nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 46


__ADS_3

ruangan keluarga jendral Richard. Terlihat beberapa orang saling berpelukan saling melepas rindu. Ya tentu saja itu selir liora dan nyonya chatrine. Sementara duo ulat bulu mereka memilih untuk langsung kekediaman mereka.


“apa yang terjadi selir liora ? kenapa tidak memberi kabar kesini. Taukah kamu bahwa kami semua menghawatirkan kalian. Dan juga kalian ( nyonya catrine beralih menatap ketiga anaknya itu) kalian sudah janji pada ibu akan kembali sebelum perayaan digelar, tapi nyatanya kalian membuat ayah dan ibu khawatir.” Ujar nyonya catrine pura-pura marah kepada ketiganya. Selir liora terkekeh melihat tingkah nyonya catrine. Melihat ibunya marah begitu. Jelita pun inisiatif mendekat kearah ibunya.


“haiyyah… ibu jangan marah begitu, kami tidak sengaja bu… habis kami menikmati pertualangan kami. Karna setelah itu, kami sadar bahwa kami tidak akan bisa jauh lagi dari ibu..” bujuk jelita. Nyonya catrine beralih menatap jelita. Dengan cepat ia memeluk putrinya.


“kalian membuat ibu khawatir, hampir saja ibu akan menggantung ayah kalian..” ucapnya, sontak membuat jendral Richard terbatuk-batuk.


“huk..huk..huk.. kenapa jadi aku istriku, kan yang berulah anak-anakmu.” Ucap jendral Richard sambil mencuri-curi pandang.


“itu karna kamu mengijinkan mereka pergi..!!’ serunya sambil berdiri dan berdecak pinggang. Mereka  terkekeh.


“sudahlah bu, kalau ayah di gantung, nanti kami tidak punya ayah lagi… dan juga kalau ibu marah-marah, nanti cepat tua. Noh.. keriput nya sudah terlihat.” Canda jelita. Semua yang hadir disana pun tertawa. Sementara nyonya catrine menjadi malu.


“yaa…. Kan ibu sudah tua, makanya keriput. Masak itu saja tidak tau..” ucapnya dengan suara yang di buat imut. Melihat tingkah istrinya jendral Richard bersuara.


“ingat umur…” serunya. Baik jelita, nyonya catrine mereka kembali tertawa karna mendengar penuturan ayahnya.

__ADS_1


“oh ya, coba ceritakan apa yang terjadi dengan mu dan pramuga selir liora..?”ucap jendral Richard. Semuanya kembali dalam mode serius, begitu juga dengan nyonya catrine. Selir liora mengubah tatapan matanya.


“ jadi…saat kami sedang berjalan menuju desa ****, segerombolan orang yang berpakaian serba hitam dengan penutup wajah menghadang jalan kami. Yang menyebabkan terjadinya perlawanan antara kami.”


kilas balik kisah


tiba-tiba kereta berhenti.


“ada apa pak kusir..?” Tanya selir liora.


“ada yang menghadang jalan kita nyonya.” Ucap kusir itu.


“mau apa  kalian menghadang jalan kami..?” Tanya pramuga. Bukannya menjawab, Mereka malah tertawa. “apa yang kalian tertawakan. Kalian kira saya sedang melawak..” ucapnya lagi.


“kami datang sebagai malaikat maut mu dan ibumu..” ucap salah satu dari komplotan itu dengan nada sombong. Karna mereka tau, bahwa semua putra jendral Richard lemah dalam berkultivasi. Tanpa banyak bicara lagi, komplotan itu menyerang pramuga dan para pengawal itu, banyak di antara mereka yang terkena serangan itu.


Pramuga berusaha untuk menghalau serangan itu agar mereka tidak mendekati ibunya. Namun tetap saja, ia masih kalah jauh dari mereka. Pramuga terkena beberapa sayatan pedang dalam tubuhnya. Saat pramuga sudah pasrah dan tak memiliki tenaga. Tiba-tiba ada yang datang membantu mereka. Tiga orang pemuda tanpa dikenali wajahnya datang memberikan pertolongan dan membunuh semua komplotan itu tanpa bersisah. Dan singkat cerita, mereka sampai di desa **** dan segera memberikan pertolongan pertama.

__ADS_1


Selir liora berpikir, mereka akan kembali kalau pramuga sudah sembuh. Namun semakin hari kondisinya semakin memburuk sehingga selir liora pun ikut jatuh sakit karena selalu menjaga putranya itu. sampai akhirnya jelita dan kedua saudaranya datang menemui mereka.


Berakhir..


“begitulah tuan. Kami diserang dengan tiba-tiba sehingga menyebabkan pramuga sakit, tapi untungnya nona jelita dan kedua tuan muda datang ke desa **** dan menolong pramuga.” Ucap  selir liora sambil mengusap air matanya.


“kurang ajar… ternyata ada yang berani mengusik keluargaku..” ucap jendral Richard dengan datar. Raut wajahnya pun berubah.


“dan apakah ayah tau, ternya kak muga juga keracunan yah, dan jenisnya sama dengan kedua kakak kembarku.” Timpal jelita. Penuturan itu tentu saja membuat jendral Richard tampah menakutkan. Udara di ruangan itu pun jadi dingin dan hening, melihat itu, nyonya catrine menghampiri suaminya.


“jangan gegabah suamiku, pelan-pelan saja. Aku yakin pelakunya di sekitar kita..” ucapnya sambil mengelus punggungnya menenangkan. Jelita terkejut mendengar penuturan ibunya. Ia membatin.


( apa ibu mengetahui sesuatu ya,,) batin jelita.


Mendengar penuturan nyonya catrine, jendral Richard mengalihkan pandangannya kearahnya, dan  begitu juga dengan yang lain.


“maksudmu apa istriku ? apakah kamu mengetahui sesuatu ? apakah ada penjahat di kediaman jendral ini.? “ Tanya jendral Richard tidak sabaran.

__ADS_1


“jika ada, maka mereka tidak akan selamat..”ucap jendral Richard geram. Mereka semua terdiam sejenak. Namun pembicaraan mereka tidak mereka lanjutkan. Mengingat esok masih ada pertandingan. Semuanya memberhentikan pembicaraan mereka dan kembali kekediaman masing-masing.


***


__ADS_2