
"yu hu…. Kamu dimana alio…??” teriak jelita sambil clingak-clinguk mencari keberadaannya. Tak lama ia melihat alio yang sedang mengusap-usap pantatnya.
“kamu kenapa..?” Tanya jelita.
“menurut nona kenapa ?” Tanya alio balik.
“kamu lagi cari cacing tanah untuk umpan pancingan.” Alio mendesah malas. Alio bangkit.
“siapa juga yang mau memancing,” ucap alio sambil memanyunkan bbibirnya.
“biasa aja lagi. Bibir kamu ngak usah di manyunkan. Ntar monyong benaran baru tau rasa..” ucap jelita.
“tuan…” jelita menoleh kearah suara yang memanggilnya.
“oh putihku yang gagah perkasa, apa kabarmu. Aku sangat merindukan kamu..!!” seru jelita sambil mengusa-usap dagu harimau putih itu. alio yang melihat itu jadi cemburu.
“aku juga mau tuan, di usap-usap seperti itu.” ucap alio sambil mendekati jelita. Jelita tersenyum melihat tingkah alio.
“baiklah,… sini biar aku elus-elus.” Ucap elita yang langsung mengelus alio dan si putih secara bersammaan dengan kedua tangannya.
“terima kasih tuan. Ini sangat nyaman…” ucap alio si kucing Persia.
“ah… oh ya alio. Bagaimana kabar jelita. Apa kau sudah berhasil menyembuh kannya.” Tanya jelita.
“untuk itu, mari kita lihat tuan, aku harap ini bisa membuat tuan senang.” Ucap alio. Mereka bertiga pun pergi menemui jelita asli ketempat pembaringannya. Sesampainya mereka disana, jelita palsu alias melia, ia melihat jelita asli sudah duduk di atas peraduan itu. melia pun menyapanya.
“hai… jelita, apa kabar ?” sapa melia. Jelita terkejut melihat orang mirip denganya.
__ADS_1
“siapa kamu, kenapa kamu sangat mirip denganku..?” Tanya jelita dengan suara lembut.
“perkenalkan , aku melia. Maaf aku sedang menggantikan peranmu, sambil menunggu kau sadar dari sakitmu.” Ucap melia dengan pelan, namun masih terdengar di telingah jelita.
“jadi kamu melia. Dan kamu mengenaliku ?” Tanya jelita asli.
“sebenarnya sih tidak. Tapi waktu dihutan itu, kau dan aku tidak sengaja bertemu, dan kamu dalam keadan terluka parah. Aku membantumu dan menyembunyikan kamu disini. Aku tidak ada maksud lain. Aku menggantikan mu supaya aku ada tempat untuk sesaat.” Jelas melia. Jelita yang mendengar penuturan melia tersenyum manis. Dalam hati ia merasakan perasaan akrab pada melia.
“tidak apa, aku mengerti. Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu.” ucap jelita. Melia mendengar itu ia tidak kuat untuk tidak menangis. Ia pun akhirnya menangis. Melihat itu jelita jadi bingung.
“ada apa ? kenapa kamu menangis..?” Tanya jelita dengan penuh perhatian.
“tidak apa, aku hanya merindukan keluargaku.” Jawabnya, ia terus menagis. Melia teringat dengan kakaknya melati. Ia saat ini sangat kesepian dan entah kenapa ia merasa rindu dengan kakaknya itu.
( aku harus segera menemukan jalan keluar dari dunia ini ) batinya.
“baiklah.. makasih jelita. Lalu bagaimana ? apakah kamu sudah siap untuk keluar menemui kedua orang tua kamu.?” Tanya melia.
“nanti saja melia, aku masih ingin disini. Aku juga harus kuat. Agar nanti bisa melindungi mereka.” Ucap jelita.
“jadi. Aku masih harus menduduki posisi kamu..?” tanyanya dan jelita mengangguk.
“taukah kamu jelita. Aku benar-benar muak dengan dua orang saudari kamu, mereka itu benar-benar membuatku kesal setengah mati. Tapi ngak papa. Karna salah satu dari mereka, sudah ku kirim ke dunia antah berantah..” ucapnya dengan senyum sinis.
“kau tidak membunuhnya kan mel..?” Tanya jelita dengan intonasi lucunya.
“ya ngak lah je. Aku juga ngak tega ngebunuh orang, lagian sejahat-jahatnya aku, aku masih bisa tolerir kalau masalah nyawa. Aku hanya perlu kuat untuk bisa melindungi mereka.” Ucapnya lagi. Jelita pun ikut membenarkan. Karna ia juga tidak akan sampai hati untuk membunuh manusia hanya karena dendam saja.
__ADS_1
“mmm… kalau begitu, apakah kamu bisa membantuku supaya jadi kuat.?” Tanya jelita.
“tentu saja. Tapi tidak sekarang, kamu harus benar-benar sembuh dulu dari racun itu.” ucap melia.
“baiklah mel. Aku akan menurutimu. Aku titip keluargaku padamu.” Ucap jelita.
“tentu saja, aku juga sudah menyayangi mereka. Cepatlah pulih. Aku kembali dulu.” Ucap melia dan langsung menghilang dari sana dan kembali kekamarnya.
***
Ke esok harinya terjadi kegaduhan di kediaman jendral, yang membuat jelita terusik dari tidurnya. Tak lama, pintu di paksa terbuka. Gubrak.. jelita langsung terlonjat kaget. Terlihat pelayan yuyu dan xixi berlari kearahnnya.
“ada apaan sih kalian. Mengganggu tidurku saja.” Ucapnya langsung merebahkan tubuhnya kembali.
“nona, ayo bangun jangan tidur saja. Nona cepat bersih-bersih..” ucap xixi sambil membangunkan noanya.
“ada apa sih xixi, yuyu. ? Kenapa ? “ Tanya jelita heran.
“ituloh nona, ada dekrit dari raja dan kaisar untuk nona.” Ucap xixi tidak sabarran.
“iya nona, sebaiknnya nona cepat besih-bersih, tuan jendral dengan yang lain sedang menunggu kedatangan nona..!!” timpal yuyu lagi. Jelita dengan malasnya bangun dan pergi membersihkan badannya. Tak butuh waktu lama, ia kembali. Terlihat kedua pelayannya sedang sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk ia kenakan.
“aduh… kalian berduaa ini rempong banget ya.. yang datang kan Cuma dekrit bukan orangnya.” Gerutunya.
“nona, walaupun yang datang itu Cuma dekrit, itu sama saja yang datang iitu adalah perintah dari kaisar maupun raja, dan itu harus di hormati.” Ujar xixi.
“adoh… yelah…yelah… tersera kalian je…” ujar jelita dengan malas. Jelita pun duduk dan dirias sebelum menerima dekrit kaisar dan raja itu. namun sebelu kedua pelayan itu mulai merias. Terlebih dulu, jelita mengatakan agar riasannya sederhana saja.
__ADS_1
***bersambung***