
Pagi pun menyingsing. kedua anak perempuan itu segera menemui kedua orang tua mereka masing-masing untuk mengutarakan hal yang ada di dalam mimpi mereka.
" salam kepada Ayah dan Ibunda.." ucap anabella sambil membungkukkan badannya di hadapan kedua orang tuanya.
"bangun Lah nak. Ada apa gerangan sampai anak bunda yang cantik ini menemui bunda sepagi ini..??" tanya permaisuri melihat kepada putrinya annabella.
"maafkan Ananda ibunda, ayahanda jika sekiranya Ananda mengganggu. namun Ananda datang ke sini ingin menyampaikan perihal mimpi Ananda tadi malam."mendengar penuturan itu kaisar Vikram dan permaisuri Melia pun saling melempar pandang.
"mimpi apakah itu putriku?" tanya kaisar Vikram kepada annabella putrinya.
annabella pun mulai menceritakan mimpinya yang didatangi oleh seorang kakek yang bernama Damian dan meminta kepadaNya untuk menemuinya di hutan kabut bersama dengan kedua orang tuanya. kakek itu mengatakan akan mendidiknya dan Gisel selama 1 tahun.
mendengar cerita yang disampaikan oleh putrinya itu sama persis dengan apa yang disampaikan oleh istrinya, kaisar Vikram pun tidak lagi mengelak, artinya ini bukan suatu kebetulan, melainkan memang sebuah perintah yang harus dilaksanakan,
walaupun sebenarnya kaisar Vikram sangat tidak ingin berpisah dengan Putri satu-satunya, namun demi kebaikan putrinya itu sendiri ia harus bisa merelakannya.
"putriku, lalu Bagaimana menurutmu, Apakah kamu akan pergi menemui kakek Damian yang ada di dalam mimpimu itu?" tanya kaisar Vikram mendengarkan persetujuan putrinya. takutnya nanti putrinya tidak ingin pergi dan kaisar fikram pun tidak akan memaksa.
"ya Ayah, aku akan dengan senang hati menuntut ilmu, jika seandainya apa yang ada dalam mimpiku itu adalah kenyataan. bukankah ayah dan ibu pernah mengajarkan kepada kami, bahwa tidak boleh menyia-nyiakan ilmu walau hanya seujung kuku pun, karena sekecil dan sebesar apapun ilmu itu pasti ada manfaatnya untuk diri sendiri."jelas anabella kepada kedua orang tuanya.
kaisar Vikram menghela nafasnya. jujur saja sebagai seorang ayah, ia tidak rela ditinggalkan oleh Putri satu-satunya. ditambah lagi, nasehat yang mereka berikan kepada anak-anak mereka itu, menjadi bumerang untuk mereka sendiri.
karena dengan alasan itu, mereka tidak bisa melarang keinginan anak-anak mereka, karena mereka sendiri sudah bisa membedakan mana yang pantas untuk dilakukan dan mana yang tidak pantas untuk dilakukan.
" baiklah, bersiaplah kita akan menemui saudara sepupumu Gisel dan Paman David serta bibit Mira. kita nanti akan berangkat sama-sama Untuk mengantarkan kalian berdua." ujar kaisar Vikram kepada anabella.
__ADS_1
annabella dengan senang hati pun pergi ke kediamannya untuk mempersiapkan keperluannya Ia hanya membawa beberapa barang yang ia perlukan saja selebihnya ia tidak ingin merepotkan dirinya sendiri.
walaupun ia adalah seorang putri, namun hidupnya tidak bergelimanan harta, dia tidak terlalu menyukai kecantikan dan kemewahan. hidupnya sederhana dan biasa-biasa saja, namun dari situ ia bisa mengerti apa itu arti dari kata kehidupan dan hidup.
menurutnya kehidupan ialah, melakukan sesuatu hal yang bermanfaat dan berada di jalan kebenaran. sementara hidup. menurutnya, hidup ialah berdampingan dengan orang lain baik itu dengan keluarga maupun masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya.
tidak hanya anabella, semua keturunan jenderal Richard memiliki hati yang baik dan lemah lembut. namun dari kebaikan dan kelemah lembutan itu tersimpan sebuah ketegasan dan kekuatan yang besar yang tidak mampu ditandingi oleh orang lain seolah-olah mereka adalah pemilik kekuatan dari segala kekuatan.
