
"terimakasih nak, ayah sungguh tidak tau apa yang akan terjadi jika tidak ada kamu disini nak..!!” ujar Kaisar Rolan yang masih memeluk melia. Kaisar Vikram melihat adegan itu menjadi cemburu, walau ia tau, kalau ayahnya memeluk melia karena menganggap melia anaknya.
“hmmm… ayah, tidak usah memeluk calon istriku seperti itu..” ujar kaisar vikram posesif. Kaisar Rolan melepas pelukannya dan melihat kearah putranya, tatapan mata kaisar vikram sangat tajam, namun itu tidak membuat kaisar Rolan takut. Justru ia tambah senang menggoda anaknya itu.
“biasa aja liatin ayah, lagi pula ayah hanya memeluknya saja. Kan sebentar lagi, melia akan jadi anak ayah juga…” ujar Kaisar Rolan.
“ya.. walau pun begitu, ayah jangan sembarangan memeluk dong. Itukan punyaku…” ucap kaisar Vikram lagi. Permisuri rieta terkekeh melihat mereka.
“ibu kenapa tertawa, ibu ngak cemburu melihat ayah memeluk perempuan lain..?” Tanya kaisar Vikram. Melia hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan kaisar vikram.
“sudahlah, lagi pula ayahmu kan hanya mengucapkan terimakasih.. dan juga, nak melia sepertinya, harus pikir-pikir lagi kalau ingin menikan dengan vikram, anaknya manja, ibu takutnya_” ucapanya terpotong.
“ibuuuuu……” seru kasar vikram dan sukses mengundang gelak tawa mereka yang ada disana.
“baiklah-baiklah, maafkan ibu…” ucap permaisuri Rieta. Tak lama, raisa pun membuka matanya sementara lili sudah bersandar di sandaran tempat tidur sejak tadi.
“ibu,,,” ujar raisa lirih. Ia mengedarkan pandangannya dan melihat ayah, kakaknya serta perempuan yang asing menurutnya. Ia berusaha untuk bangun dan duduk bersandar di sandaran tempat tidur.
Kaisar Rolan dan kaisar Vikram mendekat kearah mereka.
“ibu, Raisa haus. Boleh minta minum bu…?” ucap raisa. Melia pun langsung menyodorkn air putih unutknya. Raisa pun mengambilnya tanpa ragu.
“terimakasih nona..” ucap raisa.
“sama-sama putri..” jawab melia. Raisa pun meneguk air dalam gelas itu sampai habis dan mengembalikan gelasnnya. Saat suasana agak sedikit tenang, kaisar Rolan pun bertanya.
“katakana pada ayah, kenapa kalian keracunan. Kata kakak ipar kalian, racun itu sudah dua minggu ada di dalam tubuh kalian…” ucap kaisar Rolan. lili dan raisa membulatkan matanya saat mendengar kata kakak ipar.
__ADS_1
“kakak ipar yah, yang mana kakak ipa kami..?” Tanya mereka antusiasa, melia terkekeh melihat tingkah laku mereka yang menurutnya sangat lucu.
“nanti saja ayah kasih tau, sekarang katakan apa yang terjadi sampai kalian keracunan seperti itu..?” Tanya kaisar Rolan lagi mulai tidak sabar. Lili dan raisa saling berpandangan.
“apakah, kalian menghadiri sebuah acara makan-makan atau minum…?” Tanya permaisuri rieta.
“mmm… dua minggu yang lalu, kami pernah memenuhi undangan nona Sabrina putri dari jendral albert. sEtelah itu, kami tidak kemana-mana lagi yah…” jawab raisa. Kaisar Rolan menganggukan kepalanya.
“sepertinya mereka sedang bermain-main dengan ayah…” ucap kaisar Rolan geram.
“jangan terburu-buru yah. Sebaiknya kita selidiki kejadian ini dulu. Takutnya bukan mereka yang melakukannya, tapi orang lain. Agar kita bisa menghindari kesalahan.” Ucap kaisar Vikarm memberi pengertian pada ayahnya.
Sabrina merupakan nona bangsawan yang sombong dan memiliki sikap iri hati kepada orang yang lebih cantik darinya dan lebih pintar darinya. Sabrina juga, menyimpan perasaan mendalam pada kaisar vikram, segala upaya sudah ia lakukan untuk mendapatkan perhatian dari kaisar vikram. Namun sepertinya, kaisar vikram sama sekali tidak tertarik padanya. Lili dan raisa juga tidak menyukai sikap dan sifatnya yang sangat sombong itu, sehingga Sabrina langsung menganggap mereka berdua harus di singkirkan dari dunia ini.
