nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
94. S2 akan ke kediaman jenderal Richard


__ADS_3

Permaisuri rieta paham tentang kekhawatiran suaminya itu demi kebahagiaan dan keberlanjutan kehidupan kedua putrinya.


"aku setuju denganmu suamiku, aku juga sangat senang, keturunan jenderal Richard mau menerima anak-anak kita. aku juga sangat senang mereka menjadi bagian dari keluarga kita, karena aku sangat nyaman dengan keluarga jenderal Richard yang bersahaja itu.."timpal permaisuri rieta.


saat mereka sedang berbincang-bincang, kedua Putri itu pun datang memenuhi panggilan sang ayah.


"salam kepada ayahanda dan Ibunda."ucap kedua Putri kaisar Roland sambil membungkuk memberikan hormat.


"salam kalian Ayah terima. kemari dan duduklah bersama ayah dan ibu, ada satu hal yang ingin ayah dan ibu sampaikan kepada kalian berdua."ucap kaisar Roland. kedua Putri itu pun duduk berhadapan dengan kedua orang tua mereka.


"begini anak-anakku, Putra jenderal Richard sudah menerima perjodohan ini. jenderal Richard juga meminta untuk mempertemukan kalian. jadi bagaimana bagusnya untuk kalian saling mengenal.? apakah akan kita undang ke istana? atau kalian yang akan pergi ke kediaman jenderal Richard.?"tanya sang kaisar kepada kedua putrinya. mereka berdua pun saling melempar pandang.


"bagaimana bagusnya saja Ayah, kami mengikut saja. lalu aku akan dipasangkan dengan siapa?"tanya Putri lili kepada sang ayah.


"Kalau kalian tidak keberatan, ayah akan memasangkan kalian sesuai dengan urutan kalian biar adil. kamu putriku Lily akan Ayah pasangkan dengan Putra jendral yang bernama rayandi. sementara kamu putriku Raisa akan saya pasangkan dengan Putra jendral yang bernama Jericho. tidak ada yang membedakan mereka. mereka berdua sama-sama baik dan penuh perhatian. kalau soal wajah mereka juga tidak kalah tampan dengan kakak kalian kaisar Vikram."jelas kaisar Roland kepada kedua putrinya.


mereka tersenyum mengingat ayahnya menyinggung sang kakak. jikalau kakaknya mendengar ketampanannya disamakan dengan para Putra jenderal Richard, dia pasti akan marah.


"Baiklah, Ayah atur saja kemungkinannya. Jika seperti itu undang saja keluarga jenderal Richard untuk datang kembali ke istana kita."ucap Putri lili.


sejenak kaisar Roland berpikir, bagaimana ia akan mengundang jenderal Richard, karena dalam surat jenderal Richard mengatakan bahwa semua anaknya datang berkunjung ke kediamannya termasuk cucu-cucu mereka.


"begini saja putri-putriku, sebaiknya kita yang pergi berkunjung ke kediaman mereka, karena saat ini jenderal Richard sedang berkumpul dengan anak-anaknya. kita akan berangkat bersama kedua saudara ipar kalian, yaitu melia dan Mira. jikalau suami-suami mereka tidak mengizinkan Ayah tidak memusingkan soal itu."ucap kaisar Roland kepada kedua anaknya.


mereka kembali terkekeh saat ayahnya menyinggung tentang saudara-saudara mereka. apa jadinya kalau kedua istri mereka dibawa kabur oleh sang ayah, pasti akan terjadi perang dingin di antara mereka.


"Baiklah Ayah kapan kita akan berangkat?"tanya Putri Raisa yang dari tadi hanya diam saja.


"besok kita akan berangkat, hari ini ayah akan mengirimkan surat kembali kepada jenderal Richard. dan sebaiknya kalian segera bersiap-siap begitu juga kamu istriku."ucap kaisar Rolan.


setelah berbicara dan membahas mengenai perjodohan itu panjang lebar, akhirnya mereka kembali ke kediaman masing-masing untuk mengemas barang-barang yang akan mereka bawa nanti.

__ADS_1


sementara kaisar Roland sudah mengirimkan surat kepada jenderal Richard melalui ajudan yang memiliki ilmu teleportasi agar surat itu segera sampai kepada orangnya.


***


saat Mira dan Melia sedang duduk santai dan mengobrol ringan tiba-tiba seorang pengawal utusan Kaisar Roland datang menghampiri mereka.


"salam kepada permaisuri melia dan nyonya Mira"ucap pengawal tersebut.


"bangunlah, Apakah ada sesuatu yang ingin kamu sampaikansampaikan?"tanya permaisuri Melia. pengawal tersebut langsung menegakkan badannya kembali.


