
cerita ini hanya settingan belaka 🥰
jangan lupa jempolnya ya kawan...
***
"memangnya apa yang ada di pikirannya itu kak..?” Tanya jelita. Mira menoleh sebentar dan tersenyum.
“ia pasti akan meminta uang, atau sejenis yang dapat mengeluarkan uang.” Jawab mira dengan santai. Jelita tak mengerti, ia menggarut kepalanya yang tidak gatal itu.
“maksud kakak, melia, akan memeras yang mulia..?” Tanya jelita lagi.🤔🤔
“tepat sekali, otak mu memang cerdas adikku..!!” ujar melia sambil menyentil kepala jelita.😆
“owch… cerdas kok di sentil sih…” gerutunya sambil mengusap kepalanya. Jelita memanyunkan bibirnya. Setelah itu, mereka kembali fokus pada melia dan kaisar Vikram.
“baiklah yang mulia, karena anda adalah seorang kaisar, maka yang mulia pasti banyak uang bukan ?. Aku ingin memasak beberapa makanan, jadi yang mulia harus menemaniku membeli bahan makan dan juga membayar uang belanjaan. Bagaimana yang mulia..?” seru melia. Mendengar itu, jendral Richard terbatuk, bagaimana mungkin melia meminta uang pada yang mulia. sedangkan mereka tidak kekurangan uang.
“huk huk… melia, ayah kira_” ucapan jendral Richard terpotong.
“ayah tidak perlu khawatir, ia tidak akan kehabisan uang..” ucap melia sambil menatap kaisar vikram, berharap ia menyetujuinya.
“baiklah sayang kalau itu mau mu. Apa pun akan aku lakukan..” ucap kaisar vikram sambil tersenyum.
“baiklah kalau begitu, tunggu apa lagi, ayo berangkat..” ujar melia dengan semangat.
“adik, apakah kalian akan berangkat seperti ini ? Apa lagi, yang mulia ikut bersama mu. Alangkah baiknya, kalian membersihkan diri terlebih dahulu..” usul Reynal Rayyan dan pramuga pun menganggukan kepala mereka tanda mereka setuju apa yang sudah di sampaikan oleh Reynal.
“tidak usah kak. lagi pula, kita nanti akan beraktivitas di bawah matahari juga. Bolak-balik kan juga keringatan. Mending, pas pulang dari pasar saja, baru mandi.” Ucap melia santai. Mereka bertiga menggelengkan kepalanya, ternyata begini punya adik perempuan yang terlalu malas untuk membersihkan dirinya, sementara kaisar vikram hanya tersenyum melihat mereka berdebat.
__ADS_1
Tanpa babibu lagi, mereka pun segera melangkah pergi untuk berbelanja. Namun jendral Richard tiba-tiba bersuara, jendral Richard pun sepemikiran dengan ketiga putranya. Masak kaisar keluar dengan bau keringat.
“yang mulia, biarkan anak-anak hamba yang melakukannya. Yang mulia di sini saja dan membersihkan diri.” Ujar jendral Richard. Kaisar vikram menoleh kearah jenderal Richard dan tersenyum.
“tidak perlu khawatir jendral, aku tidak apa. Apa lagi, aku tidak akan membiarkan permaisuriku jauh dari jangkauannku.” Ujar kaisar vikram. Mendengar penuturan kaisar vikram, jendral Richard pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ia melihat kepada beberapa anak-anaknya.
“sebaiknya, kalian temani yang mulia dan adikmu untuk belanja kebutuhan..” ujarnya pada ke empat lelaki itu.
“baik ayah..” ujar jerico. Mereka langsung mengekori kaisar vikram dan melia.
“tidak perlu ayah, mereka harus istirahat. Mereka kan baru sembuh yah..” ucap melia.
“tidak apa, tadi kakak-kakak mu sudah bisa loncat-loncat dengan baik, jadi biarkan mereka menemani kalian…” ujar jendral Richard.
“ya adik, kami sudah tidak apa-apa. Kami juga datang sekalian untuk melindungi mu, takutnya nanti yang mulia macam-macam.” Ujar reynal. Langsung mendapat tatapan tajan dari ayahnya. Kaisar vikram terkekeh.
“tidak apa jendral, kalau posisi tuan muda ada pada saya, saya juga akan melakukan hal yang sama pada adikku.” Ujar kaisar vikram bijaksana. Tidak bisa ia pungkiri juga, apa lagi ia juga memiliki dua saudari yang tentunya harus mendapat perlindungan darinya. Setelah perdebatan pendek itu, kaisar vikram dan melia pun melanjutkan perjalanan mereka.
