nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 44


__ADS_3

lira berharap dapat memikat Kaisar Vikram yang dingin itu, namun sedikitpun kaisar itu tidak menoleh ke aranya. Itu yang membuat lira menjadi geram. Setelah prosesi menari lira selesai, lira kembali memberikan hormat. Semua yang hadir di tempat itu bertepuk tangan atas tarian yang sangat mempesona itu.


“terima kasih nona lira, tarian mu sungguh sangat indah dan bagus..” ucap Raja rolan. Tentu saja pujian itu membuatnya besar kepala.


“terima kasih atas pujiannya yang mulia, namun saya ini belum ada apa-apanya dibandingkan denga kakak saya jelita.” Ucapnnya sambil tersenyum sinis, dan melihat kearah jelita.


( oh god, drama apa lagi ini..) batin jelita. Ia menebak bahwa Lira pasti sedang menantangnya.


“oh.. begitukah…!! kalau begitu, Saya ingin melihat bakat yang dimiliki oleh nona jelita, apakah nona jelita tidak keberatan ?” Tanya Raja Rolan sambil mengarahkan pandangan pada jelita.


Jelita berpikir sejenak, sebenarnya ia malas mengikuti permainan adiknya ini. Tapi jika ia tidak berpartisipasi, maka akan mempertarukan nama baik ayanya yang di cap memiliki putra dan putri yang tidak berguna. Melihat jelita diam, jendral Richard paham, pasti anaknya tidak bisa melakukan apapun, jendral Richard berdiri.


“mohon maafkan saya yang mulia raja, jika saya lancang. Biarkan putri_..” ucapan jendral Richard terpotong.


“baiklah saya akan menampilkan bakat yang saya miliki..” ujar jelita, sontak membuat semua yang ada di aula itu riuh dan ricu. Banyak di antara para bangsawan yang mencemoohnya.


“lihatlah… apakah ia akan memberikan hiburan gratis kepada kita..?” ucap salah satu bangsawan itu dengan kata sindiran.


“apakah ia akan membuat keluarga militer malu lagi..?” ucap yang lain. Dan masih banyak lagi kata-kata sindiran yang ditujukan padanya. Jendral Richard melihat putrinya, namun sang putri hanya memberikan senyum manis pada ayanhnya. Jelita pun berjalan maju ketengah aula. Dan memberi hormat pada Raja Rolan.


“maafkan hamba yang mulia, penampilan hamba mungkin tidak akan sebagus peampilan adik hamba, namun hamba akan tetap menampilkan bakat hamba. Mohon di maklumi saja yang mulia..”ucap jelita dengan rendah diri.

__ADS_1


“baiklah nona, silahkan di lanjutkan..” ujar Raja Rolan. Jelita pun mengambil posisi duduknya ( see dia duduk di kursi ya, bukan duduk lesehan ) ia mengeluarkan gitar dari ruang dimensinya. Yang hadir disana bertanya-tanya, alat apakah itu..?


Jelita mulai memetik gitar itu, dan mengeluarkan alunan yang merdu yang asing ditelinga mereka. Semua yang ada disana terdiam untuk mendengarkan dan menyaksikan penampilannya. Ia menyanyikan lagu ayah dari ebit. Sebelum ia benar-benar memulai penampilannya. Ia terlebih dulu menggunakan kata sambutannya..


“hm.. sebelum saya memulai penampilan saya. Ada beberapa kata yang ingin saya sampaikan. Saya akan bermain music dan menyanyi dengan judul AYAH. Lagu ini, khusus kupersembahkan untuk ayahku yang tercinta. Aku juga ingin mengatakan, ayah kami mencintaimu, terimakasih untuk semua pengorbanan yang ayah berikan untuk kami. Ayah ketahuilah, hidup kami akan terasa kosong tanpa kasih saya ayah, perjuangan ayah selama ini membuka mata hati kami, bahwa ayah benar-benar ada untuk kami. Ayah tidak ada yang bisa menyaingi kasih sayangmu, terimakasih ku pada dewa, karna memberikan aku kesempatan untuk merasakan betapa tulusnya cintamu untuk kami. Sekali lagi, terimakasih ayah…” ucap jelita dengan perasaan harunya.


Jendral Richard sangat tersentuh dengan pidato singkat untunya, ia pun tidak kuasa menahan air matanya, ia mengingat betapa anak-anaknya dulu terpuruk karna di kucilkan oleh lingkungan sekitarnya, namun ia tidak menyangka bahwa putrinya sudah akan sedewasa ini.


Tidak hanya, jendral Richard saja yang tersentuh, namun semua yang hadir disana benar-benar merasakan perasaan tulus yang di utarakan itu. para orang tua yang hadir disana merasakan apakah mereka sudah menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak mereka, apakah mereka sebagai orang tua sudah benar dalam memberikan kasih sayang untuk anak-anak mereka.


Namun pikiran mereka itu dipatahkan, tatkala suara gitar jelita memecahkan keheninga. Jelita mulai bernyanyi.


Liriknya..


Benturan dan hempasan terpahat… di keningmu…


Bahumu yang dulu kekar,


legam terbakar matahari..


Kini kurus dan terbungkuk..

__ADS_1


hmmm…


Namun semangat tak pernah pudar,


meski langkah mu


kadang gemetar kau tetap setia..


Reff..


Ayah,,.. dalam hening sepi ku rindu..


Untuk… menuai padi milik kita,


Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan


anak mu sekarang banyak menanggung beban…


***bersambung***


jika ada saran dan kritik dari kawan-kawan, silahkan ketik di kolom komentar ya....

__ADS_1


di tunggu...😘😘


__ADS_2