nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 37


__ADS_3

"tentu saja boleh ratu, tempat ini adalah milik ratu.” Ujar harimau itu.


“mmm, baiklah. Oh ya namamu siapa ? dari tadi aku belum mengetahui namamu.” Tanya jelita lagi.


“hamba tidak memiliki nama ratu, jika berkenan berikanlah nama kepada hamba ratu.”ucap harimau itu. jelita mengelus dagunya sambil berpikir.


“mmmm… baiklah, aku akan beri namamu si putih. Karna kamu berwarna putih, bagaiman.?” Tanya jelita.


“terima kasih ratu.” Ucap si putih.


“baiklah, kamu sebaiknya tunggu disini dulu, kami ingin berlatih kultivasi.” Ucap jelita dan diangguki oleh siputih.


Mereka bertiga pun mulai mengambil tempat dan duduk membentuk posisi lotus, mereka menyerap energy Qi yanag ada di tempat itu.

__ADS_1


satu hari, dua hari, tiga hari, dan bommm…. Terdengar ledakan kecil dari tubuh jelita, ia menerobos ke tahap surgawi dengan level sempurna.


Akhirnya seminggu sudah mereka berlatih dan meperkuat kultivasi mereka, dan menyudahi latihan itu. sementara kedua kakaknya sudah menyempurnakan tingkat kultivasi mereka yang dulunya tingakat semesta level tiga sekarang tingat semesta level sempurna.


Mereka menyudahi latihan mereka. Jelita membuka matanya, disana ia melihat kawanan harimau masih setia menunggunya. Jelita dan kedua saudaranya beranjak dari tempat duduk mereka dan menghampiri para harimau itu.


“kami sudah menyudahi latihan kami, dan kami akan keluar dari hutan ini, kalian akan tetap berada di hutan ini, dan menjaga hutan ini dari manusia-manusia serakah. Dan kamu putih, kamu akan ikut bukan ?” Tanya jelita pada si putih.


“tentu saja ratu..” ucapnya.


“bagaimana kak, apa kita langsung pulang ? kalau menurut jelita, alangkah baiknya kita pergi ke desa **** untuk bertemu dengan ibu liora, aku merindukannya.” Ucap jelita denga sayu dan rasa rindu dihatinya. Karna semenjak ibu mereka sakit, selir lioralah yang merawat dan mengasuh mereka.


“baiklah dek, kakak juga ingin bertemu dengan ibu liora, mereka sudah lama tidak pulang, mudah-mudahan mereka bai-baik saja.” Ucap reynal. Setelah sepakat. Mereka bertiga berjalan keluar dari hutan kematian, saat ini mereka berada di lapisan paling dalam hutan kematian. Sebelum mereka pergi, jelita memanen tumbuhan-tumbuhan herbal yang langkah untuk dijadikan obat. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke desa ****.

__ADS_1


Di tengah perjalanan mereka, mereka mendengar ada yang bertarung dari kejauhan. Karna penasaran jelita dan kedua kakaknya mendekat kearah pertarungan itu, mereka melihat tiga orang yang terkepung sudah kehabisan tenaga, sementara salah satu dari mereka sudah terluka, mereka berdua berusaha untuk melindungi laki-laki bertopeng itu. karna sepertinya mereka akan kalah, jelita pun turun tangan membantu mereka.


“berhenti….!!” Ujar jelita sambil terbang kearah mereka dan di susul oleh kedua kakaknya. Mereka mendarat disamping ketiga pemuda itu.


“memalukan sekali..!! apa kalian tidak tau etika dalam pertarungan, jika lawan sudah tidak berdaya, kalian sudah tidak boleh mengangkat pedang lagi padanya.” Ucap jelita dengan santai. Sementara kedua kakak jelita membantu pria bertopeng itu untuk keluar dari kerumunan itu, mereka memapah lelaki itu.


“heh… siapa kau anak kecil, kau jangan ikut campur urusan kami,,, sebaiknya kau menyerahkan dirimu untuk kamu nikmati.. hahaha” ucap salah satu dari penjahat itu sambil tertawa senang.


“kalau kau bisa selamat dari maut mu, maka kau boleh menikmati tubuhku,,heh,,,” ucapnya tersenyum miring. Tanpa menunggu reaksi apapun, jelita langsung membereskan mereka semua hanya dalam hitungan detik dan tak bersisa satupun dari penjahat itu.


ketiga pria yang mereka tolong itu tercengan. Siapa gadis ini, para pembunuh ini berada di tingkat menengah tingkat angin level 5, namun dikalahkan begitu mudah, dan bukan hanya mereka saja yang terkejut, kedua saudara kembarnya pun terkejut, karna mereka belum mengetahui seberapa kuat jelita.


Jelita berjalan mendekat kearah mereka. Jelita melihat mereka dalam keadaan bengong dan tampak ekspresi terkejut di wajah mereka. Jelita pun mengagetkan mereka.

__ADS_1


“apa yang kalian lihat..”Tanya jellita. Mereka terkejut dan menormalkan sikap mereka.


***


__ADS_2