nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 52


__ADS_3

maaf untuk pembaca yang masih polos, di bab ini ada jebakan sedikit. namun cukup untuk membuat menganga. hahahaha.... bercanda. namun mimin serius, walaupun tidak panas, tapi tetap saja harus hati-hati. mana tau kepancing nanti.


namun mimin punya cara, kalau ingin baca jangan terlalu di hayati ya... tapi itu terserah pembaca sih....hehehe....


selamat membaca ya... maaf kalau cerita nya receh. wajar.. mimin baru belajar nulis...😘😘


****


"ya adik, kalau ada yang sakit, katakana padaku..” ucap Reynal tak kalah cemas dengan pramuga. Melihat adiknya kewalahan seperti itu karna ulah mereka berdua, rayyandi ikut menimpali.


“hais… kalaian ini. lihatlah, jeje sudah bosan mendengar ocehan kalian. Sebaiknya kalian keluar saja..” usir rayyan.


“enak saja kamu mengusir kita, lalu nanti kau sendiri yang akan memberi perhatian padanya ? oh tidak bisa, kami juga kakaknya.” Ucap muga tidak mau kalah, dan di dukung dengan anggukan kepala dari Reynal. Melihat ke akuan anak-naknya itu, jendral Richard tersenyum tipis, inilah yang di inginkannya, saling mengasihi satu dengan yang lain. Jendral Richard berdehem..


“he..eemmm…. sebaiknya kita semua keluar, agar adik mu bisa istirahat.” Ucap jendral Richard memberi pengertian kepada putra-purtanya. Mereka semua menoleh kesumber suara.


“ayah..” ucap jelita, jendral Richard pun mendekat dan tersenyum kearah putrinya kemudian membelai rambutnya.


“istirahatlah nak, kami akan keluar dulu.” Ucap ayahnya dan di angguki oleh jelita. Jendral Richard pun keluar dari kediaman jelita dan di ikuti oleh ketiga putranya.


***


Di sisi lain, di istana kerajaan purnama.


“ayah, aku ngin ayah melamarkkan nona jelita lagi untuk menjadi permaisuriku.” Ucap pangeran mahkota sambil membungkuk di depan ayahnya. Raja Rolan menghela nafas pelan.


“apa yang menyebabkan mu memilihnya kembali ? bukankah dulu dia menjadi tunangan mu, namun dengan mudahnya kamu memutuskan hubungan itu. apa kamu kira kau tidak memiliki rasa malu pangeran ?” ucap Raja Rolan pada putranya.


“maafkan akau ayah, aku tidak tau bahwa ia adalah orang yang istimewa.” Ucapnya lagi. “tolonglah ayah, berikan dekrit pernikahan itu lagi ke kediaman jendral untuk nona jelita.” Mohonnya.

__ADS_1


“kau terlambat putraku, jelita sudah ada yang meminang, bahkan ia sudah menerima dekrit kaisar itu.” ucap ayahnya dengan lemah lembut.


“maksud ayah…?” Tanya pangeran mahkota. ia tidak menyangka, bahwa ia akan kehilangan Jelita, Hanya karena pernah membuangnya sekali. (ya ialah tong, sekali di buang haram untuk dimiliki untuk yang kedua kalinya. kalau itu aku, aku bakal membuat kamu seperti mayat hidup. hidup segan mati tak mau.)


“dia sudah di pinang oleh kaisar vikram dari kerajaan awan. Dan ayah juga sudah memberikan dekrit penegasan mengenai hal itu.” ucapnya lagi. Pangeran mahkotapun seketika jadi lemas dan tak berdaya, andai dia dulu tidak menyia-nyiakannya dan memilih Lira putri dari selir Quira, semua ini pasti tidak akan terjadi.


Raja Rolan memperhatikan putranya, ia merasa kasihan. namun apa boleh buat, tidak ada yang bisa melawan kehendak kaisar itu.


***


Ke esok harinya, iringan-iringan pengantara hadiah untuk calon permaisuri kerajaan awan di laksankan. Kota yang nota benenya ramai dengan penjual dan pembeli, kini semakin ramai karena adanya iringan-iringan itu.


Sesampainya mereka di kediaman jendral Richard, mereka langsung menyerahkan hadiah pertunangan dari kaisar vikram untuk calon permaisuri mereka yaitu jelita.


“apa ini ayah..?” Tanya jelita. Jendral Richard pun menoleh kearah putrinya dan mendekat.


