
masih di tempat yang sama. ke enam muda-mudi itu memberikan salam kembali.
"Salam juga untuk kakek kaisar dan nenek permaisuri serta bibi lainnya." ucap keenam pemuda itu beralih kepada kaisar Roland. kaisar Roland pun tersenyum dan tertawa senang melihat cucu-cucunya itu kembali seperti sedia kala saat mereka pergi menuntut ilmu.
"bangunlah cucu-cucuku, kakekmu ini sudah sangat merindukan kalian ayo peluk..."ucap kaisar Rolan sambil merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan keenam cucunya itu.
sedari mereka kecil ialah yang paling memanjakan mereka, walaupun kerap mendapat teguran dari kaisar Vikram dan pengawal David untuk tidak terlalu memanjakan anak-anak mereka.
Namun nyatanya. kaisar Roland tidak pernah mengindahkan permintaan kedua anaknya itu. asalkan ia tidak melakukan hal yang salah dan mendorong cucu-cucunya ke jalan yang salah, dia tidak akan segan-segan untuk memanjakan mereka. namun cara ia memanjakan mereka seperti mengasah skill dan kemampuan mereka. namun kaisar Roland tidak pernah menyuruh cucu-cucunya itu untuk melakukan hal-hal berat bahkan berlatih pedang pun ia sangat tidak tega untuk melakukannya.
setelah acara peluk-pelukan di depan gerbang itu dan memberikan rangkaian bunga sebagai tanda penyebutan terhadap mereka, mereka semua pun masuk ke dalam istana. para petinggi-petinggi istana pun sudah memasuki dan mengikuti kaisar dan keluarganya. sesampainya mereka di dalam istana acara jamuan dan makan-makan pun segera dilaksanakan.
" baiklah. terimakasih sudah datang di acara penyambutan para pangeran dan putri. semoga mereka selalu menjadi pribadi yang baik dan peduli. silahkan nikmati hidangan yang sudah di sediakan.." ucap kaisar Vikram dengan suara khas seorang pemimpin.
tampak di ruang perjamuan itu, banyak orang sedang mengobrol satu sama lain. di dalam sana juga ada beberapa rakyat atau pemuka di desanya pun diundang makan di dalam ruang perjamuan itu.
sementara para rakyat jelata yang diundang, dipersilahkan untuk tetap berada di luar ruangan, sesuai dengan permintaan rakyat tersebut karena mereka sadar bahwa mereka tidak pantas bersanding ataupun masuk ke dalam ruang istana.
namun walaupun begitu hidangan yang mereka berikan kepada rakyat itu, tidak jauh berbeda dengan hidangan yang dihidangkan kepada para petinggi-petinggi istana itu. ibaratnya apa yang raja mereka makan, maka itulah yang akan dimakan oleh para rakyat.
pesta penyambutan itu berlangsung dengan meriah tanpa kendala apapun tampak di wajah para rakyat itu berseri-seri dan memancarkan kegembiraan di wajah mereka, karena seumur-umur baru kali ini pemimpin mereka memperhatikan keberadaan mereka.
tampak ke enam muda-mudi itu agak sedikit bosan dengan pesta itu. mereka ingin, acara ini segera berakhir.
"huh... kakak.. ana sangat bosan mengikuti acara seperti ini.." ucapnya pada saudara sepupunya Gisel. Gisel menoleh ke arahnya.
" kau benar adik. aku pun sangat bosan. coba kalau berpetualang. pasti itu tidak akan pernah membosankan. nanti setelah acara, jika aku berani, aku ingin mengutarakan niat ku pada ibu untuk berpetualang..." ucap Gisel. aisel mendengar obrolan mereka.
__ADS_1
"jangan berani-berani mengutarakan hal itu pada ibu, atau jika kamu berani. kakak akan memecat mu jadi adik..😠😠." ancam aisel. Gisel pun hanya mengendus kesal saja sambil melipat tangannya diatas dadanya.
tak lama acara itu pun selesai keenam muda-mudi itu pun Kembali ke tempat masing-masing sebelum nantinya melakukan aktivitas mereka terlebih dahulu mereka beristirahat.
***
di sisi lain tepat di kediaman Putra sulung dari kaisar Vikram dan permaisuri Melia. tanpa pangeran Rey sedang bersama dengan hewan kontraknya yaitu harimau api yang dulu diserahkan oleh induknya padanya. saat ini, hanya ia yang baru memiliki hewan kontrak.
Audrey sangat mencintai harimau api itu, harimau api itu juga sangat mencintai tuannya harimau api ini tumbuh dengan pesat dan bahkan sudah sangat terlatih Ia memiliki kekuatan besar yang diwariskan oleh induknya yang sudah meninggal itu. harimau api itu diberi nama si leon..
"Leon, Apakah kamu kelelahan atau lapar?"tanya pangeran Rey kepada hewan kontraknya itu sambil mengelus kepala leon itu.
"tidak sama sekali tuan, Saya tidak merasakan lapar atau kelelahan. tapi, jika tuan ingin menidurkanku pada pangkuan tuan maka aku dengan senang hati akan melakukannya.🥺" ucap si leon sambil melihat ke arah tuannya. pangeran Ray terkekeh mendengar penuturannya.
"hehehe sejak kapan si harimau api ini meminta dipangku dan bersikap manja seperti ini." ucap pangeran Rey lagi yang masih terus mengusap kepala harimau itu.