***
“hus… jangan sampai ada yang mendengar, walau bagaimana pun ia tetap seorang kaisar yang harus di hormati.” Ujar jendral Richard pada putrinya. Saat mereka sedang mengobrol sambil menunggu kaisar dan melia kembali, mira pun menghampiri ayahnya sambil membawa beberapa obat yang ada di zaman modern.
“ayah, kemarikan lengan ayah. Biar mira periksa dan ganti perbannya.” Ujar mira. Jendral Richard menoleh kearah mira dan tersenyum. ya Mira kan waktu di zaman modern adalah seorang dokter, sama dengan Melia.
“baiklah nak…” ujar jendral Richard. Ia mendekat kerah putrinya mira dan membiarkan mira memberikan obat pada lukanya serta membalutnya kembali dengan perban yang baru. Mira membuka luka itu dengan hati-hati, dan memberikan obat pada luka itu. tak lama, ia menutup kembali luka itu dengan perban.
“sudah selesai ayah. Ingat jangan kenak air dulu ya yah. Lukanya belum kering..” ujar melia memperingatinya lagi.
“baiklah nak..” ujar jendral Richard.
__ADS_1
“tapi, apakah lukanya masih sakit yah..?” Tanya mira lagi. Jendral Richard menekan-nekan pelan luka itu.
“tidak lagi nak, terima kasih…” ucap jendral Richard. Mendengar ucapan terima kasih dari ayahnya, mira mengulum senyum untuk ayahnya. Jujur dalam hatinya, Ia sangat merasa nyaman dengan keluarga ini.
“sama-sama ayah…” ucap mira lagi. Mira pun kembali menyimpan obat-obatan itu.
“tapi kak, kalau luka itu tidak boleh kenak air., lalu bagaimana caranya ayah mandi. Kalau ngak mandi, bau dong..” tutur jelita absurd, dan langsung kena jitakan dari mira.
“ itu tidak perlu kamu fikirkan. Urusan itu, akan menjadi tanggung jawab ibu kita. Dan jelita, sebaiknya kamu cepat bersihkan tubuh mu. Lihat bajumu sampai basah karena peluh.” Ucap mira tanpa menoleh, ia sedang sibuk menyimpan obat-obatan. Jelita pun mencium bau badannya sendiri. Sementara jelita, mengelus kecil kepalanya, akibat jitakan mira.
[lama-lama jadi geger otak ni. Atau bisa sampai hilang ingatan. Kak mira suka sekali memukul kepala] batinnya. Ia kembali mencium-cium bau badannya.
“uh… benar, jelita harus mandi… bau asem…” ucap jelita. Jelita pun berpamitan pada ayah dan kedua ibunya untuk kembali kekediamannya.
“ayah ibu, jelita kembali kekediaman dulu ya,..” ucapnya dan langsung di angguki oleh jendral Richard dan kedua istrinya.
“ayah dan juga kedua ibunda juga sebaiknya kembali ber istirahat. Nanti kalau melia sudah kembali, kami yang akan memasak untuk makan siang kita. Kusus hari ini, dan juga merayakan kepulangan kami. Aku dan melia yang akan memasak. Ayah dan kedua ibu dan juga sudara ku, mereka hanya akan menuunggu saja.” Ucap mira. Jendral Richard pun tidak menolak apa yang di katakana mira. Entah kenapa, hatinya benar-benar menghangat melihat perhatian anak-anak perempuannya.
“baiklah kalau begitu, ayah ikut saja..” ujar jendral Richard. Jendral Richard pun mengajak kedua istrinya untuk beristirahat. Begitu pula dengan mira. Mereka sama-sama meninggalkan taman belakang kediaman.
***
Di tempat lain, melia dan kaisar vikram serta keempat saudaranya sedang berbelanja kebutuhan untuk memasak.
“apa yang akan kamu masak hari ini istriku..?” Tanya kaisar vikram sambil melirik ke empat saudara melia. Rayyan pun dengan sengaja berdehem. Menandakan bahwa dunia ini bukan mereka berdua saja. sementara yang lain melirik malas kearah kaisar itu.
“istriku…?? enak saja, nikahi dulu yang mulia, baru boleh menggunakan panggilan itu. jangan membuat kami kepanasan karena belum memiliki pasangan..” protes pramuga. Melia terkekeh mendengar kata-kata kakanya.
“biarkan saja !, itukan adalah hak ku..” ujar kaisar vikram. Sambil menjulurkan lidahnya kearah mereka. Jika saja para warga dapat melihat kekonyolan kaisar vikram yang di kenal kejam itu, mungkin mereka akan mengira terjadi sesuatu dengan kaisar Vikram, atau ia sedang hilang ingatan.
__ADS_1
***bersambung***
makasih sudah mampir kawan, walaupun ceritanya agak sedikit receh, mudah-mudahan dapat menghibur kawan2.🥰🥰