"hamba kemari membawa perintah dari kaisar Roland, kaisar mengatakan agar permaisuri dan Mira segera bersiap-siap. karena keesok harinya permaisuri dan nyonya Mira akan diikutsertakan berangkat ke kerajaan purnama bertemu dengan keluarga jenderal Richard."jelas pengawal itu. mendengar kediaman jenderal Richard kedua wanita cantik itu pun langsung histeris dan senang.


"Baiklah, kami akan segera bersiap-siap. tapi apakah Ayah sudah membicarakan ini kepada suami kami?" tanya Mira kepada pengawal kepercayaan mertuanya itu.


"saat ini kaisar Rolan sedang bertemu dengan kaisar Vikram dan tuan David."ucapnya singkat dan permaisuri Melia serta Mira pun hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Baiklah kalau begitu Kamu boleh kembali.."ucap permaisuri Melia.


untuk masalah suami-suami mereka, akan mereka bicarakan nanti apalagi sang ayah mertua sudah bertemu dengan mereka.


***


"kalian berdua dengarkan Ayahanda."ucap kaisar Roland kepada putranya kaisar Vikram dan Putra angkatnya. mereka berdua diam dan mendengarkan kaisar Roland berbicara.


"besok, ayah akan mengajak istri-istri kalian untuk pergi ke kediaman jenderal Richard. dan ayah tidak memerlukan penolakan.."ucapnya kepada kedua putranya itu. mereka berdua membulatkan matanya terkejut.


"eh.. mana bisa seperti itu ayahanda, itu namanya ayah mencuri istri-istri kami. dan kami tidak setuju.." protes David terlebih dahulu. dan langsung mendapatkan jempol dari kaisar Vikram.


"Iya Ayah, kami tidak setuju. Bagaimana mungkin Ayah mau memisahkan kami dengan istri-istri kami"timpal kaisar Vikram.


kaisar Roland menggaruk pelipisnya yang tidak gatal, beginilah kalau memiliki anak-anak yang terlalu posesif kepada istri-istri mereka. kaisar Roland sendiri tidak sadar bahwa ia juga posesif kepada istrinya.

__ADS_1


"kalian itu jangan kekanak-kanakan, Ayah hanya mengajak mereka beberapa hari untuk menemani kami ke kediaman orang tua mereka" jelasnya lagi sedikit jengkel kepada kedua anaknya itu.


"Iya tapi kan ayah_"ucapan David kembali terpotong.


"Ayah tidak mau tahu, pokoknya ayah akan membawa istri-istri kalian untuk menemani kami ke kediaman jenderal. dan kalian tidak boleh melarangnya.." selepas mengatakan hal itu, kaisar Rolan langsung meninggalkan kedua anaknya itu. kaisar Vikram dan David kembali beradu pandang.


"lihatlah vid. dari dulu dan sampai sekarang, ayahmu tidak pernah berubah ia sangat egois kepada kita." canda kaisar Vikram kepada David.


"eh itu kan ayah yang mulia.. " protes David tidak terima. mereka berdua pun saling pandang dan kembali terkekeh merasa lucu dengan tingkah masing-masing.


***


"sayang,, Apa benar kamu akan ikut ayah bunda dan juga Putri Lili dan Putri Raisa untuk pergi ke kediaman ayah mertua?"tanya kaisar sikram kepada istrinya permaisuri media.


"Iya suamiku, Apakah Ayah sudah mengatakan hal itu padamu?" tanya permaisuri Melia kaisar Vikram memayunkan bibirnya.


"sudah. Ayah sudah mengatakannya padaku tapi aku tidak ingin berpisah denganmu. namun aku tidak bisa menolak permintaan Ayah, Bagaimana kalau kamu sendiri yang menolak permintaan Ayah."usul kaisar Vikram sambil mengedit-editkan matanya.


"tidak bisa yang mulia. Bagaimana kalau yang mulia juga ikut mengantarkan kami ke sana. apalagi anak-anak kan masih di sana yang mulia."ucap permaisuri Melia.


seketika wajah kaisar Vikram pun berbinar, karena kesal kepada ayahnya sampai-sampai ia tidak memikirkan hal itu.


"eh baiklah sayang,, Itu ide yang bagus. tapi kenapa aku tidak berpikiran sampai ke sana ya..??"ucap kaisar Vikram mengelus-elus dagunya.


"itu karena kamu terlalu marah kepada ayahanda, makanya otak cerdas suamiku tidak bisa berpikir." ucap permaisuri Melia. kaisar Vikram pun sedikit menyunggingkan senyum mesum. tiba-tiba.


cup.. sebuah kecupan mendarat di bibir sang permaisuri. lagi-lagi kaisar Vikram mengecup bibir ranum itu.


karena tidak ada penolakan dengan permaisuri Melia, kaisar Vikram pun mulai memperdalam ciuman itu, semakin lama semakin dalam dan akhirnya mereka tenggelam. seketika itu terjadilah pelepasan demi pelepasan.🤭🤭


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2