
❤️❤️
"tidak yah, jelita harus ikut. Apakah nanti ayah bisa menyimpulkan dan mengetahui penyakit itu ?. jelita janji tidak akan terjadi apa-apa.” Ucap jelita lagi meyakinkan ayahnya. Jendral Richard menghela nafasnya, seperti biasa, putrinya itu tidak bisa di tolak. Akhirnya ia mengizinkan putrinya ikut andil, dan di ikuti juga oleh ketiga putranya.
“baiklah, kita berangkat hari ini. Tuntun jalannya.” Ucap jendral Richard kepada warga disana. Beberapa warga menuntun jendral Richard dan putra-putrinya untuk ke desa mereka, ada juga beberapa warga dari desa itu ikut membantu. Tak berselang lama, akhirnya mereka sampai di desa itu. jelita mengedarkan pandangannya.
Sebelum sampai di desa itupun, jelita sudah memasang masker dan pelindung lainnya untuk berjaga-jaga. Mereka kemudian memasuki posko dimana disana terdapat banyak warga yang terinfeksi.
“tuan jendral, tolong kami..” ujar salah satu warga yang terbaring itu dengan suara lemahnya. Jelita mendekat dan menyentuh pergelangan tangan bapak itu, kemudian menanyai beberapa hal. Dan tentu saja keterangan itu sama halnya dengan yang di ucapan oleh warga tadi, jelita pun menyimpulkan bahwa itu adalah penyakit malaria.
“bagaiman dek, kamu mengetahui penyakit apa ?” Tanya Rayyandi.
“ini adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Penyakit malaria.” Ucapnya. jendral Richard kembali tercengang, ternyata putrinya juga dapat menyimpulkan sakit itu.
“apa kamu yakin nak…? Lalu, apa yang harus dilakukan ?” Tanya jendral itu lagi.
“mudah saja yah, aku sudah memiliki obatnya. namun butuh beberapa warga untuk membantu membersihkan tumpukan sampah dan air yang tergenang itu, bersihkan semua lingkungan ini dari sampah. Dengan sampah yang bertebaran di mana-mana dan dengan kondisi curah hujan yang tidak menentu. Itulah penyebabnya.” Jelita pun beralih dan menyeduh beberapa ramuan untuk para warga itu, setelah itu ramuan itu dibagikan dan di munim oleh mereka.
Sementara apa yang di sampaikan putrinya tadi, jendral Richard dan ketiga putranya langsung bergerak, mengumpulkan warga untuk membersihkan sampah dan genangan air kotor penyebab banyaknya nyamuk.
Tiga hari jelita melakukan pengobatan, akhirnya warga yang sakit berangsur-angsur pulih dari sakit mereka. Setelah itu, jelita juga membantu memberikan beberapa sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan tempat tinggal agar terhindar dari sakit.
Setelah urusan itu selesai selama dua minggu, mereka pu akhirnya kembali dari bertugas. Jelita sangat senang, karena ia dapat berjalan-jalan dan saling mengenal dengan warga lainnya. Setelah tiga hari perjalanan, akhirnya mereka sampai di pusat kota dan di sambut oleh para warga yang sudah mendengar keberhasilan jendral Richard selama penanggulangan itu.
“selamat datang kembali jendral, kami sangat senang jendral hidup berdampingan bersama kami...” Ucap salah satu warga, sambil membungkuk memberi hormat.
__ADS_1
“terima kasih kalian sudah percaya padaku, dan sudah mendukungku. Saya pasti akan selalu bersama dengan kalian...” Ucap jendral dengan bangga dan senang. Setelah itu mereka pun langsung kembali di kediaman jendral. Di gerbang kediaman, terlihat nyonya catrine dan selir liora menunggu kedatangan mereka.
Akhirnya mereka turun dari kereta dan disambut hangat oleh keluarga itu. jendral Richard memeluk kedua istrinya secara bergantian dan mengecup sayang kening mereka. Itu sudah menjadi kebiasaan baginya saat ia kembali dari pekerjaannya, namun entah kenapa kedua selir nya itu, malah tidak puas dengan perlakuannya.
“ibu, ibu liora….” Ujar jelita dan langsung berhamburan memeluk keduanya secara bergantian.
