nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 38


__ADS_3

"apa yang terjadi ? kenapa kalian berada di hutan yang berbahaya ini.?” Tanya jelita. Ia mendekat kearah pria bertopeng itu. jellita mengamati luka yang ada dalam tubuhnya, kemudian memeriksa denyut nadinya.


Jelita terkejut, dalam tubuh pria ini terdapat rancun laba-laba, yang membuat ia harus menekan tingakat kultivasinya agar badannya tidak meledak dan menyegel sebagian besar kekuatannya. Lelaki bertopeng itu sudah tidak sadarkan diri dari tadi.


“ada apa dek, dia tidak papa kan ?” Tanya Reynal pada jelita. Jelita tidak menoleh.


“ dia terkena racun laba-laba, yang menyebabkan sebagian besar kekuatannya disegel, karna kalau ia menggunakan kekuatan besar itu, maka tubuhnya akan meledak.” Ucap jelita membuat dua pengawal yang ada itu membelalakkan mata mereka, mereka terkejut mendengar penuturan jelita.


“dari mana, nona tau kalau tuan kami terkena racun laba-laba ?” Tanya salah satu pengawal itu.


“pertanyaan bodoh macam apa itu, apa kamu tidak melihat aku memeriksa denyut nadinya.?” Ujar jelita dengan ketus.


“maaf nona, jika pertanyaan saya membuat nona tersinggung, namun tuan kami memang terkena racun laba-laba, dan ini sudah sangat lama sekali. Karna racun laba-laba ini, kekuatannya semakin melemah. Apakah nona tau penawar racun itu, biar kami mengambil bahan-bahannya sesuai dengan petunjuk nona.” Ucap pengawal itu lagi menawarkan diri. Jelita mengeluarkan sebuah botol dari ruang dimensinya, yaitu obat enawar racun laba-laba. Kemudian meminumkannya pada pemuda bertopeng itu.

__ADS_1


Tak lama, obat itu bereaksi, tubuh pemuda itu sedikit kejang kejang, tubuhnya mengeluarkan keringat yang sangat lengket dan berbau busuk, mereka semua menutup hidung mereka, dan tak lama, pemuda bertopeng itu mengeluarkan seteguk darah berwarna ungu.


Dengan kesadaran yang masih minim, pemuda itu langsung mengambil posisi lotus, mengembalikan tenaga dan kesadarannya. Sementara mereka semua hanya melihat saja. Tak lama, pria itu pun selesai dengan apa yang dilakukannya.


Jelita melihat bahwa kondisinya masih lemah walaupun ia sudah tidak apa-apa, jelita langsung memberikan sebuah botol minuman yang berisis air kehidupan, Tanpa memikirkan apapun, dan tanpa menghawatirkan apapun.


Pemuda itupun tanpa ragu menerima botol minuman itu dan meminumnya. Setelah beberapa saat, tubuhnya mulai bereaksi ( dan yah, terjadilah apa yang harus terjadi ), namun tak lama, pemuda itu tersadar, semua kekuatan yang tersegel dalam kolam spiritualnya akhirnya terbuka, dan merubah bentuk wajahnya menjadi sangat tampan, ya walaupun masih di tutupi dengan topeng yang ia kenakan. Pria itu membuka matanya dan melihat kearah jelita.


“ mau apa anda..?” tanya rayyan yang sudah menghadangnya agar tidak mendekati adiknya. Pemuda itu tersenyum.


“maaf, jika aku mebuat kakak  ipar marah dan terkejut..” ucap pemuda itu. Rayyan dan Reynal serta kedua pengawal itu menganga tak percaya, begitu juga dengan jelita.


“apa maksudmu dengan kakak ipar, kami bukan kakak iparmu..” ucap Reynal dengan jengkel. Pemuda itu tersenyum lagi.

__ADS_1


“ya, yang ada di belakang kalian itu adik kalian bukan, dan dia adalah calon istriku..” ujarnya dengan suara datar namun dengan mengeluarkan senyumannya. Jelita terkejut.


“aku,,,” ucap jelita tanpa suara sambil menunjuk dirinya sendiri. ( ini otaknya jadi geser atau bagaimana ? jangan-jangan efek racun laba-laba itu, jadinya halu.. ckckckc… kasian sekali ) monolognya dalam hati.


( siapa yang kasian istriku ?) jelita terkejut. Pemuda itu bisa bertelepati. ( kamu bisa meendengarku ?) Tanya jelita lagi dalam hati. ( tentu saja istriku ) ucapnya lagi.


“kenapa anda diam tuan..?” Tanya rayyan lagi. Kedua pengawal pemuda itu membelalakkan matanya, mereka takut tuan mereka akan tersinggung dan menghabisi para pemuda itu. namun itu diluar nalar mereka, tuan mereka tersenyum.


“apa aku mimpi ? tuan tersenyum, apakah sebentar lagi akan badai..?” ucap salah satu pegawal itu agak sedikit pelan, namun masih terdengar jelas di telinga mereka.


“ssshhhttttt….. diam…. Jangan memperkeruh suasana…” bisik pengawal satunya. Pengawal itu pun menutup mulutnya.


****

__ADS_1


__ADS_2