“ini adalah hadiah dari kaisar vikram untukmu..” ucap ayahnya sambil tersenyum. Namun itu tidak membuat jelita menjadi girang.


“tentu saja nak..” jawab jendral Richard.


“tapi yah, kalau bisa pernikahannya jangan cepat-cepat, aku masih ingin disamping ayah dan ibu.” Ucap jelita sambil bergelayut manja dilengan ayahnya. Jendral Richard pun tersenyum.


“ baiklah putriku..” ucapnya sambil mengusap sayang kepala jelita.


Malam harinya di kediaman jelita brak.. suara jendela dibuka paksa. Jelita tersentak dan terbangun, ia melihat sosok laki-laki tampan di depannya.


“hais… ada apa yang mulia datang malam-malam..” ucapnya acuh. Kaisar vikram pun berjalan tergesa-gesa ke arahnya.


“kenapa kamu menunda pernikahan kita ?” Tanya nya dengan memasang wajah imutnya. Jelita terkekeh melihat tingkah kaisar yang nota benenya itu kejam dan tidak berperasaan, namun bertingkah seperti anak kecil di hadapannya.

__ADS_1


“kamu kok malah senyum sih, kan aku bertanya.?” Ucapnya lagi. dengan tampang bodohnya itu.


“baiklah… sini duduk dulu.” Kaisar vikram pun menurut dan duduk disamping jelita.


“sebelum aku menikah dengan kamu, ada sesuatu yang ingin aku katakana padamu.” Ucapnya.


“maka katakan, aku akan mendengarkanmu.” Ucap kaisar vikram lagi.


“aku belum bisa berjauhan dengan ayah dan ibuku..” ucanya tanpa dosa.


“ya… kan kita bisa berkunjung nanti..” ucap kaisar vikram lagi. Jelita menggelengkan kepalanya dan berdiri menatap kearah jendela.


“kalau tidak mau, ya sudah. Aku tidak akan menikah denganmu..” ucapnya ketus. Kaisar vikam kelabakan. ia ikut berdiri dan memutar tubuh Jelita untuk menghadapnya.


“ya..ya.. maaf.. baiklah, aku kan menunggumu cintaku..” ucapnya. Kali ini mereka saling menatap satu sama lain, tatapan mata mereka sangat dalam dan entah bagaimana caranya, pelan-pelan, kaisar vikram mendekatkan wajahnya, semakin lama semakin dekat, melihat itu jelita pun memejamkan matanya tanda ia menyambut bibir itu mendarat. (Haelah…katanya mo nunda dulu...hmmm)


Bibir mereka pun akhirnya bersentuhan, awalnya hanya sebatas menempel saja. Namun tiba-tiba, kaisar vikram menggerakkan mulutnya, ia ******* dan menjilat bibir itu, namun  jelita hanya diam dan tak membalas ciuman dari kaisar vikram. Melihat hal itu, kaisar vikram yang masih setia ******* bibir munggil itu menggigitnya dan membuat jelita membuka mulutnya.


"mmm..mmm..."


Kaisar vikram pun semakin bersemangat, memasukkan lidahnya dan mengabsen setiap rongga mulut jelita. Awalnya jelita tidak terpengaruh dengan ciuman itu, namun tiba-tiba ia merasakan sesuatu dalam dirinya bergejolak, ia melingkarkan  tangannya di leher kaisar vikram dan juga membalas ciuman itu, ciuman mereka semakin dalam dan dalam. Namun tiba-tiba mereka berhenti. ( lah kok berhenti, kan aku masih asik nontonnya..)


“hos..hos..hos…” nafas keduanya, mereka menghirup oksige dengan rakus. Kaisar vikram pun menempelkan keningnya di kening jelita.


“bibir mu sangat manis sayang… ini akan menjadi mainan baru untuk ku..” ucap kaisar vikram sambil mengusap pelan bibir jelita yang masih basah akibat dari silaturahmi bibir mereka. Jelita pun hanya tersenyum.


“kau cukup hebat dalam hal itu, aku penasaran, apakah kamu hebat juga dalam hal lain.” Ucap jelita, kaisar vikram menaikan sebelah alisnya.


“maksudmu, kau ingin mencobanya sayang, aku akan membuat mu melayang nanti.” Ucapnya sambil tersenyum mesum kearahnya.

__ADS_1


***bersambung***


terimakasih sudah mampir.


__ADS_2