
hanya settingan, hasil pemikiran author alias halu tingkat minimum hehehe😂😂
***
"suamiku, bagaimana..? apakah ada kabar tentang anak-anak..?” Tanya nya.
Jendral Richard menghela nafas dan mendudukkan tubuhnya di kursi. Nyonya citrine paham, bahwa sanya belum ada kabar tentang anak-anak mereka. Ia menunduk, matanya mulai berkaca-kaca, namun sebisa mungkin ia tahan. Ia tidak ingin suaminya malah tambah khawatir.
“maafkan aku istriku, aku belum mendapat kabar keberadaan mereka. Maafkan aku karna mengijinkan mereka pergi..” ucapnya denga sayu, dan mata yang mulai berkaca-kaca. Nyonya catrine mendekati suaminya, lalu mengelus punggungnya memberikan pengertian.
“sabarlah suamiku, kita berdoa saja, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan mereka semua.” Ucapnya menenangkan suaminya. Walaupun dalam hatinya juga bergejolak.
“sebaiknya kita istirahat dulu suamiku, bukankah besok adalah hari yang akan melelahkan…?.” Ucap nyonya catrine. Jendral Richard pun tidak bisa berkata-kata lagi. Ia menurut saja apa yang dikatakan istrinya.
Sementara di tempat lain. Jelita dan kelompoknya sudah sampai di perbatasan kerajaan purnama. Mereka berjalan memasuki kota, karna sangat lelah mereka hanya mencari tempat pengiapan saja dan tidak kembali kekediaman jendral, mengingat ini sudah tengah malam.
***
Ke esok harinya adalah dimana perayaan akan digelar. Mereka siap-siap akan mengikuti perayaan. Mereka semua berkumpul di sebuah aula yang luas. Acara pertama akan dimulai. Yaitu pertunjukan bakat nona-nona bangsawan, dan para putri kerajaan.
__ADS_1
“baiklah, acara pertama akan di gelar. Yaitu pertunjukan bakat dari para nona-nona bangsawan.” Ujar kasim itu. satu satu dari para nona bangsawan maju menunjukan kebolehannya. Ada yang berpuisi, membacakan syair, menari dan bermusik. Dan saat, nona dari keluarga jendral maju. Namun sebelum salah satu dari mereka maju, tiba-tiba kasim mengumumkan kedatangan selir liora dan anak-anaknya.
“SELIR LIORA DAN PARA TUAN MUDA MEMASUKI RUANGAN” sontak nyonya catrine dan jendral Richard terkejut dan berdiri melihat kedatangan mereka. Rombongan itu masuk dengan anggun dan berkarisma.
Ketiga laki-laki yang dikenal tidak dapat menaikan tingkat kultivasi, justru mereka berjalan dengan aura kepemimpinan yang penuh dengan ketegasan, dan juga kedua wanita yang berjalan berdampingan itu tak kalah menawan.
Banyak yang mengira, bahwa mereka itu adalah para dewa dan dewi yang turun dari pohon jambuh eh.. salah khayangan maksudnya.. wkwkwk… di sepanjang perjalanan mereka, banyak yang bergosip tentang mereka.
“lihatlah siapa yang datang itu..!! kasim bilang, itu adalah selir liora. Bukankah selir liora itu adalah selir jendral Richard ?. Dan siapa ketiga pemuda dan gadis cantik itu..?” seru salah satu pemuda bangsawan yang hadir disana.
“apakah mereka itu dewa dan dewi yang nyasar kekerajaan kita..?” ucap salah satu lagi dari mereka dengan penuh kekaguman yang tercetak di wajah nya.
“he… kenapa banyak para dewa-dewa tampan yang datang, apakah ini perayaan kusus untuk mereka, tidak taukah mereka bahwa hati dedek meleleh…” ucap salah satu gadis bangsawaan itu denga suara lebaynya.
“wah…kamu benar, ketiga pemuda itu sangat tampan dan mempesona. Membuat alarm ku berbunyi…” ucap salah satunya.
“alarm.. ? apa maksudmu dengan alarm..? “ Tanya kawannya itu.
“alarm itu sebagai pengingat, bahwa yang lewat ini adalah yang paling membuat hati berbunga-bunga..” ucap gadis itu dengan gemes.
__ADS_1
Kata-kata itu pun langsung terdengar di telinga mereka, dan banyak lagi, pujian-pujian yang di tujukan kepada mereka, namun mereka tidak memperdulikannya.
Dan tibalah mereka di hadapan raja Rolan, Mereka meberikan salam penghormatan kepada raja rolan dengan membungkukkan badan mereka.
“salam kepada raja rolan, semoga sehat dan hidup ribuan tahun. Maaf atas keterlambatan kami dan tertundanya acara yang mulia.” Ujar selir liora sambil membungkukan badanya.
Raja pun Rolan menganga tak percaya, melihat kedatangan selir liora dan putra putri nya. ia membatin (apakah ini surga ?), tapi tiba-tiba ia kembali sadarkan diri dan segera menerima hormat mereka.
setelah itu, mereka kembali bergabung dengan keluarga jendral yang lain. Karna ini adalah acara penting mereka tidak dapat berbincang dan melepas rindu. Namun jendral Richard dan nyonya chatrine sangat bahagia atas kepulangan mereka.
setelah itu, acara kembali dilanjutkan. Tanpa jelita sadari, ada beberapa mata yang mengarah padanya. Khususnya mata-mata dari kaum adam, dan yang paling menonjol adalah dua pasang mata. Yaitu mata kaisar vikram dan mata mantan tunangannya, putra mahkota Nicolas. Lira maju kedepan dan membungkukan badannya memberi hormat pada Raja Roland an kaisar Vikram yang ada disana.
“mohon izin yang mulia raja. Izinkan saya yang rendahan ini menampilkan bakat saya..” ujar lira dengan suara lembut yang di buat-buat.
“silahkan lanjutkan nona lira..” ucap Raja Rolan.
“terima kasih yang mulia.” Ujarnya. Ia pun mulai mengambil ancang-ancang, tak lama, music pun di mainkan. Lira meliuk-liukkan tubuhnya dan memutar tubuhnya dengan anggun dan gemulai, ia menari sambil menebarkan senyum pebsoden Haiyya.. senyum manis maksudnya.
***bersambung***
__ADS_1
Hay pembaca author, jika ceritanya kurang nyambung, silahkan di komen dalam kolom komentar.. dan jangan lupa, sisipkan juga sarannya ya..😘😘mmuuachh....