
cerita ini hanya sebuah settingan belaka, jika ada kesamaan dalam cerita, itu hanya kebetulan dari hasil halu author. dan diharapkan bijak dalam membaca, tapi tenang saja, nggak pakek konten dewasa kok 😁😁
***
"ada apa ini tuan..?” Tanya selir Diana.😟 Ia beralih menatap putrinya ira. “ada apa ini ira..?” tanyanya lagi.
“ibu.. aku tidak salah, justru kakak duluan yang menyerangku…” adunya dengan mata yang mulai berkaca-kaca alias pura-pura hehehe. 🥺🥺 Jendral Richard mendesah, dan kembali menatap ira.😤
“apa alasan jelita menyerangmu..? KATAKAN…!!” teriaknya lagi. Ia paling tdak terima, melihat anak-anaknya menyakiti satu sama lain, apalagi itu adalah putri kesayangannya. Sementara jelita dipapa oleh ketiga saudaranya, mereka serus mendekap jelita dalam kehangatan dan kasih sayang.
“aku.. hanya datang mengucapkan selamat pada kakak, tapi tiba-tiba kakak menyerangku duluan.” Ucap ira masih membela diri.🥺🥺
“he… jelita tidak akan menyerang jika kamu tidak memprovokasinya…” ujarnya lagi. Pelayan yang melihat itu, mereka merasa geram dengan kelakuan ira. Xixi pun menyela.
“mohon maafkan atas kelancangan hamba tuan, biarkan hamba menjelaskan yang sebenarnya.” Ucap xixi sambil bersujud. Jendral Richard beralih menatap pelayan itu. semenara ira menjadi kalangkabut.
“katakan…” ucap jendral itu datar.😠😠
“jadi begini tuan, saat acara penerimaan dekrit selesai, kami dan juga nona kembali kekediaman. Namun saat kami sudah sampai di pekarangan, nona ira memanggil nona jelita dengan sebutan ******. Kami berhenti dan melihat kearah nona ira, nona ira kemudian mendekat dan meminta surat dekrit pernikahan itu tuan, dengan alasan bahwa nona tidak pantas bersanding dengan yang mulia kaisar vikram. Namun nona tidak menyerahkannya dan malah kembali berjalan masuk, namun tiba-tiba nona ira menyerang nona jelita dengan kekuatannya itu tuan. “ jendral Richard yang mendengar hal itu menjadi gelap mata, ia sangat marah kepada ira. Namun bagaimana pun ira masih darah dagingnya.
Jelita pun bisa melihat kasih sayang yang begitu besar itu untuk anak-anaknya, namun ia tidak dapat menyalahkan ayahnya, jika ia tidak bisa menghukum ira. Jendral Richard menghela nafasnya gusar.
__ADS_1
“kalau begitu, kau harus di hukum. Dan hukuman mu adalah, kau akan di asingkan dan di keluarkan dari kediaman ini, aku akan memberimu tempat tinggal di pinggiran kota, kau tidak di izinkan lagi menginjakkan kakimu di kediaman jendral, apakau mengerti..!!” ucapnya datar. Ira dan selir Diana membelalakkan matanya.
“tuan, apakah itu tidak keterlaluan tuan. Ini hanya masalah kecil dan bisa untuk diselesaikan..” ucap selir Diana memohon agar anaknya tidak di keluarkan dari kediaman ini.
“masalah kecil kamu bilang ?, kalau saja aku tidak datang tepat waktu, apakah kamu bisa menjamin kalau tidak akan terjadi apa-apa dengan putriku jelita? Jawab..? apakah itu yang kamu bilang masalah kecil, kalau saja jelita kehilangan nyawanya ? apa kamu bisa menggantinya dengan nyawamu selir Diana ?” Tanya jendral Richard dengan menggebu-gebu.😡😡
"tapi tuan, Ira juga adalah putri mu..." ucap selir Diana membela diri dan putrinya.