"hehehe maaf tuan, saat aku masih kecil Tuan selalu memangku, sekarang Aku sudah besar tapi aku masih ingin tuan memangku walaupun sebagian dari tubuhku saja.😁" ucapnya lagi sambil nyengir kuda kepada tuannya.
walaupun Rey dan saudara-saudarinya adalah seorang pangeran dan Putri, namun permaisuri Melia tidak pernah memanjakan anak-anaknya untuk selalu dilayani oleh para pelayan yang ada di istana. ia membiasakan putra-putrinya untuk mandiri dan bisa melakukannya sendiri.
karena itu, setiap kediaman anak-anaknya tidak ada pelayan tetap. hanya pelayan yang akan mengantarkan makanan atau pelayan yang diutus untuk memanggil para pangeran dan tuan putri. namun tetap saja keamanan mereka tetap yang utama, di sisi kediamannya tetap masih ada pengawal yang berjaga di sana.
sejak mereka kecil, saat mereka berumur 3 tahun Melia sudah memperkenalkan berbagai macam taktik atau buku perang kepada putra-putrinya. namun masih hanya sebatas teori. ia mendidik anak-anaknya itu agar bisa mandiri dan bisa melindungi dirinya sendiri serta kerajaannya dari serangan musuh kedepannya.
beruntung Melia masih memiliki ramuan pencerah akal, walaupun sebenarnya putra-putrinya itu tidak membutuhkannya. namun Ia tetap memberikannya kepada mereka agar kejeniusan mereka bertambah berkali-kali lipat.
Melia benar-benar mendidik putra-putrinya itu, baik dari pihaknya maupun pihak keluarganya yang lain dari pihak suaminya mendidik mereka dengan keras. dan tidak lupa pula ia memperkenalkan alat-alat yang berasal dari dunia modern, baik itu alat dari kesehatan, teknik, maupun yang lainnya.
__ADS_1
karena mereka adalah seorang hantu jenius atau monster genius, maka hanya sedikit saja Melia mengajarkannya kepada mereka. mereka sudah bisa beradaptasi mempelajari atau mempraktekkan apa yang telah diajarkan oleh ibunya.
untungnya semua keturunan mereka itu tidak ada yang membangkang, dan sangat penurut sehingga apa yang mereka larang terhadap mereka, mereka pasti tidak akan melakukannya.
*bukannya tidak mau ya tapi mereka takut akan mendapatkan amukan dari permaisuri Melia dan kakaknya Mira karena itu mereka tidak berani membangkang apalagi sampai bermalas-malasan hehehe*
🤭🤭
***
di tempat lain tepatnya di sisi istana di belakang dan di sebuah gazebo yang ada di atas danau terlihat beberapa orang tua yang sedang mengobrol bahkan bercanda satu sama lain. Siapa lagi kalau bukan jenderal Richard dan keluarganya serta kaisar Roland dan keluarganya juga. di sana juga ada permaisuri melia dan kaisar Vikram, juga ada pengawal bayangan David dan Mira.
"hai... lihatlah bahkan aku belum puas bermain dengan cucu-cucuku tapi umur mereka sudah 13 tahun saja."ujar kaisar Roland.
"kau benar yang mulia, Aku juga belum puas bermain dengan mereka perasaan baru kemarin mereka menjadi bayi dan anak-anak, tetapi sekarang, mereka sudah menjadi remaja dan bahkan lebih dari dikatakan remaja. hais... aku jadi tidak bisa memeluk dan mencium mereka dengan bebas lagi karena mereka pasti akan merasa risih hahaha.😆😆"ujar jenderal Richard disertai dengan gelak tawa oleh nya dan lainnya.
"kau benar jenderal, aku pun belum puas untuk memanjakan mereka, Namun sepertinya tatapan tajam mulai mengarah padaku lagi.. dasar..."umpat kaisar Roland, ia mengarahkan pandangannya pada kaisar Vikram dengan memicingkan matanya.
mereka semua sudah terbiasa mengobrol seperti tidak ada jarak diantara mereka. namun di saat mereka sudah berkumpul dengan para petinggi istana dan membahas hal-hal penting, maka tingkatan itu akan berlaku pada mereka.
mereka akan berubah menjadi seorang pemimpin yang arif dan bijaksana. namun lain halnya jika mereka sedang berkumpul seperti ini, mereka jenderal Richard dan kaisar Roland pun akan berubah menjadi sosok yang humoris dan penyayang.
"Apa maksud Ayah, kenapa menatapku seperti itu...?"ujar kaisar Vikram melihat tatapan ayahnya mengarah padanya. kaisar Vikram membalas tatapan mata ayahnya itu.
"menurutmu Kenapa ? bukankah kamu selalu mengganggu kesenangan ayah, apabila Ayah bersama dengan cucu-cucu ayah."ucap kaisar Roland lagi dengan suara ala-ala mengambek. Melia terkekeh mendengar penuturan Ayah mertuanya itu.
pernah sewaktu itu kaisar Roland mengajak main cucu-cucunya, namun belum lama Ia bermain dengan mereka dan memanjakan mereka. kaisar Vikram kembali dan menjemput anak-anak mereka itu, padahal sang ayah masih merindukan mereka dan masih ingin bermain dengan mereka. maka terjadilah adu mulut diantara mereka.
__ADS_1
mengingat hal itu membuat Melia terkekeh karena betapa lucunya saat suami dan ayah mertuanya itu adu mulut seperti emak-emak comblang.
***bersambung***😁😁