nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 34


__ADS_3

Disaat mereka sedang makan, Rayyan kembali memecah keheningan.


“ayah, perayaan tahunan di kerajaan kita tinggal beberapa minggu lagi… ayah apa boleh kami pergi berlatih untuk beberapa waktu menjelang hari perayaan itu tiba yah…?” Tanya Rayyan. Jendral Richard berpikir sejenak.


( apa, berlatih, heh… sekuat apapun kalian berlatih, kalian akan tetap menjadi sampah yang akan selamaya tidak dapat berkultivasi, alias cacat ) ucap selir Qura dalam hati.


( heleh, sok sok an berlatih. Toh juga ujung-ujungnya bikin malu dan tetap akan menjadi sampah..) lanjut Lira berbicara dalam hati sambil menyuapkan makanan kemulutnya.


(apakah mereka ingin membicarakan sebuah lelucon. Membosankan..) ucap ira dalam hatinya. Sementara jelita hanya tersenyum sinis mendengar kata hati mereka.


“apakah kalian serius ingin berlatih ?, apakah disini sudah tidak bisa kalian berlatih di tempat biasa ?” Tanya jendral Richard dengan datar. Karna jujur saja, walaupun mereka sudah bisa meningkatkan kultivasi mereka, ia tetap menghawatirkan keselamatan mereka.


“yakin ayah… berlatih disini sudah sangat membosankan, aku juga akan ikut bersama dengan kedua kakakku.” Kali ini jelita yang menjawab dengan penuh percaya diri.


“ya ayah, disini sudah sangat membosankan, kami butuh suasana baru..” timpal Reynal dengan tenang. Jendral Richard mengangguk. Melihat jendral Richard mengangguk, nyonya citrine berkata pada suaminya.

__ADS_1


“jangan bilang kau akan mengijinkan mereka suamiku..?!!” seru nyonya citrine melihat suaminya. Jendral Richard jadi serba salah.


“ iya tuan, diluar sangat berbahaya untuk mereka..”timpal selir Quira pura-pura perhatian.


“haih… sudahlah, nanti kita bicarakan lagi.” Ujar jendral Richard sambil melanjutkan makannya. Semuanya pun diam dan melanjutkan makannya. Tiba-tiba nyonya citrine menyadari sesuatu, dari semenjak ia sadar, ia belum melihat selir liora, selir ketiga suaminya.


“oh ya suamiku, kemana selir Liora dan pramuga ?, kenapa dari tadi aku tidak melihat mereka ?” Tanya nyonya catrine.


“ iya ayah, apakah mereka belum kembali, kenapa belum ada kabar, bukankah selir Liora dan kak pramuga pergi Cuma seminggu, sekarang sudah berminggu-minggu tapi belum kembali juga.” Ujar REynal.


“jendral maaf, diluar ada tuan muda dan nona jelita ingin bertemu.” Ujar rolan pengawal setia ayahnya.


“mmm persilahkan mereka masuk.” Ujarnaya dan segera kesatria rolan mempersialahkan mereka masuk. Ketiganya pun masuk dan mengambil tempat duduk dekat dengan ayah mereka. Melihat anak-anaknya datang menemuinya, jendral Richard menghentikan aktivitasnya.


“ada apa kalian menemui ayah, apakah ini ada sangkut pautnya tentang pembicaraan dimeja makan ?” Tanya jendral Richard langsung pada intinya. Rayyan mengangguk selaku anak pertama.

__ADS_1


“ baiklah, berapa lama kalian akan pergi ?” Tanyanya dengan datar.


“yang pasti, sebelum acara perayaan ayah..” jawab rayyan mantap. Jendral Richard mengangguk-angguk.


“kalian sudah sdengarkan, bahwa ibu kalian tidak mengizinkn kalian pergi ?” tanyanya.


“ya ayah, kami tau..” jawab mereka samaan. Tak lama, nyonya citrine menerobos masuk.


“kalian masih kekeh akan pergi berlatih ?, apakah kalian akan meninggalkan ibu ? “ Tanya nyonya citrine dengan tiba-tiba. Mereka semua menoleh kearah sumber suara itu. mereka melihat mata ibunya mulai berkaca-kaca. Jelita berdiri dan langsung mengajak ibunya untuk bergabung bersama mereka.


“kemarilah ibu, duduk dulu..”ujar nisa sambil memapah ibunya. Jendral Richard menghela nafasnya, jujur ia tidak kuasa nanti kalau hanrus menghadapi cerewetnya istrinya. Nyonya citrine dan jelita pun duduk.


“jadi, katakana pada ibu, apakah kalian akan tetap pergi ?” ujarnya sambil melihat ketiga anaknya secara bergantian. Mereka terdiam sejenak, kemudian anak sulung pun membuka suaranya.


“iya ibu, kami tidak akan lama, tolong ibu restui kepergian kami. Kami hanya ingin prtgi berlatih selama beberapa minggu ibu, kami tidak akan lama.” Bujuknya pada ibunya.

__ADS_1


“iya bu, kami Cuma sebentar, kami ingin menjadi kuat agar bisa melindungi ibu, jelita dan dapat diandalkan oleh ayah. Kami tidak ingin membuat ayah malu lagi.” Ucap Reynal dengan sayu. Jendral Richard dan nyonya citrine terhenyak, mereka tidak menyangka, bahwa anak-anak mereka berpikir bahwa mereka adalah beban bagi kedua orang tuanya. Melihat itu, jelita ikut menimpali.


__ADS_2