nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 76


__ADS_3

"salam kalian ayah terima, pergi dan beristirahatlah. Ayah tau, kalian pasti lelah menempu perjalanan jauh.” Ujarnya. Kaisar vikram dan melia pun bangun dan langsung undur diri agar tidak mengaggu rapat yang di selenggarakan ayahnya. Kaisar vikram membawa melia kekediamannya supaya ia bisa istirahat. Tak lama mereka pun sampai.


“istirahatllah dulu, kamu pasti lelah…” ucap kaisar vikram. Tiba-tiba salah sorang pengawal datang menghampiri mereka.


“maaf yang mulia, yang mulia kaisar Rolan meminta yang mulia kaisar untuk hadir di ruang pertemuan sekarang..” ujar prajurit itu sambil berlutut.


“baiklah.. melia, sebaiknya kamu istirahat dulu, aku ingin menemui ayahanda terlebih dahulu..” ujarnya dengan lembut. Bahkan prajurit yang ada disana tercengang mendengar betapa lembutnya suara kaisar vikram.


[apa yang terjadi, apakah es kutub sudah meleleh..?] batin prajurit itu, melia yang mendengarnya suara batin prajurit itu terkekeh. Sedangkan kaisar vikram melotot pada prajurit itu. dan sukses membuat prajurit itu menciut.


[apa yang terjadi, kenapa yang mulia jadi melotoot padaku. Ternyata es kutub itu belum meleleh..] batinnya lagi, melia kembali terkekeh.


“baiklah yang mulia. Aku akan beristirahat. Pergilah yang mulia kaisar pasti sudah menunggumu..” ujar melia dan di balas anggukan kepala dari kaisar vikram. Setelah itu, kaisar vikram dan prajurit itu pergi dari sana dan melia pun masuk kedalam kediaman itu.


Saat melia sedang merebahkan badannya, tiba-tiba ada dua pelayan wanita menghampirinya.


“maaf nona, apakah ada yang bisa kami bantu. Kami adalah dayang yang disuruh oleh yang mulia kaisar vikram untuk melayani nona selama disini.” Ujar salah satu dari mereka. Melia pun bangun dan duduk. Melia memperhatikan kedua dayang itu, dan membaca pikiran mereka, setelah merasa bahwa mereka tidak berbahaya, melia pun bersuara.


“baiklah. Untuk itu, tolong salah satu dari kalian menyiapkan air untuk mandi..” ucap melia. “dan oh ya, siapa nama kalian. ?” Tanya melia lagi.


“nama saya sisi nona, dan teman saya sasa.” Ujar sisi memperkenalkan mereka.


“baiklah, sasa sisi, kenalkan saya melia. Dan tolong siapkan air mandi segera, aku ingin mandi,..” ujarnya lembut tanpa nada perintah di dalamnya.


“baik nona..” mereka berdua pun langsung menyiapkan apa yang di perintahkan oleh melia.


“maaf nona, air mandinya sudah selesai…” ujar sisi.


“baiklah, terimakasih..” ujar melia. Mereka berdua tercengang mendengar kata yang di ucapkan oleh melia, mereka langsung memberikan kesimpulan bahwa nona melia itu tidak sombong.

__ADS_1


“tidak perlu sungkan nona. Itu sudah menjadi tugas kami untuk melayani nona.” Ucap sasa. Melia tidak menimpali lagi kecuali memberikan senyuman manis. Melia pun berjalan kearah pemandian dan di ikuti oeh kedua pelayan itu.


“eh… kalian kenapa ikut…?” tnaya melia. Kedua pelayan itu pun langsung menundukan kepalanya.


“kami akan membantu nona mandi..” ujar sasa. Mendengar penuturan sasa, melia menepuk jidatnya, ia tidak habis pikir mengenai hal itu.


“tidak perlu, saya bisa mandi sendiri. Dan tolong jangan ikuti saya, sebaiknya kalian bersih-bersih dulu sambil menunggu saya selesai mandi.” Ujar melia. “ dan juga, kalau kalian bicara dengan saya, angkat kepala kalian dan tatap saya.. jangan menunduk terus,..” ucap melia. Melia pun langsung masuk kedalam tanpa memperdulikan mereka lagi.


Kedua pelayan itu pun langsung menatap. Mereka tidak habis pikir, ternyata ada seorang nona bangsawan yang tidak memerlukan pelayan untuk menemaninya mandi, mereka berdua tersenyum penuh arti.


“ayo kita bersihkan kamar nona melia dulu kalau begitu..” ucap sisi sambil mengembangkan senyum di bibirnya. Dan di balas oleh sasa.


“ayo….” Mereka berdua pun membersihkan kamar melia dengan senag hati. Tak lama, melia selesai mandi dan keluar, ia melhat kedua pelayan itu sedang sibuk membersihkan kamarnya.


