nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 66


__ADS_3

mari kita cus..❤️❤️


****


"baiklah, nona. Semua sudah baik-baik saja bukan. Aku ingin kembali untuk beristirahat. Lagi pula si putih juga harus merasaka kelelahanku..” ucap alio.


“baik, kembalilah alio. Dan juga terimakasih atas pertolonganmu menjaga mira dan juga memanggil jiwanya.” Ucap melia.


“tidak perlu sungkan tuan. Ini sudah menjadi tugas hamba..kalau begitu saya undur diri tuan..” ujar alio dan langsung menghilang. Setelah itu, melia kembali menatap jerico walau bagaimana pun juga, jerico pasti masih merasa terpukul atas kejadian yang menimpa adiknya.


“jerco, jangan terus bersedih. Ingat adik mu juga ingin melihat kamu bahagia, dan dia juga sudah bahagia disana…” ujar melia menasehati jerico. Jerico hanya mampu mengangguk tanpa mengeluarkan suaranya.


“baiklah kalau begitu, kakak temanilah jerico disini sambil kakak mengembalikan kesehatan kakak. Sepertinya aku harus pergi dulu, ada beberapa urusan yang harus ku urus.” Ucap melia.


“kau akan kemana melia,…?” Tanya mira dengan cemas.


“aku tidak lama kak, kakak tidak perlu khawatir. Sebelum kita kembali kekediaman jendral, aku harus menyelesaikan tugasku dulu.” Ucap melia dan langsung menghilang saat itu juga.


“anak ini, dari awal sampai akhir sangat keras kepala..” ujar mira. Kemudian ia beralih menatap jerico. Ia membantu jerico untuk bangun dan memapahnya duduk di atas tempat tidur.


“istirahatlah dulu kak, agar semua rasa sedih mu berkurang…” ujar mira. Dan membantu membaringkan jerico dan menyelimutinya, jerico pun berusaha untuk menstabilan perasaannya agar ia terlelap dan besok mau tidak mau, ia harus menerima kenyataan tenang adiknya. Pelan-pelan, matanya mulai menutup dan akhirnya terlelap. Mira yang melihat hal itu juga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh jerico.


***


Sementara di tempat lain, kaisar vikram saat ini sedang merasakan kegalauan. Ia sudah seminggu di wilayah barat ini, namun tidak pernah sekali pun melia datang menjumpainya. Ia sudah mengerahkan pengawalnya untuk mencari, namun mereka tidak berhasil menemukannya. Karena sebelumnya, melia menggunakan araya pelindung untuk tempat tinggalnya, kerena  itu mereka susah untuk menemukannya.


“sedang apa malam-malam di luar, seorang pemimpin itu seharusnya berada di bawa bayang-bayang pengawalnya..” sindir melia tiba-tiba. Kaisar vikram sontak berbalik mendengar suara yang tidak asing di telinganya.

__ADS_1


“sayang, kenapa baru datang sekarang..?aku sangat merindukanmu tau…!!” ujarnya dengan manja. Ia berdiri dan merangkul melia dengan posesif. Melia tersenyum melihat kelakuan kaisar vikram.


“baiklah-baiklah…” ujar melia melepaskan peluka kaisar vikram. “ bagaimana dengan keadaan disini, apa kau sudah berhasil menyelesaikan konflik disini..?” Tanya melia. Mendengar pertanyaan melia, kaisar vikram memanyunkan bibirnya.


“kamu ya, datang-datang bukannya menanyakan kabar calon suami kamu dulu, malah bertanya tentang keadaan wilayah ini..!!” ujarnya sedikit mengambek. Melia terkekeh.


“oh.. tentu dong yang mulia. Memangnya kamu tidak ingin kita menikah dengan cepat. Padahal aku sudah bersediah loh, menikah dengan kamu setelah masalah ini selesai..!! tapi kalau tidak mau, juga tidak papa” ujar melia, menggoda kaisar vikram. Mendengar ucapan melia, Kaisar vikram cepat-cepat merubah moodnya. Ia kembali menatap melia.


“jadi, setelah masalah ini selesai, kita akan menikah..!!” ujar kaisar vikram dengan mata berbinar. Melia menggelengkan kepalanya, ia tidak habis pikir dengan seorang kaisar yang di katakan kejam, namun sangat lucu di depan matanya.


“ya tentu saja, dan itu tergantung dengan kamu….” Ujar melia. Kaisar vikram pun melingkarkan tangan kirinya di pinggang melia dan menariknya sampai menempel ke dada bidangnya. Mendapat perlakuan seperti itu, jantung melia berdetak sorot mata mereka bertemu, melia melihat sorot mata kaisar vikram yang menatapnya penuh dengan kerinduan.


