
Flashback
saat itu kaisar Roland baru pulang dari perbatasan Utara untuk menyelesaikan dan membantu meredam konflik yang ada di perbatasan itu. ia di sana selama 2 minggu. setelah pekerjaannya selesai, Ia pun dengan buru-buru kembali ke istana.
setelah ia kembali ke istana ia mulai membersihkan dirinya terlebih dahulu dan dibantu oleh istrinya. setelah selesai membersihkan diri Ia berniat ingin melihat cucu-cucunya itu.
"istriku, Aku ingin melihat cucu-cucu kita, Aku sangat merindukan mereka setelah kamu hehe 😁😁 Apa kamu mau menemaniku untuk menemui mereka sayang?" bujuk kaisar Roland sekaligus mengajak permaisuri rieta untuk berkunjung ke sana.
"boleh suamiku. kita bawa saja cucu-cucu kita main ke sini, lagi pula aku tidak ingin mengganggu menantu kita nanti dan setidaknya ia bisa beristirahat. Bagaimana suamiku ?"tanya permaisuri rieta kembali.
"ah..!! Itu ide yang bagus sayang. Baiklah ayo kita segera ke sana Aku sudah tidak sabar ingin melihat dan menggendong mereka, pasti mereka sekarang sedang merindukan kakeknya ayo cepat..." ucap kaisar Roland dan langsung bergegas menuju kediaman menantu dan putranya itu.
mereka tidak pergi sendiri, permaisuri rieta mengajak beberapa dayang juga untuk ikut bersamanya. tempat mereka tidak terlalu jauh jadi cukuplah dengan berjalan kaki selama 5 menit maka mereka akan sampai di kediaman kaisar Vikram dan permaisuri Melia.
dengan jalan yang agak tergesa-gesa sampai permaisuri rieta sendiri kewalahan mengimbangi langkah kaki kaisar Roland saat berjalan.
tak lama mereka sampai di depan kediaman itu tanpa menunggu lama mereka berdua langsung masuk ke dalam dan langsung berpapasan dengan Melia yang sedang kewalahan melihat betapa aktifnya anak-anak mereka itu.
"menantuku Apakah kami mengganggu ?" ucap kaisar Roland membuat Melia terkejut dan langsung memberikan hormat kepada keduanya.
"eh ayah ibu kenapa tidak bilang mau ke sini. salam Ayah salam ibu maafkan aku karena tidak memperhatikan keberadaan kalian.." ucap Melia sambil membungkuk hormat kepada kedua mertuanya.
permaisuri rieta terkekeh mendengar ucapan menantunya itu, sementara kaisar Roland ia sudah bergabung bersama cucu-cucunya.
"tidak apa menantuku, salah ayah dan ibu sendiri karena kami menerobos masuk ke dalam tanpa meminta izin pada pemilik kediaman."ucap permaisuri rieta dengan penuh lemah lembut dan perhatian.
Melia pun tersenyum melihat kelembutan Ibu mertuanya ini. sekejap mereka mengarahkan pandangan mereka kepada anak-anak di sana terlihat kaisar Roland yang bergabung dan bermain bersama dengan cucu-cucunya itu sangat senang dan bahagia ia mengikuti sifat ala-ala cucu-cucunya itu.( alias kekanak-kanakan)🤭🤭
"Melia Apakah kamu sibuk nak, biarkan Kami membawa mereka ke kediaman kami Dan kamu bisa beristirahat sejenak."ucap kaisar Rolan mengutarakan maksud dan keinginannya.
"ah.. Melia tidak sibuk ayah tetapi kalau ayah dan ibu ingin membawa mereka bermain di kediaman ayah dan ibu maka silakan saja asalkan anak-anak tidak merepotkan kakek neneknya."ucap Melia lagi tak kalah lembut dan pengertiannya.
