
pelayan itu mulai merias, dan tak butuh waktu lama riasan itu selesai. Dan itu sesuai dengan yang jelita harapkan. Setelah itu, mereka bergegas keluar untuk menerima dekrit dari kaisar dan raja itu. untuk menerima dekrit kaisar dan raja, mereka semua harus berlutut.
Dekrit raja itu berisi tentang perintah raja, untuk jelita. Dimana ia sudah di jodohkan oleh raja kepada kaisar awan, sementara dekrit kaisar, itu mengatakan bahwa jelita saat ini adalah calon permaisurinya dan akan segera dipinang. Dengan berat hati jelita menerima dekrit itu. walaupun sebenarnya ia tidak peduli. To yang dimaksudkan putri jendral, bukan dia.
( ya terima aja lah dulu, dari pada kediaman jendral jadi masalah. ) batinya. Setelah pemberian dekrit, para kasim yang ditugaskan itupun pergi, kembali ke istana.
“hmm… dek. Kamu yakin, akan menikahi kaisar itu ?” Tanya rayyandi kepada jelita.
“mmm kurang yakin juga sih kak. Tapi kalau di tolak, sama saja mencari masalah kan ?” Tanya nya lagi.
“ya juga sih..”
“jelita…” panggil jendral Richard.
“iya yah..” jawab jelita sambil menoleh kearah ayahnya.
“ayah… mm… bagaimana kaisar vikram bisa mengenal mu nak ?, ayah tidak ingin terjadi apa-apa dengan mu nanti. Dia adalah kaisar yang kejam dan sangat di takuti.” Ucap jendral Richard dengan perasaan cemasnya.
“mm… jelita juga tidak tau yah, tapi ayah tenang saja. Jelita akan menghendel ini semua…” ucapnya.
“hendel…??” beo jendral Richard.
__ADS_1
“ehe..ehe… maksudnya, jelita bisa urus ini yah. Jadi ayah tenag saja.” Jelas jelita lagi.
“baiklah. Ayah percaya padamu..” jawab jendral Richard. Sementara ibu jelita hanya memberikan senyum tulus padanya.
Terlihat, ira yang mengepalkan tangannya kuat, dibalik hanfunya. Ia tidak terima bahwa itu adalah surat lamaran dari kaisar vikram yang sangat ia nantikan.
( lihat saja ******, aku akan merebutnya darimu..) batinya. Jelita tersenyum sinis kearanya.
( aku akan tunggu, apa yang akan kau lakukan nanti..) balasnya. Setelah acara itu selesai. Semuanya pun ikut membubarkan diri dan kembali kekediaman masing-masing.
Jelita dan ketiga pelayannya pun kembali kekediaman. Mereka berjalan beriringan, jelita beriringan dengan xixi sementara yuyu beriringan dengan lili. Mereka berjalan beriringan karena itu adalah permintaan dari jelita. Saat mereka sudah sampai di pekarangan kediaman jelita, tiba-tiba ada suara yang memanggilnya.
“hey.. ******..!! berhenti kamu..!!” serunya. Jelita dan ketiga pelayannya pun berhenti dan menoleh ke sumber suara. Jelita membatin ( cepat juga ni anak bertindak, sangat mengesankan…). Tanpa peduli pandangan orang padanya, ira terus berjalan kearah jelita. Sesampainya dihadapan jelita, ira langsung mengangkat tangannya.
“ada apa adik… mmm kamu ingin bermain dengan kakak mu ini…” ucap jelita yang masih memegang tangan ira kuat, ira merasakan kesakitan.
“lepaskan tanganku jalang…!!” ucapnya dengan melototi jelita.
“kenapa..? sakit ya..? hhehe.. sorry, aku ngak tau kalau itu sakit…!” serunya dengan santai, kemudian jelita langsung menghempaskan tangan ira dengan kasar. Jelita kemudian melipat tangannya di atas dadanya dan berkata dengan suara yang super datar.
“ada urusan apa kamu memanggilku..” ucap jelita dengan tampang datarnya. Ira terkejut melihat tampang yang mengerikan itu. namun ia segera melunjak.
__ADS_1
“heh.. kamu itu Cuma sampah masyarakat. Kamu tidak pantas menjadi permaisuri di kekaisaran awan, yang pantas itu adalah aku. Sekarang serahkan dekrit itu selagi aku masih berbaik hati.”’ Ucap ira dengan emosi meminta surat dekrit pernikahan itu.
“heh… kamu yakin kamu pantas, melihat tingkah lakumu seperti itu, lebih pantasan orang biasa yang menyandang sebagai permaisuri. Lagian,, kamu itu mana pantas sayang… lihatlah wajah jelek mu itu, wajah penuh dengan ambisi, bisa-bisa kerajaan itu jadi bangkrut gara-gara kamu.. dan juga, kalau kamu memang merasa pantas buat kaisar itu, kenapa kamu tidak komplen padanya, kamu malah marah-marah padaku. Artinya mereka dapat menilai yang cocok untuk menjadi permaisuri itu siapa ?” ucap jelita panjang lebar.
(sialan.. biasanya perempuan ini akan menunduk jika aku mengatainya, kenapa sekarang malah balik menyerang ) batinnya.
“kamu…” ucap ira menunjuk jeliita.
“kenapa ? kalah debat ya, makanya kalau mau berdebat lihat lawan. Kamu itu masih jauh di bawahku, jadi kalau kamu mau hidup aman, kamu jangan cari masalah..!! paham,…!!” ucap jelita langsung meninggalkan ira disana. Ira menjadi kesal, ia tidak terima direndahkan seperti itu. Ira kemudian mengeluarkan kekuatan nya untuk menyerang jelita. Melihat itu, jelita reflek menghindari serangan ira.
“hahaha…. Kamu itu hanya seorang sampah yang tidak di akui. Ya iyalah, sampah mana bisa di akui.” Ucapnya lagi, sambil menjalankan aksi penyerangannya.
( kau ingin bermain sayang… maka aku akan meladeninya.) batin jelita. Jelita pun mengirim sinyal penyerangan kepada ayah dan ketiga saudaranya. Melihat itu, jendral Richard dan ketiga putranya langsung bergegas kekediaman jelita.
Sesampainya mereka disana, mereka melihat jelita yang sudah kehilangan tenaganya alias pura-pura ya guys. Jendral Richard pun langsung memblokir serangan ira yang di tujukan kepada jelita. Ira terkejut.
“ayah…” ucap ira. Ira melihat raut wajah ayahnya yang begitu menakutkan, ia mulai menggigil ketakutan.
“a..yah,,,, i..ni ti..dak sepe..rti yang a..yah lihat…” ucapnya gugup. Wajah jendral Richard trlihat datar dan penuh dngan amarah.
“LALU SPERTI APA YANG AYAH LIHAT HA…!!” teriak jendral Richard membuat seisi di kediaman itu mengerumuni mereka. Ibu ira datang di tempat kejadian.
__ADS_1
***bertunas***