
Jenderal Richard tidak bisa berbuat apa-apa. karena ia sangat menyayangi ketiga putrinya itu, begitu juga sebaliknya. keempat putranya pun setuju dengan apa yang disampaikan oleh adik-adik mereka.
flashback.
saat itu, terjadi kekacauan di perbatasan kerajaan purnama dengan kerajaan tetangga. di perbatasan kedua kerajaan itu, terjadi pemberontak kan yang menewaskan banyak prajurit dari dua kerajaan yang menjaga perbatasan itu.
mendengar kabar dari orang kepercayaan Jendral Richard di perbatasan, bahwa di sana terjadi pemberontak oleh orang orang yang tidak di kenal. jendral Richard dan anak-anaknya langsung turun menangani hal tersebut.
" dengarkan. ayah akan berangkat kembali ke perbatasan. dua kerajaan ini, di Serang oleh beberapa mahluk aneh. menurut informasi yang ayah dengar, seperti manusia jadi-jadian. jadi, ayah akan memutuskan untuk pergi sendiri." mendengar penuturan jendral Richard seperti itu, Melia dan Mira yang tentu saja sedang berkumpul dengan mereka itu menolak.
" tidak ayah..!!" 😧ucap mereka bersamaan. mereka pun saling menatap satu sama lain. jendral Richard sendiri, jadi terkejut mendengar suara kedua putrinya itu.
" tidak ayah. kami mohon, jangan pergi sendiri. biarkan kami ikut yah.." ucap melia segera menormalkan suaranya.
" iya yah. kami akan ikut. kalau ayah tidak mengizinkan kami ikut, maka kami akan membuat ayah pingsan dan mengurung ayah di dalam rumah saja.." ancam Mira. ketua terangan anaknya itu, membuat jendral Richard merasa bimbang.
di sisi lain, ini adalah masalah yang sangat genting. namun ia juga tidak. mau mengorbankan anak-anaknya. tap, jika tidak. di bolehkan, maka tentu saja, ancaman itu tidak sekedar ancaman.
" tapi nak. jika kalian ikut. bagaimana dengan para suami kalian..??😑" tanya jendral Richard berusaha bernegosiasi pada kedua putrinya itu.
" ayah tidak perlu mencemaskan hal itu, kami tadi sudah bertelepati, dan mereka mengizinkannya." ucap melia lembut dan penuh pengertian. semenjak ia menikah dengan kaisar Vikram,ia. mulai sedikit terbiasa dengan sifat lemah lembut nya ini. apa lagi, ia adalah seorang permaisuri.
"apakah kalian yakin, ayah tidak ingin terjadi apa-apa dengan pernikahan kalian nan_" Ucapnya terpotong.
" tidak apa ayah Jendral. sepertinya istriku sudah bosan dan ingin bermain-main." ujar kaisar Vikram Dengan tiba-tiba. kaisar Vikram setelah mendapat telepati permaisuri nya. langsung melakukan teleportasi ke keDiaman jendral Richard, dan tentu saja di susul oleh David.
" kalian ikut lah. aku tau, kalian berdua sudah bosan kan. maka pergi dan lindungilah ayah. aku percaya pada kalian semua, termasuk. kau istriku. untuk masalah anak-anak, biarkan kami yang menjaga. namun, aku minta maaf Ayah. aku tidak bisa ikut, karena masih banyak yang harus ku. kerja kan." ucap kaisar Vikram Dengan penuh hormat dan pengertian. Melia yang melihat ketulusan dan respon baik suaminya pun langsung tersenyum manis.
__ADS_1
dengan berbekal izin yang mereka dapatkan, akhirnya jendral Richard dan ke enam anaknya berangkat ke perbatasan. sementara Jelita tidak di ikut sertakan, ia di beri amanah untuk tetap di rumah menjaga ke enam keponakannya dan juga kedua ibunya. sebenarnya, kedua ibu dan keponakannya itu tidak perlu di jaga, karena mereka semua bisa ilmu bela diri, malahan sudah sangat handal, walaupun umur mereka masih 3 tahun.
dan ternyata, itu adalah tugas terakhir untuk jendral Richard berada di perbatasan. karena setelah itu, ke tiga putri nya langsung menegaskan kepada ayahnya untuk pensiun dari perbatasan itu, dan di gantikan dengan kedua anaknya. yaitu Jerico dan Rayyandi.
flash of
mereka juga tidak ingin diusia ayah mereka yang sudah tua ini, masih bekerja sementara mereka sudah bisa untuk membahagiakan kedua orang tua mereka.
suara hiruk pikuk pun terdengar di luar ternyata para putra dan putri yang ditunggu itu telah sampai di pintu gerbang kerajaan. banyak warga warga yang berdatangan untuk melihat mereka.
" lihat lah para jenius yang si miliki oleh kekaisaran kita. mereka sama sekali tidak merasa jijik berbaur dengan kita yang rendah ini. bahkan mereka juga tidak akan segan, menjabat tangan kita. " ujar salah satu warga yang menyaksikan kedatangan mereka.
