
"Eh Apakah tidak apa-apa yang mulia, Saya tidak ingin memaksa kehendak anak-anak dan juga para tuan putri ini untuk menikah dengan anak-anakku nanti. jika mereka mau. maka silakan saja kita memperkenalkan mereka. Saya juga setuju untuk memperkenalkan mereka."ucap jenderal Richard sontak membuat kedua gadis itu tersipu malu.
mendengar persetujuan jendral Richard, kaisar Roland kembali mengarahkan pandangannya kepada kedua putrinya itu.
"hehehe lalu bagaimana dengan kalian, apakah kalian mau mengenal para tuan muda itu?"tanya kaisar Roland kepada kedua putrinya.
tentu saja kedua putrinya itu mau karena laki-laki dari keluarga jenderal Richard itu sudah dikenal baik dan bertanggung jawab. jadi tidak ada alasan untuk Mereka menolak laki-laki yang baik untuk mendampingi mereka.
"tentu saja ayah... kami setuju. tapi, tetap harus Tanya kan juga kepada kedua tuan muda itu.. takut nya mereka tidak mau ayah.." ucap salah satu dari mereka mewakili.
mereka berdua setuju, namun tetap saja dalam kode etik, mereka tidak bisa memaksakan kehendak mereka sendiri jika seandainya kedua pemuda itu tidak mencintai mereka atau tidak menginginkan terjadinya perjodohan ini.
"tunggu apa lagi jenderal cepat berikan kabar kepada kedua putramu untuk segera kembali ke kota dan kita perkenalkan mereka dan jadi besan kembali... hehehe...."ujar kaisar Roland sambil tertawa bahagia.
"hohoho... baiklah, dengan senang hati yang mulia.." ujar jendral Richard.
pembicaraan mereka itu sontak membuat melia dan Mira menggeleng-gelengkan kepalanya, bukan mereka tidak setuju tapi mereka cukup lucu melihat ekspresi kedua orang tua itu.
****
malam harinya tiba-tiba melia dan Mira bermimpi secara bersamaan. karena itu memang bukan mimpi melainkan kenyataan.
di dalam mimpi mereka tersebut kakek Damian datang menghampiri mereka, ia mengatakan kepada keduanya untuk mengirim kedua cucu perempuannya itu menemuinya di hutan kabut tersebut.
ia akan mendidik kedua cucu perempuannya itu seperti ia mendidik kedua orang tua mereka saat mereka masih berada di dunia modern.
__ADS_1
saat itu juga permaisuri Melia langsung terbangun dari tidurnya dan juga sukses membuat suami atau kaisar fikran pun ikut terbangun.
"Ada apa sayang ? apa kamu membutuhkan sesuatu ?"tanya kaisar Vikram kepada istrinya. Melia mengalihkan pandangannya kepada sang suami kemudian ia menggelengkan kepalanya.
"tidak suamiku, tetapi aku baru saja bermimpi bahwa kakek Damian menemuiku dan mengatakan untuk menyerahkan anak perempuan kita kepadanya agar dididik selama setahun, bukan hanya itu ia juga meminta Gisel anak perempuan dari Kak Mira."jelas permaisuri Melia.
kaisar Vikram mengerikan keningnya ia tidak mengerti dengan maksud istrinya mengatakan seorang kakek Damian. karena selama ini kaisar Vikram belum mengetahui bahwa Melia memiliki seorang kakek.
"Apa maksudmu sayang, sejak kapan kamu memiliki seorang kakek?"tanya kaisar Vikram heran.
Melia pun kemudian ingat, bahwa selama mereka hidup. ia belum pernah menyinggung tentang kakek Damian yang menjadi kakek angkat mereka semasa hidup di dunia modern.