__ADS_1
"hohoho.. tentu saja cucu-cucuku tidak akan pernah merepotkanku, berarti aku akan membawa mereka ke kediaman kami ya."ucap kaisar Roland lagi dan langsung mendapat persetujuan dari pemiliknya.
setelah mendapatkan persetujuan itu kaisar Roland dan permaisuri rieta pun memboyong keempatnya dan membawa mereka kembali ke kediaman mereka.
selang beberapa saat, kaisar Vikram kembali dari kesibukannya. kaisar Vikram disambut hangat oleh istrinya Melia setelah itu ia mengedarkan pandangannya bermaksud mencari keempat anak-anaknya.
"di mana anak-anak sayang..?" tanya kaisar Vikram kepada istrinya dan sambil terus mengedarkan pandangannya.
"Oh anak anak-anak saat ini sedang berada di kediaman ayah dan ibu, tadi siang mereka datang dan menjemput anak-anak tidak mungkin kan aku menolak keinginan mereka.."ujar permaisuri Melia.
"hais.. jangan bilang si Ayah itu memaksa untuk membawa anak-anak.."sungut kaisar Vikram.
Melia terkekeh ia tahu kaisar Vikram dan ayah mertuanya itu seringkali berebutan untuk memperhatikan serta memanjakan anak-anaknya itu, apalagi kaisar Vikram itu sangat protektif terhadap anak-anaknya.
"biarkan saja suamiku, lagi pula ayah dan ibu kan hanya sekali-sekali membawa anak-anak kediaman mereka seperti ini.."ucap permaisuri Melia memberi pengertian kepada suaminya.
"tidak bisa. anak-anak itu adalah milikku maka Ayah tidak boleh merampas mereka dariku...!! apapun yang terjadi harus aku duluan yang menjadi prioritas.."ucap kaisar Vikram.
*eh sama ayah saja cemburu apalagi nanti kalau istrinya main sama orang lain ya hahaha😆😆 bisa-bisa hangus ini dunia*
"ayah"seru kaisar Vikram sambil terus melangkah menuju ke arah mereka. kaisar Roland pun menegakkan kepalanya dan melihat putranya datang, kaisar Roland memicingkan matanya perasaannya mulai tidak enak.
"Ayah aku ke sini untuk menjemput keempat anak-anakku..!!"ucapnya dengan spontan dan seperti kesal terhadap ayahnya.
"enak saja, kamu main jemput-jemput saja.. kamu tidak lihat cucu-cucuku ini sangat senang berada di sini.?? Kamu pergi saja sana urus persoalan yang ada di istana kita Tidak usah mengganggu kami cepatlah pergi hushus.."ucap kaisar Rolan sambil mengibas-ngibaskan tangannya mengusir kaisar Vikram putranya itu.
"enak saja Ayah mengusirku seperti itu !! mereka adalah anak-anakku, seharusnya Ayah membujukku agar aku tidak melarang ayah bermain dengan mereka.."sungut kaisar fikram lagi tidak terima diusir oleh ayahnya itu.
"enak saja kamu, walaupun mereka adalah anak-anakmu tapi kalau bukan karena desakanku kamu pasti tidak akan mau menikah dengan cepat dan memberikan cucu yang imut-imut ini pada Ayah... itu semua atas andil Ayah dan kamu hanya sebagai aktor saja paham...!!"ucap kaisar Roland berkilah ia tidak mau mengalah pada putranya itu seperti biasa.
"cih enak saja Ayah berbicara seperti itu, Aku yang membuat mereka dan tentu saja aku yang berhak atas mereka enak saja Ayah mengatakan Ayah ikut andil..."ucap kaisar Vikram lagi.
__ADS_1
permaisuri Melia yang berada di belakangnya yang sempat menyusul suaminya itu pun mendengar obrolan mereka. ia mulai menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak habis pikir pasangan anak dan ayah itu benar-benar konyol, hanya karena memperebutkan sesuatu.
namun Ia sangat senang, karena keluarga ini ternyata hangat dan harmonis. tak hanya permaisuri Melia, permaisuri rieta pun ikut menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Putra dan suaminya yang memang sudah dari dulu seperti itu dan tidak pernah berubah.