***
mendapat panggilan dari Kaisar Vikram dan permaisuri Melia, David sang pengawal bayangan pun langsung melesat pergi bersama dengan keluarganya. yaitu istri dan kedua anaknya.
tak lama, mereka pun sampai ke istana dan langsung menghadap kepada kaisar Vikram dan permaisuri Melia. walaupun sudah menjadi kerabat Kaisar atau sudah menjadi bagian dari istana, pengawal atau Kesatria David ini tidak pernah melupakan tata krama atau ke sopan santunannya terhadap penguasa.
"hormat kami yang mulia..." ujar David dan semua keluarganya. Mereka pun semua membungkukkan kepalanya tanda menghormati sang kaisar.
"bangunlah, kamu pasti sudah mengetahui alasanku memanggil kalian datang ke istana."ucap kaisar Vikram to the point.
"maaf Yang mulia, maksud yang mulia apa?" tanya pengawal David tidak mengerti. kaisar Vikram pun menepuk jidatnya pelan.
"kenapa dari dulu sampai sekarang kamu itu lelet sekali, Apakah kakak ipar Mira dan keponakanku Gisel tidak pernah mengatakan sesuatu padamu?" ucap kaisar Vikram geram terhadap keleletan dari saudara angkatnya ini.
"eh.. oh.. itu ya, aku sudah tahu yang mulia lalu bagaimana?" tanya pengawal David lagi.
"Ya bagaimana lagi, kita harus pergi mengantarkan kedua Putri kita untuk menuntut ilmu kepada kakek Damian itu, ya walaupun aku juga tidak pernah mengenalinya." ucap kaisar Vikram.
__ADS_1
"tapi Paman kaisar, Gisel sama sekali tidak tertarik untuk belajar dengan kakek Damian itu. dari raut wajahnya saja, dalam mimpi sangat mengerikan Gisel sangat takut." ujar Gisel mengadu pada Paman kaisar nya.
"eh.. tidak boleh mengatakan hal itu, walau bagaimanapun kalian semua, termasuk kamu Gisel. kamu akan tetap diantar untuk belajar dengan kakek Damian paham..!!"ucap ibunya Mira.
bukan Tanpa alasan Gisel mengatakan hal itu, ia beneran cemas melihat wajah garang yang ditunjukkan oleh kakek Damian itu. apalagi Gisel ini anaknya agak sedikit susah dikasih tahu, bukan berarti pembangkang ya... hanya saja, banyak tingkah laku absrud yang mungkin akan menyebabkan sang kakek kesal dan marah.
"hohoho ternyata kamu penakut juga ya, tidak perlu takut yang pasti di sana jangan nakal nanti kakeknya akan memberikan hukum yang mengerikan. tadi bibi pernah cerita, saat mereka nakal dulu, kakek Damian sampai mengeluarkan asap di telinga dan hidung nya.." goda kaisar Vikram kepada keponakannya itu mereka semua pun terkekeh. Gisel yang membayangkan hal itu pun, bergidik ngeri.
setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya mereka pun memutuskan untuk segera berangkat ke hutan kabut itu.
untuk sementara, tambuk kepemimpinan diserahkan kembali kepada kaisar Roland. dengan senang hati, Sang kaisar itu pun mengambil alih untuk sementara. kepemimpinan itu tidak pernah keluar dan dipegang kendali oleh orang luar. karena istana dan kemakmuran rakyat adalah tanggung jawab mereka.
tak lama dua keluarga itu pun sampai di hutan kabut dengan menggunakan teleportasi agar cepat sampai ke daerah tersebut.
Setelah itu mereka langsung memasuki gua dan langsung berteleportasi lagi, memasuki ruang dimensi sang kakek Damian. di sana kakek Damian sudah menunggu kedatangan mereka. terlihat Mira dan Melia sangat antusias bertemu kembali dengan kakek mereka yang sangat mereka cintai.
"kakek..."ujar Mira dan media mereka berdua pun segera berlari dan menubruk badan sang kakek, mereka berperilaku seperti seorang gadis yang belum memiliki anak saja.
melihat hal itu kakek Damian pun terkekeh, Ia tidak percaya bahwa kedua cucu angkatnya ini masih akan bersikap dan bersifat manja kepadanya. sementara suami-suami mereka itu mulai kebakar jenggot alias cemburu.
(eleh nggak usah cemburu sebelum kalian mengenal mereka itu terlebih dahulu si Kakek Damian sudah merangkul mereka jadi tidak usah cemburu ya kalian para suami posesif.
)
***bersambung***
__ADS_1