
"kamu yakin akan membantu, kakak nggak yakin takutnya nanti kamu jadi membuat masalah..” canda Reynal. Jelita memanyunkan bibirnya.
“ya bisa dong kak..!!” jawab jelita. melia dan mira terkekeh melihat jelita yang setengah kesel mendengar sindiran kakaknya.
“ya sudah ayo masak…!!” ucap mira.
“ayah, kami masak dulu ya. Ayah dan yang lainnya bisa menunggu di tempat lain, jangan disini. Soalnya disini adalah tempat bersejarah..” canda jelita. Langsung mendapat tatapan melotot dari mira. Setelah itu meraka semua pun meninggalkan tempat itu. namun melia masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi disana. Ia melihat kakaknya sebentar dan kembali focus berjalan.
(nanti saja tanyakan pada kak mira, aku penasaran..) batinnya. Tak lama, ketiganya pun sampai di dapur. Mereka mulai memasak, makanan ala modern.
“kak mira, jelita bisa bantu apa..?” Tanya jelita. Mira melihat kearah jelita.
“memangnya jelita bisa bantu apa..?” Tanya mira balik. Jelita menjadi bingung. Jelita bisa memasak, tapi masakannya ialah masakan standar yang biasa ia makan.
“kamu cuci sayur saja jel..!!” ujar melia. Jelita menoleh dengan bibir yang di manyunkan. “loh.. kenapa ? apa aku salah ngomong..?” Tanya melia. Jelita menghampiri melia.
“panggil aku kakak. Melia kan adik aku..!!” serunya sambil berdecak pinggang. Mira tersenyum melihat kelucuan jelita.
“eh… bukannya kamu jel, yang harus memanggilku kakak…?” Tanya melia. Jelita tidak mau kalah.
“tidak..! aku yang kakak. Dan kamu yang adik..!!” ucap jelita lagi.
“aku yang kakak, kamu yang adik jel..?” balas melia lagi. Ia tidak mau kalah. Mira mellihat pertengkaran mereka.
“sudah. Kalian berdua jadi adik. Dan aku yang menjadi kakak. Ingat tidak ada bantahan.. nanti setelah kita makan, tanyakan pada ayah, siapa yang pantas jadi kakak atau adik..” ujar mira menengahi mereka.
“ya.. nanti kita Tanya ayah saja…” ujar jelita. Ia kembali dengan moodnya. Ia mengambil sayuran dan mencucinya. Melihat hal itu, xixi, lili, yuyu dan pelayan yang lain menawarkan diri untuk membantu. Dan langsung di setujui oleh mereka. Mereka semua pun mengerjakan apa yang dusuruh oleh Nona mereka. Semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sampai akhirnya makanan itu selesai.
__ADS_1
Mereka memasak berbagai jenis menu makanan. Ada sate, ayam bakar, ayam rendang, gulai, sefood-sefootan dan juga banyak jenis yang lain. Setelah selesai, mira meminta tolong kepada para pelayan untuk menghidangkannya dan sisanya untuk mereka, karena mereka memasak bukan untuk mereka saja. Dan di kediaman jendral semenjak melia menginjakkan kaikinya disana, apa yang dimakan oleh tuan rumah, itulah yang akan dimakan juga oleh para pengawal dan pelayan di kediaman itu.
Di meja makan semua keluarga Richard sudah berkumpul. Termasuk kaisar vikram. Namun tetap saja, tempat makan kaisar itu di istimewakan. Karena ia merupakan seorang kaisar yang harus di hormati. Sementara keluarga jendral makan di meja tanpa kursi. Kaisar vikram merasa tidak enak, makan sendiri di meja yang begitu luas.
“jendral, suruhlah semua keluargamu makan diatas meja ini bersamaku. Aku tidak bisa makan sendiri tanpa teman.” Ujar kaisar vikram datar. Jendral Richard menoleh kearah putrinya melia. Ia memberi kode untuk menemani kaisar Vikram makan di atas meja, namun melia malah memberikan kode pada ayahnya. Supaya ayahnya saja yang menemani kaisar vikram.
“apakah tidak ada yang bersedia untuk menemaniku makan. Baiklah, keluarga jendral saya perintahkan untuk makan di meja yang sama dengan saya.” Ujar kaisar vikram mengeluarkan wibawa seorang kaisar. Mendengar perintah itu, mau tidak mau. Mereka harus menurutinya. Semua keluarga jendral pun mereka semua makan di meja yang sama dengan kaisar vikram. Mereka semua pun makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara, hanya dentingan sendok yang terdengar. Tak lama, acara makan-makan mereka pun selesai.