"sudahlah suamiku Kenapa harus ribut-ribut seperti itu.."lerai permaisuri rieta.
"dengarkan itu Ayah, Ayah seharusnya mengalah pada anak. ucap kaisar fikran lagi merasa menang karena pembelaan ibunya.
"lihatlah itu Melia, suamimu benar-benar kekanak-kanakan sebaiknya tinggalkan saja dia..!!"ucap kaisar Rolan mempercandai menantu dan putranya itu.
"enak saja Ayah ngomong seperti itu. Ayah pikir mendapatkan menantu yang seperti itu mudah. sudahlah Ayah aku tidak mau berdebat dengan ayah lagi, aku ke sini datang untuk menjemput anak-anakku."ucap kaisar Vikram telak dan tak bisa diganggu gugat.
kaisar Vikram pun langsung memboyong ke-4 anak-anaknya itu. sementara kaisar Roland hanya menatap sendu kepergian cucu-cucunya. jujur saja ia sangat merindukan mereka. selama dua minggu berada di luar istana membuat rasa rindu itu tidak dapat terbendung.
"hai sudahlah ayah nanti ayah kan bisa bermain lagi dengan mereka, sebaiknya ayah istirahat saja dulu. Ayahkan baru kembali.. kami kembali dulu ayah mari ayah ibu salam.."ucap melia dan langsung pergi dari tempat itu.
flash of
"lah aku kan tidak salah, itu kan anak-anakku apa salahnya aku membawa Mereka pergi..."ucap kaisar Vikram pelan sementara yang lain hanya melihat kaisar Vikram mengedut-ngedutkan bibirnya saja.
"ayah Bagaimana keadaan Kak Jelita ? dan saudaraku yang lain. Apakah mereka baik-baik saja, soalnya mereka tidak ada kabar sama sekali bahkan tidak mengkonfirmasi mengenai undangan kami untuk menghadiri acara penyambutan ini yah.."katanya Melia kepada ayahnya.
"iya yah Apakah mereka baik-baik saja ? lalu bagaimana dengan kedua kakakku yang berada di perbatasan itu ? apakah mereka baik-baik saja? atau apakah mereka sudah menemukan jodoh atau bagaimana yah?"tanya Mira dengan antusias.
"hais... kalau soal saudara kalian jelita. ia tidak bisa datang karena masih mengurus Ibu mertuanya yang sedang sakit tiba-tiba. namun katanya walaupun tidak ada acara penyambutan atau acara lainnya ia akan usahakan datang berkunjung bersama suami dan anak-anaknya nanti. kalau untuk kedua saudara kalian yang berada di perbatasan mereka baik-baik saja hanya saja coba kalian bujuk kedua saudara kalian itu agar mau menikah."ucap jenderal Richard kepada kedua putrinya itu.
"hah apakah Jericho dan rayandi belum menemukan jodoh mereka?"tanya kaisar Roland kepada jenderal Richard.
"Iya Yang mulia, aku sudah berusaha untuk mengatakannya dan bahkan mati-matian untuk membujuk mereka membawakan aku menantu. Tapi tetap saja mereka mengatakan masih ingin sendiri dan belum menemukan perempuan yang cocok."jelas jenderal Richard lagi. sejenak kaisar Rolan memikirkan nasib kedua putrinya itu.
"Maaf kalau saya lancang jenderal. Bagaimana kalau kedua putramu yang belum menikah itu diperkenalkan dengan kedua putriku ini."ucap kaisar Rolan sambil menunjuk kedua putrinya yaitu lili dan Raisa. yang ada di sana pun sontak terkejut dengan penuturan ayahnya itu.
__ADS_1
*** bersambung***