“aku merindukan mu sayang…” lirihnya. Kaisar vikram tanpa babibu, langsung menyatukan bibir mereka, kaisar vikram berusaha memberikan sensansi hangat di bibir munggil itu, ia melakukannya dengan lembut, mendapat perlakuan seperti itu, melia juga tidak mau kalah. Melia melingkarkan tangannya di leher kaisar vikram. Dan mulailah mereka melepas rindu di malam itu.


Karena belum merasa puas, kaisar vikram menggendong melia ala bridal style dan membawanya masuk kedalam kamarnya dan meletakan melia pelan diatas peraduan. Kaisar vikram kembali menghujani bibir munggil itu lagi dengan bibirnya, hisapan-hisapan yang dulunya lembut, kini berubah menjadi hisapan yang penuh dengan hasrat yang mendalam.


Mendengar suara yang bikin bulu kuduk berdiri, kaisar vikram menjadi bersemangat. Tangannya mulai meraba-raba bagian tubuh sensitive melia, dan melia sama sekali tidak berniat untuk menghentikannya. Tangan itu menjelajah sampai akhirnya berhenti di sebuag gunung kembar dan mulai bermain disana. Ia memijat pelan gunung itu, namun karena masih terhalang dengan kain, kaisar vikram pun mencari jalan untuk bisa menyusup kedalam hanfu itu.


Setelah menemukan jalan, kaisar vikram langsung menyibakkan kain itu dan tampaklah dua gunung kembar yang menantang itu. kaisar vikram mulai memutar, menjilat dan sekali-kali menarik ujung pipet itu. ******* melia semakin membuat resah. Walau pun begitu, mereka hanya bisa memuaskan diri dengan adanya kain pembatas diantara mereka. Ya seperti biasa, belum halal hahah….


***


Ke esok harinya, melia mulai membantu kaisar vikram untuk memberikan bebeapa informasi tentang penyerangan atau pemberontakan di wilayah selatan ini. Dan kemudian kaisar vikram dan seluruh bawahannya akan menyelesaikan perkara itu.


Setelah itu, melia kembali ketempat persembunyiannya. Disana ia melihat jerico dan mira sedang duduk berdampingan, sepertinya mereka baru selesai melaksanakan latihan fisik. Tentu saja latihan fisik, kakaknya melati sangat suka denga latihan fisik setiap hari, karena itu dapat membantu kelenturan tulang dan kelincahan dalam melakukan penyerangan. Melia pun menghampiri mereka dan bergabung bersama mereka.


“bagaimana kondisi kamu jerico. Apakah hati mu sudah aman…?” gurau melia dan berhasil mendapat tepukan sayang di punggungnya.

__ADS_1


“kau ini, datang-datang langsung menanyakan hal itu. mm kamu dari mana mel, kenapa baru kembali..?” Tanya mira melihat wajah adiknya itu.


“mm.. aku habis pergi membantu kaisar vikram untuk menyelesaikan masalah di wilayah ini. Tidak lama lagi akan selesai, setelah itu, kita kembali kekerajaan purnama, walaupun tidak bisa masuk kedalam kediaman itu, setidaknya aku dapat melihat jendral Richard dan keluarganya dari jarak jauh. Memastikan kalau mereka baik-baik saja.” Ujar melia. Dan langsung di repon oleh jerico.


“ayah pasti baik-baik saja..” ujarnya lirih. Tidak dapat ia pungkiri, sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan ayahnya, ada rasa rindu berat Dalam hatinya serta perasaan mencemaskan keluarganya. Seolah virasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu dengan keluarganya itu.


“oh ya, kakak dan jerico sudah makan..?” Tanya melia. Mereka menggelengkan kepala.


“belum..” jawab mereka serempak.


“baiklah, bagaimana kalau kita masak kak. Aku sudah lama tidak memasak denganmu..!!” ujar melia. Mira pun tersenyum.


(ok yah teman-teman, sekarang melati yang ada di dalam tubuh mira, kita panggil saja dengan nama pemilik tubuh, yaitu mira.)


“yasudah, ayo kita masak..!!” ujar mira. Mereka pun beranjak, sebelum mereka pergi. Jerico bersuara.


“mm tunggu dulu” ucapnya. mira dan melia pun berhenti, dan melihat kearah jerico.


“ada apa kak. Apa ada yang kamu butuhkan..?” Tanya mira. Jerico mendekat.


“boleh tidak. Aku menjadi bagian dari kalian.” Ucap jerico. Melia dan mira saling tukar pandang.


“maksudnya apa kak,?” Tanya mira lagi.


“aku ingin juga di panggil kakak oleh melia. Secara kan, kakak kamu sudah jadi adikku..” ujar jerico denga menundukan kepalanya. Mendengar hal itu, tentu saja melia menjadi senang. Karena ia juga ingin memiliki seorang kakak laki-laki. Tanpa aba-aba, melia langsung memeluk tubuhnya dan tersenyum senag.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2