nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 79


__ADS_3

Sementara di tempat lain


“kok, aku jadi merinding ya, jangan-jangan di sini ada hantu kali ya….?” Ujarnya sambil mengedarkan pandangannya kesana kemari. Melia memperhatikan kaisar vikram yang sedang mengedarkan pandangannya. Saat ini, mereka sedang berada di gazebo halaman belakang istana, setelah memastikan lili dan raisa baik-baik saja.


“ada apa yang mulia. Sepertinya, yang mulia sedang mencari sesuatu…?” Tanya melia dengan heran.


“oh… entahlah… tidak papa…” ucapnya salah tingkah karena di perhatikan. “oh ya sayang, dua bulan lagi, kekaisaran akan mengadakan perayaan tahunan. Perayaan ini, akan mengikut sertakan semua rakyat yang ada di kekaisaran ini…” ujarnya.


“oh ya, benarkah yang mulia. Kalau begitu bagus, kita dapat melihat kemampuan rakyat di kekaisaran ini..” ujarnya dengan berbinar. Kaisar vikram berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kerah melia. Ia langsung duduk di samping melia dan menarik melia duduk di pangkuannya.


“hais… aku bukan anak kecil yang duduknya harus di pangku…” protes melia. Kaisar vikram tidak pedulia. Ia memeluk pinggang melia dan menyandarkan kepalanya di dada melia, kaisar vikram mendengar detak jantung melia yang sepertinya sedang berpacu.


“biarkan seperti ini sebentar sayang, aku menyukainya..” ucap kaisar vikram sambil memejamkan matanya. Melia merasa tidak nyaman, karena ini berada di taman istana, siapa saja dapat melihat mereka berdua dan ini sangat memalukan.


“yang mulia. Anda tidak harus seperti ini. Kita berada di tempat terbuka, kalau ada yang melihat bagaimana..?” ujar melia memperingati.


“jika ada yang melihat, itu lebih bagus lagi. Biar mereka tau perempuan yang berhasil menaklukkanku adalah kamu..” ucapnya dengan santai.


Mendengar ucapan kaisar yang tidak masuk akan itu, melia hanya mampu mendesah saja. Walau bagaimanapun kerasnya melarang kaisar vikram, ia tetap tidak akan peduli. Melihat melia tidak memberikan perlawanan lagi, kaisar vikram membuka matanya dan melihat melia.


“oh ya sayang, kapan pernikahan kita. Aku sudah tidak sabar ingin memakanmu…” ucapnya dengan senyum mesum. Melia menyentil kening kaisar vikram.


“dasar mesum.. terserah yang mulia saja, aku ikut saja. Tapi yang pasti, selesaikan dulu acara perayaan baru pikirkan kapan kita menikah.” Ucap melia satai.


“hais… kenapa harus selesai perayaan sayang, kenapa tidak minggu depan saja..” ujar kaisar vikram. “tapi ya sudah lah, siap perayaan baru kita menikah…” ucap kaisar vikram kembali menyandarkan kepalanya pada dada melia yang bergelombang itu. tak lama, David datang dengan mendadak, ia terkejut melihat, junjungannya yang begitu manja dengan calon permaisuri.

__ADS_1


“hmmm…” dehem David, sontak membuat melia langsung meloncat turun dari pangkuan kaisar vikram.


[dasar kaisar tidak tau tempat..]” batin david.


“kenapa memangnya, makanya jangn jomblo terus. Dan jangan lupa, aku bisa membaca pikiranmu..” ujar kaisar datar. Sontak David menutup mulutnya.


“ups… maaf yang mulia. Hmm… yang mulia, kaisar Roland dan Permaisuri Rieta serta kedua tuan putri sudah menunggu di meja makan, untuk makan siang bersama..” ucapnya kembali formal.


“baiklah, kau bisa kembali…” ujarnya datar. Kaisar vikram melihat kearah melia.


“ayo sayang, kita bergabung dengan ayah dan ibu.” Ujarnya lembut pada melia.


“baik yang mulia..” jawab melia. Mereka berdua pun pergi keruang makan besama. Taklama mereka sudah sampai. Di meja makan sudah ada kedua orang tua kaisar vikram dan kedua adiknya sedang menunggu mereka untuk makan bersama.


Setelah mereka makan, kaisar vikram dan kaisar Roland kembali berkerja diruang kerja mereka masing-masing, sementara ke empat perempuan itu sedang mengobrol asik di taman belakang istana. Mereka mengobrol tentang kehidupan mereka sehari-hari.