"justru karena ia adalah putriku. makanya aku memilih mengasingkan nya. jika ia bukan putriku, akan ku pastikan, kepalanya berpisah dengan badannya..!!" ucap jendral Richard dengan menggebu-gebu.🤬
Semua yang hadir disana tidak dapat menyela kata-kata jendral, bahkan nyonya catrine pun yang sudah sangat mengenal suaminya itu, tidak dapat berbuat apa-apa. Jelita tiba-tiba menyela ayahnya.
“ayah… aku baik-baik saja._.” ucap jelita, namun jendral Richard mengangkat tagan kanannya memberi isyarat agar tidak melanjutkan kata-katanya. Jelita pun membungkam mulutnya dan tidak melanjutkan kata-katanya.
“ayah, aku minta maaf. Aku memang salah, tapi tolong ayah jangan membuangku.” Mohon ira sambil bersujud. Namun sepertinya jendral Richard sudah mati rasa dan tidak memperdulikan permohonan ira itu. sementara selir Quira dan lira sudah di asingkan terlebih dahulu, sejak lira kalah bertarung dengan jelita.
Jendral Richard melakukan ini kepada mereka, karena jendral Richard sudah mengetahui siapa yang ingin meracuni keluarganya. Dalangnya adalah selir Quira dan selir Diana, begitu juga pembunuh bayaran yang dikirim oleh mereka untuk membunuh selir Liora dan putranya.
jendral Ricard tidak dapat berbuat apa-apa, selain memanfaatkan kesalahan mereka agar dapat mengusir mereka dari kediaman nya.
Flashback
__ADS_1
“tuan, saja sudah mendapatkan petunjuk tentang penyerangan tuan muda pramuga tempo hari,” ucap kesatria yolan sambil menyerahkan beberapa bukti kepada jendral Richard. Jendral Richard pun mengambil dan membaca bikti-bukti itu, bukti itu terdiri dari pembelian racun dan kesepakatannya.
Jendral Richard membacanya dan seketika matanya menjadi gelap dan penuh dengan amarah, dengan tidak sengaja, jendral Richard mengeluarkan aura yang sangat mendomiasi, sehingga membuat kesatria yolan dan beberapa pengawal kepercayaannya menjadi tertekan. Namun setelah itu, ia cepat-cepat menarik auranya kembali.
“katakana, dimana kamu menemukan semua bukti ini ?” Tanya jendral Richard dengan suara yang super datar.
“menjawab tuan, semua bukti ini saya dapatkan di kediaman selir Quira dan juga selir Quira bekerja sama dengan selir Diana untuk melakukan kejahatan itu.” ucapnya sambil menunduk. Jendral Richard memukul meja dengan keras untuk menyalurkan kekesalannya. Brakkkkk…..
“kurang ajar….!! Berani sekali mereka menyentuh anak-anakku…!!. Apa yang mereka mau sebenarnya ? sungguh mereka sangat serakah…”marah jendral Richard. Sementara kesatria yolan hanya menundukan kepalanya melihat kemarahan dari junjungannya.
Flasoff
“cepat seret mereka keluar dari kediaman ini..” ucap jendral Richard. Semua pengawal itu pun langsung menyeret keluar ira dan selir Diana dari kediaman itu, dan mereka hanya membawa beberapa potong pakaian saja dan uang secukupnya, selebihnya di sita oleh jendral Richard.
Setelah itu, jendral Richard kembali menemui putrinya, ia melihat jelita masih di kerumuni oleh saudara-saydaranya.
“kau tidak apa kan jeje ?” tanya pramuga dengan wajah yang masih panic.
“tidak kak, aku tidak apa, berapa kaali jelita bilang sudah ridak apa kak…” serunya, ia tidak habis pikir kepada ketiga saudaranya yang begitu protektif terhadapnya.
***bersambung***
__ADS_1
terimakasih sudah mampir, walaupun ceritanya receh, mudah-mudahan dapat menghibur teman-teman yang baca😘🔥🙏🙏