
hanya settingan 🎉🎉
***
Mereka mendendengarkan lagu itu dengan penuh penghayatan. Semua orang yang hadir pun menagis tatkala mengingat apa yang sudah mereka berikan kepada ayah yang sudah membesarkan mereka, apakah mereka sudah membuat ayah mereka itu bahagia semasa hidupnya. Karna mereka semua punya ayah, jadilah nyanyian jelita membuat mereka semua menangis secara ber Jemaah…
Jelita sudah menyudahi penampilannya, semua yang hadir disana terdiam sejenak. Namun tiba-tiba suara tepuk tangan menggema di seluruh penjuru ruangan. Jelita berdiri dari posisi duduknya, kemudian menghormat sebentar dan berjalan kearah ayahnya.
Jendral Richard dengan mata yang masih basah berdiri tatkala melihat putrinya berjalan kearahnya. Ia merentangkan tangannya meminta pelukan dari putrinya. Jelita tidak menyia-nyiakannya, ia menyambut hangat pelukan ayahnya itu. melihat ayah dan jelita berpelukan, ketiga putranya pun tidak mau kalah, mereka juga berhamburan memeluk ayah mereka. Dan yang menyaksikan pun merasa terharu. Sungguh keluarga yang harmonis. ( kecuali dua anak ulat bulu itu ye.., mereka tidak ikut bergabung, karna mereka sadar diri. Kalau mereka ikut bergabung, yang di peluk malah jadi gatel-gatel lagi…!!)
***
Dari awal sampai akhir dari penampilan jelita, mata kaisar vikram tidak pernah lepas darinya. Begitu juga dengan putra mahkota Nicolas.
“sungguh, aku sudah mengenalmu. Kamu lah yang sedang aku tunggu.”batinnya. ya.. sejak kejadian jelita dan kedua saudaranya itu menolong mereka, disitulah kaisar vikram jatuh cinta padanya, karna ia wanita yang berbeda dari sekian banyaknya wanita yang berusaha untuk mendekatinya. Kaisar vikram dapat mengenalinya hanya dengan melihat bola matanya.
__ADS_1
“tunggulah aku permaisuriku. Aku akan segera datang menjemputmu..”batinnya lagi. Ternyata bukan hanya dirinya yang berucap dalam hati, putra mahkota pun ikut membatin.
(apa itu kamu, kenapa rasanya kamu sudah berubah. Kalau dulu kamu seperti ini, mungkin aku tidak akan melepaskan kamu. Hais.. aku akan berusaha mendapatkan kamu lagi, apapun caranya.) batinnya. tanpa sadar, kaisar vikram mendengarkan isi hatinya itu.
“kurang ajar, ternyata kamu masih menyimpan minat untuknya, setelah kamu meninggalkannya. Heh.. jangan harap kau bisa mendapatkannya. Ibunya saja, sudah tidak bisa kamu lawan. Sekarang ia memiliki banyak pawang bro.. salah siapa dulu kamu meninggalkannya.”cibir kaisar vikram dalam hati.
“tapi, apakah bisa aku memenangkan hatinya ?, kalau aku memintanya melalui dekrit kaisar, bukankah ia sama saja tidak mencintaiku. Ia menerimanya hanya ingin menerima dekrit saja. Tapi beda halnya kalau cinta. Mmm..baiklah, aku akan membuatmu mencintaiku dulu, baru setelah itu ku pinang. Heh… otak ku ternya masih berfungsi..” batinya pada dirrinya sendiri.
***
“lihatlah.. betapa beruntungnnya jendral Richard. Anak-anaknya begitu menyayanginya.” Ucap salah satu bangsawan dengan iri. Tak lama, Raja rolan pun bangkit dari duduknya, jelita dan saudara-saudanya kembali ketempat duduk mereka.
“terima kasih atas penampilan mu nona. Sungguh itu membuat kami sadar bahwa kami juga memiliki seorang ayah, namun kami tidak melihat ketulusan cintanya pada kami. Jendral Richard, hari ini kamu telah memberikan contoh teladan bagi kami untuk selalu menjadi ayah yang baik dan menjadi pelindung bagi keluarga kecil kami. Karna itu, saya akan menghadiakan gelar sebagai DEWA PELINDUNG DALAM KEGELAPAN.” Ucapnya. Semua yang hadir disana pun menyambut dengan riang gembira.
Jendral Richard maju kedepan dan menerima gelar itu dengan sepenuh hati. Dan saat itu juga, jendral Richard di nobatkan sebagai dewa pelindung dalam kegelapan. Setela itu, pengumuman untuk pemenang lomba penampilan bakat.
__ADS_1
“baiklah, setelah semua menampilkan bakat yang begitu baik. Maka saatnya untuk menentukan pemenangnya, jadi pemenang dalam lomba ini di menangkan oleh…” ucapan Raja Rolan menggantung membuat semua yang hadir menjadi deg degan.
( aku pasti pemenang lomba ini, lihat saja jelita kamu tidak akan bisa menyaingiku.) batinya.
“ pemenangnya adalah…” Raja Rolan kembali bersuara.
“nona jelita dari keluarga kemiliteran..” ucapnya, sitak membuat mereka histeris karna senang. Sementara lira menjadi marah akibat kekalahannya. Ia mengepalkan tinjunya. Selir Quira menyadari raut wajah lira, ia memegang tangan lira dan menenangkannya.
“jangan terbawa emosi, masih ada kesempatan..” ucapnya dengan pelan. Lira pun mengendorkan kepalan tangannya tatkala mendengar ucapan ibunya. Ia sadar dan paham dari kata-kata ibunya itu, lira pun menyeringai.
“aku faham bu..” ucapnya sambil tersenyum licik. Setelah itu jelita maju kedepan dan memberikan satu peti tael emas sebagai hadiah. Jelita pun menerimanya. ( tentu saja diterima tor.. itu uang, masak dibuang sih..) lupakan. Setelah penyerahan hadiah, Raja Rolan kembali bersuara.
“besok adalah pertandingan di atas arena. Silahkan untuk ikut berpartisipasi” ucapnya dengan lantang. Setelah itu mereka semua membubarkan diri dan kembali ke  kediaman masing-masing.
Sebenarnya jelita merasa bosan dengan acara tadi, namun demi menghormati ayahnnya dan ajakan ibu selirnya dan ketiga saudara laki-lakinya. Akhirnya ia ikut datang dan berpartisipasi. Apa lagi ada beberapa mata yang terus melirik kearahnya.
__ADS_1
****