
***
"apa itu tadi nak..?”Tanya jendral Richard kepda putrinya.
“itu tadi adalah air surgawi dan air kehidupan, keduanya jelita gabung.” Ucapnya. Jendral Richard melotot tidak percaya. Bagaimana mungkin anaknya mendapatkan air berharga itu. jelita tidak ingin menjelaskannya lagi pada ayahnya.
“sudahlah yah, jelita tidak ingin menjelaskannya. Yang pasti kedua kakakku sudah mengetahui dari mana asal air itu.” ucapnya. Jendral Richard merasa khawatir.
“ayah tidak perlu khawatir.. aku tidak mencurinya yah…”canda jelita pada jendral Richard. Jendral Richard tidak tau harus ngomong apa lagi. Kemudia jelita bersuara.
“ayah, kakak ketahuilah, ayah dan kakak berdua terkena racun pelumpuh yang akan memakan energy spiritual kalian, kalau itu dikonsumsi dalam jangka panjang, akan menyebabkan kematian. Kalau ibu, ia tekena racun arsenic yang di konsumsinya dalam jangka panjang. Racun yang mereka berikan ini tidak langsung membunuh. Racun yang diberikan pada kakak berdua dapat membuat kalian tidak dapat berkultivasi, kalau ayah bisa menekan kekuatan ayah, dan membuat imun tubuh ayah menjadi lemah. Tapi tenang saja, semua itu sudah berakhir.” Ucap jelita menjelaskan hal itu kepda ayah dan kakak-kakaknya.
Mereka terkejut dengan penuturan jelita.
“dari mana kamu tau nak..?” Tanya jendral Richard dengan penuh keheranan.
“hehehe… jelita mengerti sedikit tentang pengobatan ayah, jelita pernah belajar diam-diam dari seorang guru, namun jelita tidak mengetahui wajah dan namanya. Karna ia menutupinya dariku..” jelas jelita. Mereka bertiga pun mengangguk.
__ADS_1
“tapi, adik tadi mengatakan, kalau adik menolong seorang kakek, apa kakek itu yang menjadi guru adek..?”jelita kelayapan mendengar penuturan kakaknya, namun ia berusaha setenang mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan. Jelita hanya menganggukan kepalanya merespon ucapan kakaknya. jendral Richard bernafas lega.
“ayah, hari ini jelita ingin menemui ibu lagi…”ujar jelita pada ayahnya. Sikembar melotot kearah ayahnya, dan kemudian beralih kepada jelita.
“ayah, bukan kah kita tidak bisa menjenguk ibu, karna ibu mengidap penyakit menular ?” ucap Rayyan. Jujur alam hati mereka. Mereka juga merindukan ibu mereka, walaupun sang ibu tidak bisa merangkul mereka.
Namun tiba-tiba ada yang menerobos masuk kedalam ruang kerja milik jendral, setelah mereka tersadar dari keterkejutan mereka, ternya itu adalah pengawal astra. Ia datang karna di utus oleh tabib lino.
“tuan… mohon maaf ketidak sopanan saya tuan… namun ada yang ingin hamba sampaikan, jika tuan ingin menghukum saya, maka lakukan nanti tuan. Namun saat ini ada yang ingin saya sampaikan, dan ini sangat darurat.’ Ucap pengawal astra yang masih tersengal-sengal, ia tidak menunggu respon dari tuannya, namun ini urusan sangat genting.
Jelita yang mendengarkan hal itu, tanpa menunggu lagi, ia langsung bergegas berlari ke kediaman ibunya, dan kemudian langsung disusul oleh jendral Richard, sikembar dan pengawal astra.
Di perjalannya jelita berusaha untuk tenang, agar ia bisa berpikir jernih, namun tidak dapat dipungkiri. Raut wajahnya teteap menampilkan rasa panic dan khawatir.
Flashback
Setelah tabib karli di usir oleh jelita, ia langsung pergi menemui selir Quira, saat itu selir Quira sedang bersama dengan selir Diana.
__ADS_1
“maaf saya mengganggu nyonyam…” ujar tabib karli. Selir Quira menatap tabib karli dengan intens.
“katakana, ada perlu apa ?, apakah kamu sudah menjalankan perintah dari saya ?” ucapnya yang masih menatap tabib karli. Tabib karli menunduk.
“maaf nyonya, saat ini belum bisa saya laksanakan, karna sepertinya kediaman nyonya citrine dijaga ketat, ditambah lagi putri jendral jelita, sepertinya tidak menyukai keberadaan saya, jadi saya menunda rencana itu nyonya.” Ucap tabib karli.
“jadi kapan kamu akan bertindak ? “Tanya selir Quira lagi.
“mala mini tetap akan saya laksanakan, namun saya harus menunggu mereka lengah dulu nyonya.” Ujarnya, sementara selir Quira hanya tersenyum sinis.
Saat pergantian sift di kediaman nyonya citrine, ada dua orang yang tidak dikenal memasuki kediaman nyonya citrine. Ya mereka adalah suruhan tabib karli, karna ia tidak mungkin terlibat langsung dalam kasus ini. Singakat cerita, merreka langsung memberikan racun itu pada mulut nyonya citrine, dengan tekstur yang cair, rancun itu langsung mengairi tenggorokan nyonya citrine.
Flasoff
*** yah.. ***
🌞🌞
__ADS_1