nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 40


__ADS_3

"eh… sayang, kau sudah pulang…” ucap ibunya menyambut kedatangan anak sulungnya dengan pelukan.


Setelah itu ia melepas pelukannya dan mereka pun duduk. Ibunya memperhatikan raut wajah putranya, sepertinya agak berbeda dari biasanya.


“hemm… sepertinya, wajah kamu agak berserti hari ini, tadi malam dari mana saja ?” Tanya permaisuri Rieta kepada kaisar vikram. Mendengar penuturan ibunya, adik-adiknya ikut menatap kakak mereka.


“mungkin baru ketemu jodoh bu.. hahaha…” sindir lili putri pertama adik dari kaisar Vikram. Kaisar vikram mendesah melihat kelakuan adiknya itu.


“benarkah kak, apa kami sebentar lagi akan memiliki kakak ipar dan keponakan yang lucu..??” timpal putri Raisa adinya yang kedua. Ibunya menggeleng melihat ke antusiasan putri-putrinya.


“nak.. kalau sudah bertemu jodoh jangan lama-lama untuk meminangnya, nanti keburu di ambil orang baru tau..” timpal ayahnya juga.


“ayah pun ikut-ikutan… ??” ucap kaisar vikram tak percaya. Mereka semua tertawa.


“jujurlah nak, kamu seperti sangat bahagia hari ini, wajahmu pun sangat berseri-seri..?” desak permaisuri Rieta.


“hais.. ibu, ayah.. aku ingin mengatakan bahwa… aku sudah sembuh dari racun laba-laba itu..”ucapnya, sontak membuat semua keluarganya terkejut juga sangat bahagia mendengar kesembuhan putranya itu.

__ADS_1


“benarkah nak…” ucap ayahnya tak percaya.


“benar yah, dan yang mengobatiku adalah calon permaisuri ku di masa depan..” ucap kaisar Vikram bangga. Ayah nya kaisar Vikram pun tersedak mendengar penuturan putranya.


“huk..huk..huk… kenapa mendadak sekali, bukannya tidak suka perempuan..?” Tanya ayahnnya dan di balas anggukan antusias dari adik-adinya.


“heh.. maksud ayah apa ngomong seperti itu, kalau aku tidak suka perempuan berarti aku suka laki-laki bagitu..!! ayah yang benar saja,,, aku ini masih normal yah…” ucap kaisar vikram dengan berpura-pura kesal. Mendengar itu, ayahnya tertawa.


“hahaha… ayah pikir kau tak suka perempuan, hampir saja ayah menjodohkan mu dengan pria gemulai..hihihi..” ucap ayanya. Mendengar itu mereka semua tertawa tak terkecuali kaisar Vikram.


“memangnya ayah mau punya menantu pria gemulai..”timpal kaisar vikram.


“tapi kak, kalau memag sudah ketemu jodoh, seperti apa kakak ipar kun nanti..?” Tanya lili.


“yang pasti dia berbeda dengan kalian yang manja…..” ucapnya sambil tertawa, lili dan Raisa memanyunkan bibir mereka tanda mereka tidak terima dengan kata-kata kakanya.


***

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam tanpa henti, akhirnya mereka sampai di desa ****. Mereka bertiga langsung menuju kediaman ibu liora, mereka bertanya kepda warga yang ada disana. Warga disana menunjukan rumah selir liora, mereka pun langsuung bergegas menuju kediaman itu. seampainya mereka disana, mereka turun dari kuda mereka.


Tok. Tok . tok ..


“permisi…” ujar mereka sambil mengetok pintu, tak lama pintu itu terbuka dan tamapaklah pelayan ibunya yang membuka pintu itu. pelayan ana namanya.


Pelayan ana terkejut melihat tiga orang berpakaian serba hitam dengan penutup wajah mereka. Ia mulai merasa takut. Takutnya mereka adalah orang yang sama, yang menyerang mereka tempo dulu sampai menyebabkan tuan muda paramuga terluka.


Melihat ketakutan dari wajah pelayan ana. Mereka bertiga membuka ppenutup wjah mereka. Pelayan ana terkejut, ia bertanya dalam hati siapa mereka, mungkinkah mereka adalah, dewa dan dewi yang datang dari khayangan.


“bibi ana.. bibi tidak menegnali kami.” Ucap Rayyan. Pelayan ana terkejut mendengar suara itu, suara itu adalah milik tuan kembarnya yang ada di karajaan purnama.


“apakah… “sebelum pelayan ana menyelesaikan ucapannya, Reynal memotongnya.


“ iya bi, kami adalah sikembar dari kediaman jendral Richard dan ini jelita, adik kami. Kami kesini ingin bertemu dengan ibu liora, karna ibu sudah lama tidak kembali.” Pelayan ana meneteskan air matanya. Jujur saja ia sangat merindukan para tuan mudanya yang berbudi luhur ini.


Setelah itu, pelayan ana mempersilahkan mereka masuk. Saat mereka masuk, nampaklah selir liora denga wajah pucatnya sedang menemani putranya yang masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


***


__ADS_2