“jendral. Nanti siap ini saya akan pulang ke istana. Saya meminta izin untuk mengajak melia bersama saya untuk berkunjung ke istana beberapa hari.” ujar kaisar vikram. Jendral Richard berpikir sejenak.
“baiklah yang mulia.. namun hamba takut nanti akan ada rumor miring tentang yang mulia..” ujar jendral Richard.
“jendral tidak perlu memikirkan hal itu, biar itu menjadi tanggung jawab saya. “ ujarnya meyakinkan jendral Richard.
“baiklah yang mulia.” Balas jendral Richard lagi. Setelah itu, kaisar vikram kembali kekerajaannya dengan membawa serta melia bersamanya.
“ibu, kakak, aku pergi dulu, ngak lama kok. Jangan kangen ya..” ucap melia bercanda sambil memeluk keluarganya satu persatu.
“ya… kamu hati-hati ya.. nak…” ucap jendral Richard.
“baik yah…” setelah melia berpamitan. Kini giliran David yang berpamitan.
“jendral saya pamit dulu. Dan saya titip calon istri saya disini..” ujar David yang sukses membuat kaum adam kecuali jendral melongo. Mereka berpikir, apa maksud ucapan david itu.
“maksudmu…?” Tanya kaisar vikram. David menoleh kearah kaisar vikram dan tersenyum, kaisar vikram tambah merasa aneh di buatnya.
“nanti saya jelaskan yang mulia. Sebaiknya kita langsung berangkat saja..” ujar David. Kaisar vikram pun tidak bertanya lagi, setelah berpamitan, mereka bertiga pun langsung pergi menuju kekaisaran awan dengan menggunakan ilmu teleportasi.
__ADS_1
***
Kekaisaran awan
Kaisar vikram, melia dan David muncul di pintu gerbang istana. Melihat kaisar vikram datang para pengawal yang menjaga pintu gerbang segera membukakan gerbang untuk mereka.
“silahkan yang mulia.” Ujar prajurit itu sambil menundukan kepalanya. Mereka bertiga pun memasuki istana, selepas kepergian mereka, ke empat prajurit yang berjaga di pintu gerbang pun menjadi heboh, saat melihat junjungan mereka datang bersama dengan seorang wanita.
“kira-kira, wanita yang di bawa yang mulia itu siapa yah,,?” Tanya salah satu dari mereka penasaran. Karena junjungan mereka dikenal dengan anti terhadap perempuan kecuali ibu dan kedua saudarinya.
“entahlah, mudah-mudahan ini kabar baik..” ujar yang lainnya lagi.
“apa maksud mu dengan kabar baik. Justru aku merasa apakah terjadi sesuatu dengan yang mulia..” plak.. salah satu pengawal memukul kepala temannya.
“jangan pikir yang aneh-aneh, nanti kalau terdengar di telinga yang mulia, kamu bisa kehilangan kepalamu.. “ ucapnya. sementara kawannya yang di pukul tadi mengelus kepalanya.
“ini sakit tau, kenapa juga harus memukul kepala..” ucapnya.
“sudah-sudah, sebaiknya kita kembali berjaga, jangan kepoin urusan yang mulia.” Ujar salah satu menengahi. Mereka pun kembali dalam posisi mereka masing-masing. Sementara kaisar vikram dan melia berjalan memasuki istana. Dan berhenti tepat di depan kaisar rolan. Kebetulan hari ini, ada beberapa pejabat kekaisaran yang datang untuk melakukan rapat dengan kaisar rolan.
“salam kepada ayahanda..” ujar kaisar vikram dan memberi hormat kepada ayahnya.
“salam kepada kaisar Rolan, semoga sehat dan panjang umur.” Sapa melia dan membungkukan badannya. Kaisar Rolan memicingkan matanya dan melirik kearah kaisar vikram, kaisar vikram pun paham dengan lirikan itu.
“oh.. biar saya jelaskan ayahanda. Dia melia, putri dari jendral Richard di kerajaan purnama, calon permaisuriku..” ucapnya dengan lantang. Mendengar penuturan itu pun semua yang hadir di sana menjadi riuh, mereka tidak habis pikir, seorang kaisar yang dikenal sangat menjauhi perempuan, hari ini datang dengan membawa calon permaisuri kerajaan mereka. Mendengar hal itu, kaisar Rolan tidak menunjukan ekspresi apapun di wajahnya.
***bersambung***
__ADS_1
makasih sudah mampir, walaupun ceritanya receh, mudah-mudahan dapat menghibur teman-teman 😘😘