***
Di kerajaan purnama tepatnya di kediaman jendral Richard. Mira dan jerico sedang duduk berdua melihat bintang dan rembulan malam yang bersinar terang. mira ingin mengutarakan sesuatu pada kakaknya, namun entah kenapa, ia merasa gugup untuk mengatakannya. Namun akhirnya ia bersuara juga.
“kenapa kamu bertanya seperti itu dek..? tentu saja, kakak akan selalu menyayangimu, apapun bentuk statusmu, kakak akan datang menghampirimu. Memangnya kamu ada kepikiran untuk menikaah..? jodoh saja belum punya, sok sok an Tanya kakak…” ujar jerico dengan bercanda.
“makanya mira Tanya, mana tau kan kakak akan berubah, secarakan aku itu buk_” ucapanya terpotong.
“kamu adikku,! sekarang dan selamanya akan tetap menjadi adikku!. jangan katakan itu lagi, atau kakak akan marah padamu…!!” ujar jerico menjadi geram dengan kata-kata mira.
“maaf kak. Mira tidak bermaksud membuat kakak marah…” ucap mira langsung memeluk lengan kakaknya dan menyandarkan kepalanya di bahu kakaknya. Seketika jerico merasa bersalah, karena meninggikan intonasi suaranya pada mira.
“maafkan kakak dek, kakak tidak bermaksud memarahimu…” ucap jerico sambil mengecup kepala mira denga sayang.
__ADS_1
“iya kak, nggak papa. Mira paham kok…” ujarnya lagi. Namun tiba-tiba mira menegakkan kepalanya. “ kakak, kalau mira punya pacar, kira-kira kakak ingin mira berpacaran sama siapa..?’ Tanya mira ingin mendengar pendapat kakanya. “apa kakak akan memandang status..?” Tanyanya lagi.
“mmm… kalau status sih kakak ngak masalah. Yang penting, dia bisa jagain dan melindungi kamu, bahagiakan kamu dan juga memenuhi kebutuhanmu, ya kurang lebih seperti itu.” ucap jerico makin heran dengan mira. Jerico menghadap adiknya.
“ada apa sih dek, dari tadi pertanyaan kamu tidak masuk akal. Apa jangan-jangan, kamu menyembunyikan sesuatu dari kakak..? ayo…?” ucap jerico menggoda mira. Mira jadi gugup sendiri dibuatnya.
“kak, sebenarnya…” ujar mira semakin membuat jerico penasaran.
“apa sebenarnya dek, ayo cerita…” desak jerico. Mira terkekeh melihat jerico yang tidak sabaran.
“tapi kakak ngak bakal marah..” ucap melia menyodorkan jari kelingkingya pada jerico untuk membuat janji. Jerico pun menurut saja, dan menautkan kelingkingnya di jari mira.
“ya kakak janji nggak marah..” ucapnya.
“jadi gini. Mira sudah punya pacar, dan ayah sudah merestui kami.” Ucap mira, sontak membuat mata jerico melebar. Ia pikir adiknya sedang bercanda.
“jangan beranda dek, itu tidak lucu…” ucapnya datar.
“mira serius kak. Ih… makanya jangan potong dulu ucapan mira kak…” ucap mira kesal. Jerico terkekeh. Sebenarnya ia sudah tau, ayahnya sudah memberi tau tentang ini. Ia hanya ingin mendengar kejujuran mira padanya, apakah ia akan terbuka padanya tentang masalah ini.
“hais… baiklah, maaf… terus…” ucap jerico lagi.
“laki-laki itu adalah David, pengawal bayangan kaisar vikram. Tidak apa kan kalau ia hanya seorang pengawal bayangan?.” Ucap mira lagi. Jerico tersenyum melihat mira, sedang takut-takut mengatakannya padanaya. Jerico tidak menjawab. Ia memilih untuk diam sesaaat.
“ih… kakak kok diam sih, nggak mau ya…?’ Tanya mira dengan sedih.
“tentu saja adikku, tentu saja kakak mau, ayah saja tidak menolaknya, kenapa kakak harus menolaknya. Mungkin ia bisa ayah percaya untuk menggantikan kami menjagamu. Namun kakak hanya kawatir saja, ia kan sering sibuk. Apa nanti dia punya waktu denganmu, apa lagi, ia adalah pengawalnya kaisar vikram..” ucap jerico.
__ADS_1
“kakak tenang saja, kalau sampai itu terjadi. Aku akan membuat melia tidak menemui kaisar vikram juga. Karna ia selalu mengurung suamiku dengan kesibukan.. huh… lihat saja nanti…” ujar mira dengan percaya diri, dan sontak membuat jerico tertawa melihat kelakuan adiknya. Sementara di tempat lain, kaisar vikram merasa merinding padahal tidak terjadi apa-apa.
***bersambung 🥰🥰