
assalammualaikum... pembaca author yang cantik dan ganteng. kita cus lagi ya....🥰🥰
***
"apa maksud ratu mudah di bodohi,...?” Tanya ketua harimau itu.
“lah… kamu tidak tau, bahwa harimau itu mudah di bodohi oleh sikancil agar bisa terbebas. Hahaha…” ejek jelita bercanda dengan sekelompok hewan itu.
“hais…ratu jangan jangan katakana itu, bukan kami yang bodoh, tapi sikancil itu yang terlalu cerdik..” ucap harimau itu sambil menggaruk lehernya. ( anggap saja seperti itu ye,,,). Jelita kembali terkekeh, di ikuti oleh kedua saudara kembarnya.
“baiklah, sekarang jelaskan kenapa kalian bisa di hutan kematian ini ? dan seperti apa hutan kematian ini.?”Tanya jelita.
“ratu kami disini adalah sebagai penjaga hutan ini, kami juga masih punya atasan ratu. Kemudian hutan ini terdiri dari tujuh lapis, setiap lapis mempunyai kegunaan masing-masing untuk tempat para hewan dan tanaman herbal. Semakin kedalam, maka akan semakin kaya denga tumbuhan herbal dan hewan spiritual. Banyak yang datang ketempat in ratu, setiap  yang datang ke hutan ini, jika ia memiliki niat jahat, seperti merusak hutan atau berburu, maka kami akan membuat ia tersesat dan tidak akan kembali. Dan sebaliknya, jika ia datang tapi hanya untuk berlatih dan dengan niat yang baik, maka ia akan selamat tuan.” Jelas ketua harimau itu panjang lebar.
“hmmm… begitu…! Kalau begitu, kami bisa berlatih disini untuk beberapa saat ?”Tanya jelita. Sementara kedua kakaknya sudah menurunkan kewaspadaannya dan hanya mendengarkan jelita berbicara pada harimau itu.
“tentu saja ratu, ratu bisa berlatih disini kapanpun ratu mau, itu terserah ratu.” Ujarnya harimau itu lagi.
“mmm baiklah, tunjukan kepada kami tempat yang cocok untuk berlatih. “ ucap jelita kepada harimau itu.
“baiklah ratu, kita jalan melalui portal saja, kalau berjalan kaki kelamaan” ujar harimau itu.
__ADS_1
tanpa babibu jelita dan kedua kakaknya mengikuti sekumpulan harimau itu memasuki lingkaran portal itu. dalam sekejap mata, mereka sudah sampai kesebuah padang rumput yang luas yang banyak pepohonan rindang.
“wah… sangat sejuk dan indah…”kagum jelita dan kedua saudara kembarnya.
“iya adik, disini juga sangat padat energy QI” saat mereka sedang mengagumi tempat itu, atasan para harimau itu datang. Dan langsung bersujud di kaki jelita.
“ratu, akhirnya anda datang juga, saya sudah menunggu anda begitu lama ratu.” Uccap harimau putih itu sambil bersujud, harimau itu memeiliki dua sayap besar dan cerah di pundaknya.
“eh… harimau putih bersayap.” Ucapnya jelita heran.
“izinkan aku mengikutimu ratu ..!!” seru harimau itu. jelita melongo, apa maksudnya mengikutinya.
“jadikan aku hewan kontrakmu ratu, aku akan menjadi bawahanmu yang setia, apapun yang kau perintahkan akan saya laksanakan ratu.” Ucap harimau itu.
“haiyyah…. Kalau kamu mau mengikutiku, maka ikut saja, tidak perlu seperti itu. tapi sebentar aku Tanya alio dulu.” ucapnya. Jelita bertelepati pada alio.
“alio, apakah kamu kesepian. Butuh teman kah…?” Tanya jelita.
“kalau kucing betina, aku mau memel.” Ucap alio dengan riang gembira.
__ADS_1
“hehehe.. tapi sayangnya adalah harimau jantan.” Uucap jelita. Raut wajah alio langsung berubah.
“ya sudah, tidak perlu tuan. Aku tidak kesepian..” ucap alio sambil memanyunkan bibirnya. Jelita memutus telepati mereka.
“baiklah, kau boleh mengikutiku..” ucap jelita. Harimau itu terperangah, begitu mudahnya menjadi bawahan ratunya.
“ratu, apakah ratu tidak menanyakan apapun mengenai diriku…?” Tanya harimau itu.
“kenapa harus Tanya, jika kamu tidak bisa bertarung atau lemah, aku bisa melindungimu, jadi tenang saja.” Ucap jelita percaya diri. Harimau itu tersentuh dengan kata-kata ratunya walaupun dengan suara datar dan seadanya.
“baiklah ratu, hamba mengerti. Teteskanlah darahmu di dahiku ratu, dengan begitu aku resmi menjadi hewan kontrakmu ratu.” Ucapnya.
Namun jelita ragu untuk memperbudak para hewan itu, apa lagi ini menyangkut hidup dan mati. Melihat jelita yang ragu-ragu, harimau itu mendekat dan menggigit salah satu jari jelita dan membuat kontrak darah dengannya. Melihat itu jelita terkejut.
“apa yang kamu lakukan..?” ujar jelita.
“maaf hamba lancang ratu, tapi aku melihat keraguan di mata ratu… maafkan atas kelancangan saya.” Ujar harimau itu dengan menundukan kepalanya dalam-dalam.
“hais.. sudahlah. Aku hanya terkejut saja, maaf membuat mu takut. Sekarang aku dan kedua saudara ku ingin berlatih di tempat ini. Apakah boleh..?” Tanya jelita.
***
__ADS_1
hayo hayo, di tunggu kritik dan saran nya Teman-teman.