“hhmmm….” Ehem melia membuat keduanya terkejut. Mereka menoleh.


“nona sudah selesai mandi…? Mari kami bantu rias nona..” ucap sasa menawarkan diri. Melia tersenyum.


“baiklah nona. Kalau ada apa-apa, nona bisa mencari kami…” ujar sasa, setelah itu mereka langsung pamit undur diri.


***


Di ruang rapat


Di ruang rapat, mereka sedang membahas mengenai pesta perayaan di kekaisaran mereka, yang akan di rayakan dua bulan lagi. Para menteri kekasisaran mengusulkan untuk mengadakan pertandinga untuk memeriakan acara tersebut. kegiatan yang di pertandingkan yaitu, bemain pedang, membuat pil dan bermusik memanah, dan juga berburu serta kesenian lainnya. Dan juga menyebarkan undangan kepada bangsawan yang ada di negeri ini.


Perayaan ini juga merupakan bentuk syukur, karena kekaisaran mereka di anugrahkan kedamaian, walau pun banyak konflik kecil di wilayah tertentu, namun itu perlu diatasi, dan juga perayaan ini untuk menyenagkan hati rakyat. Dengan keputuasan yang sama, kaisar Rolan akhirnya menyudahi kegiatan rapat itu.


Setelah itu, kaisar Roland and anaknya kaisar vikram meninggalkan tempat itum begitu juga dengan para menterinya. Sebelum kaisar Roland dan vikram berpisah, terlebih dahulu kaisar Rolan menanyakan perihal calon permaisuri yang di kenalkan padanya.

__ADS_1


“putraku, sebaiknya kita mengobrol dulu, ada beberapa hal yang ingin ayah tanyakan…” ujar kaisar Rolan. Kaisar vikram paham apa yang akan di tanyakan oleh ayahnya.


“aku tau apa yang akan ayah tanyakan..” ujar kaisar vikram datar. Dimana tidak datar, ayahnya pasti akan menggodanya habis-habisan. Melihat respon anaknya, kaisar Rolan menjadi terkekeh. Mereka pun duduk di gazebo sambil menyeruput teh hangat.


“lalu, kapan kalian akan menikah…? Jangan tunda lagi, ayah sudah tidak sabar ingin menggendong cucu darimu..!!” ujar kaisar Rolan. Kaisar vikram melirik ayahnya.


“ayah, kalau pun kami cepat menikah, kan cucunya ngak langsung jadi yah, butuh proses…” jawab kaisar vikram tidak mau kalah.


“hehehe…. Kau juga boleh langsung mencoblos sekarang tanpa harus menunggu pernikahan..” kata-kata kaisar Rolan sontak membuar kaisar vikram terkejut dan membuat ia tersedak dengan minumannya.


“ayah…. Benar-benar vulgar sekali. Lagi pula yah, kalau aku melakukannya sekarang, maka tidak hanya calon ku saja yang membenciku, tapi semua keluarganya akan membenciku, aku tidak ingin itu terjadi…” ucap kaisar vikram lagi. Kaisar Rolan mendesih.


“dasar lemah…!!” ucap kaisar Rolan. Tiba-tiba, tiga perempuan yang berarti bagi mereka datang menghampiri mereka. Yaitu permaisuri rieta, lili dan raisa.


“kalian sedang apa disini.. apanya yang lemah suamiku…?” Tanya permaisuri Rieta secara tiba-tiba. Mereka berdua pun terkejut.


“ayah dan kakak berkumpul, tapi tidak ngajak-ngajak…” ujar Raisa. Mereka semua mengambil tempat.


[aduh… kenapa pada kesini sih. Aku kana di tidak bisa menggoda vikram] batin kaisar Rolan yang sukses membuat kaisar vikram terkekeh.


“apakah rapatnya sudah selesai suamiku…?” Tanya permaisuri Rieta.


“tentu saja istriku, dan kalian berdua putriku, kalian harus menyiapakan yang terbaik untuk pertandingan nanti. Tapi jangan curang…” ujar kaisar Rolah.


“tentu saja yah, buat apa juga harus curang. Lag pula kan kita hanya memeriakan perayaan saja…” ujar lili. Tiba-tiba, kaisar vikram memperhatikan kedua adiknya, wajah mereka pucat.


“kalian sedang sakit..? kenapa wajah kalian pucat ha…?” Tanya kaisar vikram dengan cemas. Kedua orang tua mereka ppun langsung beralih dan menaatap mereka berdua. Dan benar saja, mereka pucat.


*** bersambung***

__ADS_1


terima kasih sudah mampir 🙏🙏🙏


__ADS_2