nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 77


__ADS_3

"kenapa kalian pucat, apakah tidak ada yang ingin kalian sampaikan..?” ujar kaisar Rolan dengan cemas.


“ayah, ibu, kakak. Kami tidak apa-apa. Kami hanya kelihatan pucat saja…” ujar lili. Namun kaisar vikram tidak percaya, walaupun ia seorang kaisar yang hebat, satu hal yang tidak bisa ia lakukan, yaitu mengetahui apa yang terjadi dengan kedua adiknya dan tidak dapat menebak sakit mereka apa.


“sebelumnya kalian pergi kemana..?” Tanya kaisar vikram mengintrogasi.


“dua minggu yang lalu, kami pergi menghadiri acara jamuan teh bersama para nona bangsawan. Setelah itu, tidak kemana-mana lagi..” ucap Raisa santai. Karena memang mereka selalu menuruti kata kakak mereka untuk tidak bergaul sembarangan.


“kakak, lili dengar, kakak bawa calon kakak ipar ya kesini…?” Tanya lili dengan antusias. Permaisuri Rieta terkejut dan  melihat kearah putranya.


“benarkah itu putraku, kenapa kamu tidak mengenalkannya pada ayah dan ibu dulu..” ucap permaisuri rieta dengan berbinar.


“ya,, aku membawanya bu, tentunya untuk mengenalkan dia pada kalian. Tapi besok saja, melia mungkin sudah beristirahat,” ucap kaisar vikram.


“oh.. jadi nama kakak ipar melia….!! Dia dari keluarga mana kak..?” Tanya Raisa.


“melia itu seumuran dengan kamu dek, dia dari keluarga jendral Richard di kerajaan purnama..” ucapnya sontak membuat kaisar Rolan terkejut.


“apa, jendral Richard. Jendral yang hebat itu nak..!! wah… ayah sudah lama sekali mengaguminya, selain ia hebat dalam perang, ia juga merupakan seorang jendral yang berbudi luhur dan jujur. Ayah sangat salut padanya. Tapi sayang, anak-anaknya, ayah dengar tak sehebat ayah mereka.. apa benar begitu nak..?” Tanya kaisar Rolna.


“walau pun memang iya yah, mereka di juluki sebagai sampah kerajaan. Namun jendral Richard tidak peduli, tapi sekarang jangan ayah coba. Semuanya hampir setara dengan kekuatan ayah, mereka tidak lagi di sebut sebagai sampah kerajaan, karena semuanya adalah jenius” ujar kaisar vikram.


“benarkah nak…?” ujar permaisuri rieta.


“benar bu, mereka ada di semua bidang, termasuk dalam bidang ilmu pedang dan perang. Mereka adalah ahlinya.” Ujar kaisar vikram lagi.


“wah.. hebat donk kak, kalau begitu, aku mau satu lah anak jendral menjadi suamiku.” Ucap raisa tanpa dosa, platak… suara sentilan di kepala raisa.


“aduh,,, sakit kak….” Ucapnya.


“kau ini masih kecil pikiranmu sudah kesana..” ucap lili geram pada adiknya sekaligus malu denga penuturan adiknya.

__ADS_1


“sudahlah, sebaikya kalian kembali istirahat, ini sudah malam. Kalau ada apa-apa segera kasih tau ayah…” ujar kaisar Rolan pada kedua putrinya.


“baiklah yah…” mereka berdua pun kembali kekediaman masing-masing. Sekarang tinggal mereka bertiga di gazebo itu.


“lalu, kapan kalian akan menikah nak..?” Tanya permaisuri Rieta.


“tentu saja setelah perayaan bu..” ucap kaisar vikram.


“kelamaan… minggu besok saja, ayah sudah tidak ingin menunggu lagi…!!” seru kaisar Rolan.


“ayah. Yang menikah kan aku, kenapa ayah yang sudah tidak tahan..?” Tanya kaisar Vikram, dan sukses membungkam mulut ayahnya itu.


“ya,.. karena tidak sabar pengen punya cucu..” jawbnya pelan karena mendapat tatapan tajam dari istrinya. “sayang ku, jangan menatapku seperti itu donk. Aku hanya ingin cepat meminang cucu..” ujar kaisar Rolan.


“bu, masak ayah menyuruhku untuk segera membuat cucu, padahal kan kami belum menikah bu..” adu kaisar vikram pada ibunya, dan suksen mendapat sorot mata tajam dari ayahnya. Kaisar vikram pun terkekeh melihat ayahnya jadi salah tingkah.


“apa..!! kamu bilang seperti itu pada putramu sendiri..!! menyuruh putra sendiri untuk melakukan yang tidak-tidak sebelum mereka menikah…?” Tanya permaisuri Rieta sambil melotot pada suaminya.