Seminggu sudah melia tinggal di istana kekaisaran awan, dan sekarang saatnya ia kembali kekerajaan purnama, tepatnya kembali kekediaman jendral Richard. Kaisar Roland dan keluarganya mengantar kepergian melia sampai di pintu gerbang istana.


“kalian berhati-hatilah. Sampaikan salam pada ayahmu jendral Richard. Katakana kaisar ini sangat mengaguminya.” Ujar kaisar roland sambil tersenyum penuh arti.


“ya nak, sampaikan salam pada keluargamu, semoga secepatnya kita dapat bertemu..” ujar permaisuri rieta sambil memeluk melia.


“baik ibu, ayah.. kalau begitu melia pamit, kembali kekediaman jendral.” Ujar melia dengan sopan, kaisar dan permaisuri pun menganggukan kepalanya. Melia dan  kaisar vikram pun pergi dan di ikuti oleh David.


“hati-hati di jalan kakak…”teriak lili dan raisa. Setelah mereka sudah tidak Nampak, kaisar dan keluarganya pun kembali masuk kedalam istana.

__ADS_1


***


Selama 3 hari perjalanan akhirnya sampai di kerajaan purnama dan mereka langsung kekediaman jendral Richard. Sesampainya mereka di kediaman jendral Richard, salah satu pengawal melapor kepada jendral tentang kedatangan mereka.


“salam kepada yang mulia kaisar, semoga selalu dilimpahkan kedamaian..” ujar jenddral Richard dan seluruh keluarganya, mereka membungkuk memberikan penghormatan.


“bangun lah jendral, salam mu aku terima.” Ucap kaisar vikram. Setelah mereka selesai menghormat. Melia langsung berlari heboh kearah ayahnya.


“ayaaaahh…..” ujarnya sambil berlari. Bruk… melia menubruk tubuh gagah itu dan memeluknya dengan penuh haru. Melepas beban rindunya pada mereka selama seminggu tidak bertemu. Jendral Richard membalas pelukan melia dan mengusap sayang kepalanya. Setelah itu, melia melepskan pelukannya. Sementara kaisar vikram menahan gejolak cemburu dalam hatinya.


[hais…kenapa juga harus cemburu, yang dipelukkan ayahnya bodoh…] rutuk kaisar vikram pada dirinya sendiri. Sementara melia tersenyum mendengar suara hati kasiar vikram tanpa memalingka wajahnya.


“bagaimana kabar ayah dan ibu, kakak juga. Kalian sehat kan semasa melia tinggal..? melia sangat merindukan kalian.” Melia mulai beralih memeluk yang lainnya.


“hmm… sebaiknya kita masuk kedalam dulu. Silahkan yang mulia…” ujar jendral Richard. Kaisar vikram masuk kedalam sambil berusaha berdamai dengan hatinya, akibat cemburu buta. Mereka semua pun masuk kedalam kediaman jendral Richard itu duduk dan mengobrol bersama.


Lagi-lagi, kaisar vikram tercengang melihat keharmonisan keluarga mereka. Apalagi ketiga gadis dan ke empat pemuda itu. mereka dengan senang hati duduk lesehan dilantai tanpa merasa malu. Kaisar vikram tersenyum. Ia berpikir, di luar jendral Richard akan menjadi pribadi yang dingin dan di segani, sementara di dalam ia akan menjadi ayah yang penuh dengan perhatian dan kasih sayang, begitu juga dengan anak-anaknya.


“yang mulia, maafkan kelancangan anak-anak saya, kami sudah terbiasa seperti ini jika sedang berkumpul seperti ini..” ujar jendral Richard merasa tidak enak.


“tidak apa-apa jendral, sepertinya saya juga harus belajar seperti jendral untuk mendidik anak-anak saya kelak..” ujarnya sambil tersenyum penuh arti. Sementara, mira dan David sambil melempar tatapan penuh rindu, melia menyadarinya, ia berdehem menyadarkan keduanya.


“hem.. senangnya bila bertatap mata sama kamu, mendambakan mu…” melia menyanyikan sepenggal  lagu, untuk yang saling menatap itu. mira dan david pun memutus tatapan mereka. Sementara jendral Richard sadar dengan apa yang di katakana melia. Ia terkekeh. Namun berbeda dengan kaisar vikram, ia bingung, kenapa david jadi malu-malu seperti itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2