.


“jadi, katakana apa yang mengganjal dalam hatimu itu..!!” ujar jendral Richard berusaha menghalau rasa cemasnya. sementara, jelita mulai merasa deg-degan untuk mengatakannya, takut mereka tidak percaya.


“ayah, ibu, kakak. Sebenarnya aku baru kembali kekediaman ini, dan... yang bersama kalian selama ini adalah melia orang yang mirip dengan ku.” Ucap jelita, membuat semuanya terkejut dan tidak percaya.


“bagaimana itu bisa terjadi, bukankah itu kamu ? ayah tidak akan salah mengenali putri ayah....” Ujar jendral Richard.


“benar ayah, aku baru kembali malam tadi.” Ucap nya lagi. Jendra Richard memijit pelipisnya, Dan menghela nafas. Jendral Richard kembali melihat jelita.


kalau begitu, ceritakan apa yang sudah terjadi.. sampai akhirnya ia menggantikan mu.” Ujar jendral Richard. Jelita pun mulai bercerita.


***bersambung***

__ADS_1


surak sabeu 🙏🙏


__ADS_2