
Hanya settingan belaka.🥰🥰
***
"namun,.. pergilah sejauh mungkin. Jika aku dapat menemukanmu, maka jangan harap kau bisa lari lagi dari ku, kucing manis ku...” Ujar kaisar vikram sedikit menyeringai. Setelah memberi perintah kepada bawahannya, kaisar vikram pergi dan kembali ke istana. Sesampainya di istana, ia langsung menemui ayah dan ibunya.
“ibu, ayah…”ujar kaisar vikram sambil memeluk ibunya. Permaisuri Rieta memperhatikan wajah putranya yang terlihat lusuh dan tak bersemangat itu.
“ada apa nak, kenpa wajahmu terlihat seperti itu ? apa ada masalah..?” Tanya permaisuri rieta.
“tidak apa bu, aku hanya sedang merindukan permaisuri ku. Ibu tau tidak, aku tadi berkunjung ke kediamannya, namun yang ada hanya seorang gadis yang mirip denganya. Sementar ia sudah pergi entah kemana...” ujarnya sambil merajuk pada ibunya. Mendengar hal itu, permaisuri rieta tersenyum.
“bukankah sudah ayah katakan agar segera menikah. Namun kau tidak mendengarkannya. Sekarang, calon menantu ku sudah pergi..!! ah... kau memang payah...!!,”ujar kaisar rolan mencibir putranya.
“aku mana tau yah, kalau ia akan pergi..” ujarnya lagi.
“ya sudah kalau begitu pergilah mencarinya, kenapa malah datang mengadu kepada istriku..!!” ujar kaisar Rolan sambil melepaskan pelukan anaknya itu dengan paksa. Terjadilah rebutan di antara mereka.
“kau ini sudah dewasa, jangan terus mengganggu istriku..!!.” ujar kaisar Rolan lagi.
“tapikan ayah, istrimu adalah ibu ku..!!” jawab vikram dengan geram melihat sikap ayahnya. Permaisuri Rieta pun jadi terkekeh.
“sudah-sudah, kalian ini seperti anak kecil saja...” Ucap permaisuri rieta melerai keduanya.
“suami ibu saja yang seperti anak kecil… bukan aku bu,,!!” jawab kaisar vikram membela diri.
“aku bersikap seperti itu, karena sudah ingin menimang cucu dari mu..!!.” ujar kaisar Ronal mutlak. Kaisar vikram pun berhenti rebutan ibunya.
“kalau ayah ingin menimang cucu, maka bantu aku untuk menemukan calon ibunya dulu, sepakat ya yah..??” ujar kaisar vikram dan langsung pergi dari sana. Permaisuri rieta kembali terkekeh melihat suaminya yang memasang wajah cemberut.
“kau akan ikut andil untuk mencari calon menantu kita suamiku..?” ujar permaisuri Rieta dengan melihat suaminya penuh arti.
__ADS_1
“hais… baiklah, akan aku usahakan untuk mencarinya, lagian punya anak kok malah merepotkan orang tua, dia yang mau nikah malah aku yang mencari istrinya!!.” Protes kaisar ronal seperti anak kecil.
“hihi…jangan begitu suamiku, kalau ingin memiliki cucu, maka harus berkorban, kecuali kau belum ingin menimang mereka.” Ujar permaisuri rieta. Kaisar Ronal melihat istrinya dan tersenyum mesum.
“dari pada menunggu cucu, mending kita buat anak lagi istriku..” ujar kaisar ronal dan langsung mendpat cubitan sayang dari istrinya.
“hus… ingat umur suamiku, kau ini..” ujar permaisuri rieta yang tersenyum malu kepada suaminya. Ia tidak habis pikir dengan suaminya, sudah berumur namun kata-katanya masih seperti pengantin baru.
“ayuk sayang, kita rapat di  kamar, aku sudah lama tidak merasakan dan mendengar keluhanmu.” Goda kaisar Ronal. Setelah itu mereka pun pergi dan masik kedalam kamar, dan terjadilah apa yang seharusnya tejadi.
***
Saat ini, melia sedang melakukan petualangan sambil mencari jalan keluar dari dunia ini dan juga menolong orang yang membutuhkan.
Melia pun memasuki hutan kabut yang ada di wilayah selatan kekaisaran awan. Tentunya itu sangat jauh dari peradaban jendral Richard dan juga istana kekaisaran. Melia berjalan masuk tanpa merasakan takut akan binatang buas yang akan menyerangnya. Ia berjalan bersama dua lelaki tampan yang setia bersamanya, siapa lagi kalau bukan alio dan Siputih.
“kenapa hutan ini di katakan hutan kabut alio..?” Tanya melia pada alio di sisi kirinya sambil terus mengayunkan langkahnya.
“Kau ini, lalu apa gunanyanya kau hidup selama beribu-ribu tahun, kalau hutan kabut saja kamu tidak tau..” ujar melia sambil menyentil kepala alio. Siputih yang menyaksikan hal itu tersenyum geli. Inilah kelakukan kocak majikan dengan bawahan menurutnya.
“hehehe… maaf nona. Baiklah, akan aku jelaskan…”ujar alio cengengesan. Melia kembali berbalik dan melanjutkan perjalanannya.
