
***
(Baik nona, terimakasih atas kepercayaan nona. Kami tidak akan mengecewakan nona)" ujar bibi Rosa dalam hati. Ia melihat kearah suaminya. Suaminya pun tersenyum.
"Ayo kerja, tunggu apa lagi, kita usahakan untuk menyelesaikan semua baju-baju itu sebelum jatuh tempo." Ujar pak berto dengan penuh semangat. Ibu Rosa mengangguk dan mereka mulai mengerjakan nya.
"Kita kemana lagi, guys....!!" Seru jelita. Para pelayan bengong dengan sebutan guys.
" Nona, guys itu apa ?."tanya lili. Jelita menoleh kearah lili, lili pun takut, ia kira jelita akan marah. Iapun menundukkan kepalanya.
"Kenapa menunduk lili. Kalau bertanya itu tatap lawan bicaramu." Ujar jelita, sambil menepuk-nepuk pundak lili. " Guys itu adalah Sama artinya dengan sebutan untuk kawan" ujar Jelita lagi.
mereka bertiga tercengang, mereka merasa tidak pantas dipanggil teman oleh Nona Jelita.
"Tidak perlu tercengang seperti itu, apa salahnya berkawan. Dari pada saya berkawan dengan orang-orang sombong."ujar Jelita sambil melipat kedua tangannya. Para pelayan yang mendengar penuturan nonanya pun tersenyum. Mereka berpikir, kalau mereka sangat beruntung punya nona yang menganggap keberadaan mereka.
"Baiklah nona..." Jawab mereka dengan senyuman. Tiba-tiba perut Jelita berbunyi minta di isi.
Kruuuukkkkkk..... bunyi perut Jelita.
"Ah.... Aku lapar perutku minta di isi." Ucap Jelita sambil mengelus perutnya. "Sebaiknya kita makan dulu, sebelum keliling lagi. Ayo....." Ajaknya kepada pelayanya. Mereka pun berjalan mencari rumah makan. Namun sebelum mereka mencari rumah makan, Xixi berucap.
__ADS_1
"Nona, nona tunggu sebentar." Ujar xixi. Jelita pun menghentikan langkahnya.
"Ada apa xixi," ujar Jelita sambil berbalik.
"Nona sebaiknya nona pakek cadar, Lihat nona. Mata para lelaki jelalatan melihat Nona" ucap Xixi sambil menyerahkan kain cadar itu. Jelita mengedarkan pandangannya, benar saja. Semua pandangan laki-laki menuju kearahnya. Ada tatapan memuja, ada tatapan kekaguman, ada juga tatapan penuh dengan nafsu.
"Baiklah...." Jelita langsung memasang cadar hitam itu. Ia juga tidak ingin orang menatap nya seperti itu. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan mereka mencari rumah makan.
Mereka menemukan rumah makan anggrek. Mereka pun masuk kedalam rumah makan itu.
"Pelayan...." Panggil Jelita. Pelayan itu pun bergegas menyambut kedatangan tamu rumah makan itu.
"Ada toco ?. "tanya Pelayan itu bingung. ( apa itu toco ?) Ujar pelayan itu dalam hati dan juga dengan expresi bingung nya.
" nona, sepertinya tidak ada..." Ucap Pelayan itu dengan sopan.
"Ah... Baiklah, ayam panggang saja, dan juga ayam goreng, tambahkan nasi putih 4 porsi." Ujar Jelita. Pelayan itu pun mengangguk.
"Baiklah nona, tunggu sebentar." Ujar Pelayan itu bergegas menyiapkan pesanan Jelita.
Tak menunggu lama, pesana mereka datang.
__ADS_1
"Silahkan pesanannya Nona." Ucap pelayan itu sambil menghidangkan makanan di atas meja.
"Terimakasih...." Ucap Jelita sambil tersenyum kearah pelayan itu. Pelayan itu tersentuh. Belum ada yang mengucapkan kata terima kasih padanya. boro-boro mengucapkan kata terima kasih, yang di dapat hanyalah cacian dan hinaan. Ia membungkuk dan tersenyum.
"Sama-sama nona." Ujarnya dan berlalu pergi. Selepas kepergian pelayan itu, mereka pun makan.
"Ayo makan makan..."ujar Jelita mempersialahkan mereka makan.
"Maaf nona, tapi kami tidak pantas makan bersama nona." Ujar lili merasa tidak enak. Jelita terkejut.
"Kata siapa kalian tidak pantas. Cepat makan, atau kalian tidak perlu mengikuti ku lagi." Ujar Jelita mengancam. Mereka bertiga ngacir langsung duduk dan makan bersama nonanya. Jelita tersenyum melihat tingkah laku mereka.
"Pelan-pelan. Jangan berebut...." Ujar Jelita santai. Para Pelayan tersenyum malu-malu atas kelakuan mereka. setelah jelita selesai makan. Datang lah saudari tirinya. Lira dan ira. Mereka menghampiri Jelita. Jelita melihat kedatangan mereka.
(Hais... lihatlah, dua ulat bulu datang. Akan ada drama apa nanti ya..) ujar Jelita dalam hati.
"Haih.... lihat lah Ira, kakak disini, ia sedang makan bersama pelayannya" Ujarnya kepada saudarinya ira.
" Kenapa tidak bilang kalau kakak ingin ditemani. Kakak bisa mengatakan pada kami untuk menemanimu makan," ujar lira pura-pura perhatian.
***
__ADS_1