“ibu,, jelita sangat merindukan kalian… “ ucapnya sambil bersikap manja kepada kedua ibunya. Ketiga putra itu pun tidak ingin kalah, mereka bergantian memeluk ibu mereka itu. setelah itu, mereka semua kembali masuk kedalam kediaman dan berkumpul sejenak di ruang keluarga.
“bagaimana kabar kalian suamiku, apakah sewaktu bertugas, semua baik-baik saja..?” tanya nyonya catrine.
“tentu saja istriku, semuanya baik-baik saja..” ucapnya. jelita ikut menyela dalam obrolan orang tuanya.
“ibu, pemandangan disana sangatlah indah. Jika saja tempatnya tidak jauh, aku akan kesana setiap hari..” ujar jelita dengan semangat. Jendral Richard tersenyum melihat putrinya.
“apa..!! disana terjadi wabah… lalu apakah mereka sudah baik-baik saja suamiku..!!” kejut nyonya catrine.
“huh… bukannya khawatir sama suami, malah menghawatirkan orang lain..!!” ujarnya jendral Richard pelan, namun masih terdengar di telinga mereka. Jendral Richard melihat istrinya menunggu jawaban darinya dengan antusias, timbul niat untuk mengerjai istrinya, namun ia terpikir kembali dengan konsekuensi yang akan di terima bila ia membohongi istrinya. Bisa-bisa ia akan tidur di luar lagi.
“mereka sudah tidak apa-apa, dan juga masalah wabah itu sudah selesai, dan juga warga yang terinfeksi sudah sembuh.” Ucap jendral Richard dengan penuh pengertian. Ia tau, bahwa ia di titipkan istri yang sangat sensitive dan peduli dengan orang lain.
“syukurlah kalau begitu, tapi kalian semua juga sehat dan tidak apa-apa kan suamiku..?” tanyanya lagi.
“kami tidak apa-apa, kamu tidak lihat kalau sekarang kami sudah duduk manis di depan kalian..” ucap jendral itu.
“baiklah.. sebaiknya kalian istirahat dulu, bukan kah besok, tuan akan ke istana memberikan laporan pada raja..?” ucap selir Liora yang sejak tadi hanya diam. Ia juga membelai rambut jelita, jelita duduk lesehan di dekat kedua ibunya. Begitulah jelita, saat bersama dengan keluarganya, maka sikap kebangsawanannya akan menjadi urutan yang ke seratus, namun beda halnya jika ia bersama orang lain.
__ADS_1
Setelah itu, mereka semua kembali kekediaman masing-masing untuk beristirahat. Jelita dan ketiga pelayannya pun berjalan kearah kediaman jelita.
“kalian bertiga, sebaiknya juga istirahat..” ucap jelita.
“tapi nona, sebelum kami istirahat, biarkan kami melayani nona dulu..” jawab yuyu.
“tidak perlu, kalian pasti lelah. Sebaiknya kalian langsung bersih-bersih dan beristirahat.aku juga akan beristirahat.” Ucapnya dan langsung meninggalkan ketiga pelayannya.
“baik nona..” ucap mereka bertiga bersamaan dan segera pergi kekediaman mereka untuk beristirahat.
Sementara, jelita juga kembali di kediamannya. Tentu saja, selepas ia masuk. jelita melihat sosok laki-laki yang sedang menatapnya dengan intens. siapa lagi kalau bukan kaisar Vikram.
“yang mulia..? sedang apa disini..?” Tanya jelita. Kaisar vikram mendekat.
“sudah puas jalan-jalannya..?” Tanya kaisar vikram dengan raut wajah yang di buat marah.
“mmmm….” Ucap jelita. Mendengar respon itu, kaisar vikram langsung merangkul jelita.
“sayang…. Kamu tega sekali, meninggalkan aku tanpa kabar. Untung ada pengawal rahasia yang melaporkan keseharian kamu..” ucap kaisar vikram sambil membenamkan wajahnya di leher jelita. Jelita menoleh dengan cepat.
“anda me-mata-mata i saya yang mulia..?” ucap jelita sambil memicingkan matanya.
***bersambung***
makasih sudah mampir 🙏🙏
__ADS_1