" kamu benar. aku juga sangat bersyukur, mereka sama sekali tidak menindas kepada rakyatnya. justru dengan senang hati, mereka membantu perekonomian kita, dan tidak segan turun dan berkotor-kotoran dengan tanah." ujar salah satu nya lagi. dan begitu, sepanjang perjalanan mereka terdengar bisikan bisikan pujian untuk mereka. namun sama sekali tidak membuat mereka berada di atas awan, malahan mereka akan membalas dengan senyuman.
para warga yang ada di Kerajaan Awan maupun di luar Kerajaan Awan sangat segan terhadap mereka. selain keenam muda-mudi ini memiliki bakat dan kekuatan yang sangat besar, bahkan kecerdasan dan kecerdikan mereka dalam ilmu taktik, pengobatan, sains, pertanian, maupun teknologi itu diakui.
mereka bersorak-sorai menyambut kedatangan ke-6 muda-mudi itu, tidak seperti biasa para anak bangsawan lainnya yang datang menunggangi kuda, namun mereka datang dengan berjalan kaki, sambil menebarkan senyum kepada rakyatnya serta melambai-lambaikan tangannya senang.
*hehehe... seperti artis gitu..!!😁😁*
akhirnya mereka dapat kembali dan berkumpul lagi, berbaur bersama masyarakat yang ada di kerajaan itu. para warga pun yang melihat mereka sangat senang baik muda maupun tua, para gadis dan para pemuda pun tidak ada yang iri terhadap mereka, karena mereka sadar mereka tidak sebanding dengan putra-putri bangsawan ini.
" semoga saja, mereka selalu dilindungi oleh kebaikan dan para dewa Dewi di atas kahyangan." ujar salah satu anak kecil yang ikut menyaksikan kedatangan mereka.
para rakyat jelata pun paham Di mana posisi mereka. namun tidak menutup kemungkinan, mereka sangat menghargai keenam pemuda-pemudi ini.
dengan berjalan kaki dan berbaur bersama para rakyat jelata di jalan, akhirnya mereka sampai di depan pintu gerbang kerajaan istana kekaisaran awan. di depan pintu gerbang sudah ada beberapa orang penting yang berdiri menyambut kedatangan mereka, termasuk keluarga, nenek dan kakek, ayah dan ibu, serta paman-paman mereka. dengan senyum yang terukir manis di bibir mereka mereka berjalan ke arah orang-orang yang dikenal dan dirindukannya itu. mereka memasuki gerbang istana dan langsung di sambut oleh para petinggi istana.
__ADS_1
" selamat datang kepada pangeran dan putri kekaisaran awan. semoga selalu berjaya." ucap mereka serempak. karena tidak ingin dianggap sombong, si sulung Audrey pun langsung membalas sapaan mereka.
" terimakasih. dan begitu pula sebaliknya. semoga kalian juga selalu berjaya." ucap pangeran Rey dengan datar. wajar...🤭🤭
mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka kearah orang orang yang mereka rindukan sekaligus yang mereka takuti.
tak lama pun mereka sampai di hadapan mereka terlebih dahulu Mereka memberi hormat kepada kaisar Vikram dan permaisuri melia.
" salam kepada yang mulia kaisar dan permaisuri. semoga selalu di limpahkan kesehatan yang luar biasa." ujar mereka serentak dan membungkuk. kaisar Vikram menyambut salam ke enam anaknya tersebut.
" salam kalian ayah terima. bangunlah nak." ujar kaisar Vikram. mereka Semua pun bangkit. dan yang terakhir adalah memberi hormat selaku cucu terhadap kakek neneknya.
"salam kakek salam nenek.."ucap mereka serempak.
mata jenderal Richard mulai berkaca-kaca ia tidak percaya melihat cucu-cucunya sudah tumbuh menjadi pemuda dan pemudi remaja yang sangat dibanggakan di kekaisaran ini.
" bangkit cucu-cucu ku. kakek sangat merindukan kalian, kemarilah." ujar jendral Richard sambil merentangkan kedua tangannya. Tanpa menunggu lama, mereka langsung menubruk tubuh jendral Richard itu.
sepertinya ketulusan dan kebaikan mereka mengalir dari sifat kakek mereka. karena semenjak mereka kecil dan sebelum diberangkatkan belajar di akademi, mereka selalu merengek untuk mengunjungi kediaman jenderal Richard dan tentu saja, mereka lebih betah tinggal di sana sampai-sampai orang tua mereka hanya mampu menggelengkan kepalanya.
"ternyata kalian sudah sangat besar kakek tidak menyangka padahal baru kemarin kakek memangku dan menimang-nimang kalian."ucap jenderal Richard sambil berderai air mata masih sambil memeluk mereka. melihat hal itu, kaisar Roland pun menjadi cemburu, ia kemudian berdehem.
"hem... Apakah kakek kalian cuma jenderal Richard saja?😒😕"tanya kaisar Roland sedikit memanyunkan bibirnya dan pura-pura mengambek kepada keenam cucu-cucunya itu.
kaisar Roland pun sudah menganggap pengawal bayangan David itu sebagai putranya sendiri. karena sedari kecil David memiliki hati yang baik dan tegas, sama dengan kaisar Vikram. dan juga kaisar Roland sangat menyayanginya seperti ia menyayangi anak-anaknya sendiri.
***masih bersambung***
__ADS_1