“hoammm…. Ayah ibu, aku mengantuk dan mau istirahat. Ayah dan ibu lanjutkan saja di kamar, kalau perlu jangan beri ayah jatah malam ini..” ujar kaisar vikram langsung membuat kaisar Rolan geram. Setelah itu, kaisar vikram pun pergi dengan hati bahagai, karena berhasil mengerjai ayahnya.


“malam ini tidak dapat jatah…” ujar permaisuri rieta dan langsung pergi. Kaisar Rolan mengacak-acak rambutnya.


“dasar anak sialan…” umpatnya. ia juga berdiri dan langsung mengejar istrinya. “ sayang tunggu..” ujar kaisar Rolan.


***


Ke esok harinya terdengar suara yang menghebohkan di kediaman para putri kaisar. Saat itu melia sudah bangun dan sedang berolah raga pagi.


“yang mulia, putri lili tidak sadarkan diri, dan wajahnya sangat pucat sekali yang mulia. “ lapor pelayan pada kaisar Rolan. Kaisar Rolan terkejut mendengar kabar itu. tapi tak lama, pelayan putrinya raisa juga datang mengatakan hal yang sama.


“apa..!! apa yang terjadi, cepat klian panggilkan tabib…!!” serunya.

__ADS_1


“kami sudah memanggilnya yang mulia..” ujar para pelayan yang sangat panic itu. melihat para pelayan dan juga istrinya panic, kaisar Rolan jadi ikutan panic. Tak lama, kaisar vikram datang.


“apa yang terjadi yah, bu…?” Tanya nya dengan tergesa-gesa. Melia yang mendengar hal itu dari pelayannya juga datang dengan tergesah-gesah.


“ada apa ini yang mulia. Maaf saya lancang..” ucap melia membungkuk. Kaisar Rolan melihat kearahnya.


“tidak apa nak..” ucapnya. tabib itu pun datang dan memeriksa keduanya, tak lama tabib itu selesai memeriksa mereka.


“apa yag terjadi dengan kedua putriku tabib..?” Tanya kaisar Rolan tidak sabaran. Tabib itu bingung, ia tidak tau akan menjelaskan apa. Karena dari analisisinya, mereka tidak mengalami sakit apaun.


“maaf yang mulia, beribu ampun. Hamba tidak menemukan penyakit apaun pada kedua tuan putri..” ucap tabib itu.


“apa, jadi kamu ingin mengatakan bahwa mereka tidak sakit begitu..!!” ujar kaisar Rolan. Sementara permaisuri Rieta sudah mulai menangis. Melia jadi tidak tega melihatnya.


“yang mulia, maaf kalau saya lancang. Saya bisa sedikit tentang ilmu pengobatan. Apakah saya boleh memeriksa kedua tuan putri yang mulia..?” Tanya melia. Sementara kasiar vikram dunianya seolah menjadi runtuh, medengar kedua adik kesayangannya seperti ini. Mendengar hal itu, awalnya kaisar Rolan ragu, namun ketika melihat kesungguhan di mata melia, akhirnya ia mengizinkannya memeriksa mereka.


“baiklah… lakukan apapun yang kamu bisa nak…” ucap kaisar Rolan. Melia pun langsung mendekati mereka. Melia belum memeriksa mereka, namun ia sudah dapat menebak apa yang terjadi dengan mereka.


Melia  langsung memeriksa denyut nadi keduanya. Ia melihat racun yang sudah bersarang dalam tubuh mereka baru-baru ini. Itu adalah racun katulistiwa, dimana penderitanya akan mengalami wajah pucat dan tidak bertenaga. Racun ini walau tidak begitu berbahaya, namun cukup berpengaruh dengan kekeuatan imun tubuh. Karena penggunanya akan merasa cepat lelah dan sering pinsan.


“bagaimana nak melia. Apa yang terjadi..?” Tanya kaisar Rolan. Melia menghela nafas pelan.


“tidak apa yang mulia. Saya punya penawarnya. Mereka terkena racun katulistiwa, dimana penggunanya ini akan cepat merasa lelah dan sering tidak sadarkan diri. Walau tidak terlalu berbahaya, namun ini juga tidak baik untuk kesehatan.” Jelas melia.


“apa ! racun..”beo kaisar Rolan. Ia menjadi geram, siapa yang sudah berani meracuni kedua putrinya.


“yang mulia tenang saja, aku memiliki penawarnya.” Ucap melia. Melia pun mengeluarkan satu botol berisi cairan penawar racun katulistiwa itu. melia pun meminumkannya kepada keduanya di bantu oleh kaisar vikram dan kedua orang tuanya. Setelah meminumkan obat penawar itu, selama beberapa menit wajah lili dan raisa mulai kembali normal. Dan ahirnya mereka di sembuhkan.


“ayah, ibu…” ujar lili dengan pelan, sementara raisa belum membuka matanya. Kaisar Roland dan permaisuri Rieta sangat senang melihat buah hati mereka sembuh. Kaisar Rolan menatap kearah melia dan dengan senang hati memeluk calon menantunya itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2