“memel, kamu masih ingin dengan perjelasan  ku kan…?” Tanya alio dengan tampang bodoh.
“oooo… begitu…!!”timpal si putih, yang membuat melia terkekeh.
“apanya yang begitu, kan aku belum cerita..!!” seru alio pada si putih.
“oh belum cerita, aku pikir sudah selesai. Habisnya, menunggu ceritamu lama sekali, keburu malam…!!!” seru si putih lagi.
“hais..sudah-sudah, ceritakannlah alio, kenapa harus dikatakan hutan kabut, bukan hutan kebut..?” Tanya melia lagi.
__ADS_1
“jadi, hutan ini dikataka hutan kabut, karena memang banyak kabutnya. Memngnya nona tidak menyadarinya…” ujar alio dengan tampang bodohnya lagi sambil terkekeh.
“aku menyadarinya, kalau kamu tidak serius, mending kembali keruang dimensi saja, dan tanam seribu tanaman herbal yang langkah, buat berbagai jenis obat dan pil dan..._...””” ucapan melia terpotong.
“baiklah nona, aku akan cerita. tApi jangan menyuruhku untuk masuk ruang dimensi..” ujar alio memelas.
“maka, ceritakan…” ujar melia lagi. Alio pun mulai bercerita tentang hutan kabut, dimana dulu di hutan ini terjadi penyerangan kepada salah seorang cultivator yang di tuduh berhianat. Ketika bertarung tanpa henti membuat sang cultivator itu kehabisan tenaga, sementara lawannya tidak pernah habis. Ia langsung membuat jebakan kabut ini, agar mereka tidak dapat mengejarnya dan menemukannya. Selain kabut ini dapat menyelamatkannya, juga dapat mengetahui niat manusia datang kehutan ini. Jika mereka datang untuk membuat kerusakan, maka kabut ini akan mencemari kulit dan tubuh mereka dan berubah seperti racun yang mematikan. Namun kalau yang datang untuk menyelamatkan diri dari kejaran musuh, maka kabut ini akan menjadi tempat yang aman untuk bersembunyi.
“jadi begitu cerita singkatnya nona….!!” Ujar alio. Mendengar hal itu, melia pun mengangguk paham. Mereka kembli melanjutkan perjalan mereka. Namun tiba-tiba, dari jarak 500 m, alio merasakan aura yang pekat, seolah menarik mereka untuk mendekat. Bukan Cuma alio, namun mereka bertiga merasa kannya.
“apa kalian merasakan aura itu..?” Tanya melia.
“iya nona, kami merasakannya. Arahnya dari sebelah utara..” ujar si putih. Menunjukan arah.
“baiklah, kita kesana..” ujar melia. Mereka pun langsung berjalan kearah utara, setelah menempuh perjalannan menggunakan peringan tubuh, akhirnya mereka sampai di tempat itu. namun mereka tidak dapat menemukan apapu disana.
Tiba-tiba, Â mata melia tertuju pada sebuah mulut goa yang ada sarang laba-laba, namun tidak berbahaya untuk di masuki. Melia mendekat ke mulut gua itu, ia kembali teringat awal ia terlempar keduania ini. Melia berpikir, mungkin di sini ada jalan keluar untuknya.
Tanpa menunggu lama, melia memasuki gua itu, dan di ikuti oleh kedua lelaki itu. saat mereka masuk, mereka tidak merasakan apa-apa. Mereka masuk lebih dalam lagi. Tapi tiba-tiba, pandangan melia melihat sebuah cahaya kecil. Ia menjadi kesenagan, ia berpikir akan bisa kembali. Melia mendekati cahaya itu, semakin lama semakin besar cahayanya. Tiba-tiba, melia langsung tersedot kedalam cahaya itu, dan membawa melia kesatu tempat. Melia tersadar. Ia mengedarkan pandangannya, namun ia tidak mengenal tempat itu, perasaan ingin kembali ke zaman nya pun menjadi hilang.
“tempat apa lagi ini, kenapa tidak kembali ke zaman modern..!!” ujar melia. Tiba-tiba, ada suara yang menyapanya.
“kau sudah kembali cucuku…” ujar suara itu, melia pun langsung mengedarkan pandangannya ke sumber suara. Ia melihat seseorang yang duduk sendiri sedang menikmati minumannya. Melia mendekat.
“siapa anda tuan, dan tempat apa ini..?” Tanya melia. Pak tua itu pun menolah, dan sukses membuat melia terkejut sampai menitikan air matanya.
“ka..ke..k…..” ucapnya lirih. Dalam hatinya mulai di kerumuni perasaan rindu pada sosok ini, tidak bisa ia pungkiri bahwa ia sangat senang melihat hal itu.
“kakek…!!” ujar melia dan berhambur kepelukan kakek tua itu. kakek tua yang dikenal dengan Damian, yang dikenal sebagai cultivator hebat itu menyambut pelukan melia, dan mengusap lembut surai rambutnya. Ia juga merindukan mereka.
***bersambung***
__ADS_1
surak sabeu 🙏🙏