"tenanglah suamiku kakek Damian adalah orang baik. Kami memang tidak punya kakek, tapi aku memiliki kakek angkat yaitu kakek Damian. ia meminta aku untuk mengantarkan kedua cucu perempuannya itu untuk belajar padanya. sementara untuk cucu laki-lakinya dia menyerahkannya kepada kita karena laki-laki itu bisa mencari pengetahuannya sendiri Sementara untuk anak perempuan mereka harus dilindungi dan harus diperkuat mungkin karena itu alasannya Kakek datang ke dalam mimpiku dan mengatakan hal itu."jelas melia.
kaisar Vikram pun sudah Tidak berkomentar apa-apa lagi. iya percaya pada istrinya, asalkan ia dapat melihat seperti apa kakek Damian itu. karena ia adalah seorang ayah, tidak mungkin ia menyerahkan kedua putrinya itu untuk belajar dengan orang yang tidak ia kenali.
"Baiklah suamiku aku akan mempertemukanmu kepada kakek Damian, saat kita nanti mengantarkan anak-anak."ucap permaisuri Melia lagi.
"Baiklah kalau begitu, Apakah kamu masih ada tamu bulanan?"tanya kaisar Vikram dengan hati-hati permaisuri Melia yang mendengar penuturan suaminya itu tersenyum tentu saja ia Paham maksud dari pertanyaan suaminya.
"sabarlah suamiku itu tidak akan lama lagi palingan tinggal dua hari..."ucap permaisuri Melia.
kaisar Vikram yang mendengar penuturan istrinya itu menjadi tidak bersemangat 2 hari untuknya bukanlah waktu yang singkat.
"ternyata masih lama sayang, aku pikir besok aku sudah bisa melakukannya hah..."ujar kaisar Vikram dan langsung merebahkan tubuhnya di atas peraduan kembali secara kasar membuat permaisuri Melia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya itu.
__ADS_1
***
di tempat lain juga Mira memimpikan hal yang sama. di mana, kakek Damian datang menemuinya dan mengatakan Untuk mengantarkan putrinya Gisel agar bisa belajar padanya.
mengenai hal itu, Mira pun langsung membangunkan suaminya dan mengatakan perihal itu pada suaminya. ia pun hanya mengatakan setuju asalkan ia dapat bertemu dan yakin terhadap kakek Damian itu. penuturan itu pun sama halnya dengan penuturan kaisar Vikram.
"sayang kau membangunkanku hanya untuk mengatakan hal itu? tidak tahukah kamu bahwa di bawah sana sudah bangun kembali maka kamu harus bertanggung jawab menidurkannya kembali.." ucap pengawal bayangan David dan langsung menerjang sang istri.
"hais... kau ini, bukankah tadi kita baru melakukannya.. sekarang kamu ingin melakukannya kembali... kamu ingin benar-benar punya tenaga 100 kuda..."protes Mira.
namun sang suami tidak mendengarkan keluhan istrinya, karena sudah terbiasa dengan hal itu. walaupun Mira mengatakan hal itu, Ia juga tetap akan melayani suaminya. maka saat itu juga terjadilah sesuatu yang harus terjadi.
*pelan-pelan ya vid jangan sampai roboh di tempat tidur*
*Iya tor aman Aku ingin membuat adonan lagi agar aku bisa menciptakan kembar 4 seperti kaisar Vikram*
*sudahlah tur Kami mau lanjut ini sudah di ujung hehehe... jangan lupa tutup mata ya tor biar nggak kelihatan*
****
di kediaman Gisel dan anabella mereka juga memimpikan hal yang sama. yaitu didatangi oleh seorang kakek-kakek yang masih berwajah tampan.
ia terlebih dahulu memperkenalkan dirinya dan menyambut kedua cucunya itu, dia mengatakan kepada keduanya untuk segera datang menemuinya di hutan kabut bersama dengan orang tua mereka.
karena dia akan menjadi guru mereka selama setahun nanti.
__ADS_1
setelah mengatakan hal itu keduanya pun langsung terbangun, walaupun di tempat yang berbeda. maksudnya, di kediaman masing-masing ye. jangan mikir yang tidak tidak, ini cerita baru aja mulai. 🤭 ngak lucu kalau uda beda alam... hehehe.😁😁
***bersambung***