nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 54


__ADS_3

mari kita cus lagi...


***


"kami bukannya tidak ingin kamu pergi dek, tapi daerah itu sangat rawan dan berbahaya, jadi alangkah baiknya kamu dirumah saja..!!” seru pramuga selaku kakak pertamanya.


“tapi kak, justru karena bahaya, jelita jadi penasaran. Sebahaya apa tempat itu…!!” ujarnya lagi tidak ingin mundur.


“kamu ini ya…!! Ya sudah, kami akan pergi bersama mu nanti.” Ucap pramuga mengalah, karena tidak kuasa melihat adiknya memohon seperti itu, yang pasti mereka harus menjaganya saja.


“yeeee…… makasih ya kak…muach….” Ucap jelita sambil mencium pipi kakak pertamanya.


Setelah itu, tanpa mempedulikan apapun, jelita kembali berlari menemui ayahnya. Brakkk…. Suara pintu yang dibuka paksa. Jendral Richard terkejut, ia melihat bahwa itu adalah ulah putrinya, ia tidak bisa marah, hanya mampu menggelengkan kepalanya.


“bagaimana… kau sudah berhasil mengajak kakak-kakakmu..?” Tanya jendral Richard.


Ia sengaja menyuruh jelita untuk mengajak kakak-kakaknya, karena jelita tidak bisa ditolak atau dilarang, maka hanya berharap kepada putra-putranya nanti untuk menjaganya.


“sudah yah…. Dan mereka bertiga akan ikut…” jawab jelita kesenangan.


“ikut kemana tuan…” tiba-tiba nyonya catrine dan selir liora memasuki ruangan kerja jendral Richard. Sesaat jelita dan jendral Richard terdiam, namun jendral Richard segera menanggapi.


“oh.. itu istriku, semua anak-anak akan ikut aku kewilayah barat, guna menanggulangi bencana disana. Termasuk jelita.” Ucapnya dengan santai. Nyonya catrine dan selir liora terkejut, mereka terkejut bukan karena bencananya, namun mereka terkejut karena jelita yang ikut andil.


“bagaimana mungkin suamiku, jelita kan perempuan…!!” protes nyonya catrine selaku ibunya jelita. Jelita melihat ayahnya, agar tidak goyah karena ucapan ibunya.

__ADS_1


“hais… kau tau sendiri istriku, putrimu ini tidak bisa dilarang atau di tolak. Bisa-bisa, ia akan pergi sendiri. Dari pada nanti ia pergi tanpa sepengetahuan kita, mending ia ikut bersamaku dan anak-anak.” Jellas jendral Richard pada istrinya.


“memangnya mau apa kamu kesana nak…?” kali ini selir liora yang bertanya. Diantara mereka sudah tidak ada batasan lagi. Jendral juga pernah berdiskusi mengenai pengangkatan selir liora sebagai istri kedua yang sah. Semua sudah menyetujuinya, namun selir liora menolaknya dengan lembut.


“oh.. ibu, aku ingi kesana untuk jalan-jalan dan sekalian melihat kehidupan rakyat disana..” ujarnya dengan gembira. Melihat binar mata gembira itu, kedua ibunya tidak bisa berbuat apa-apa.


“baiklah jika kamu ingin ikut ayahmu, tapi ingat jangan merepotkan ayah dan juga jaga diri baik-baik.” Ujar nyonya catrine memperingati putrinya.


“baik bu…” ucap jelita senang langsung memeluk ibunya liora yang berada di dekatnya. Selir liora tersenyum sambil membelai rambut jelita.


“baiklah… bersiap-siaplah, besok kita berangkat. Katakana juga pada ketiga kakak mu..” ucap jendral Richard.


“baik yah…”ucap jelita, dan langsung undur diri dari sana. Selepas kepergian jelita, jendral Richard kembali kepada kedua istrinya.


“lalu, ada apa tiba-tiba datang ke ruanganku…?” Tanya jendral Richard kepada kedua istrinya.


“jika begitu, maka pergilah kalian. Masalah kediama sudah ada yang mengurusnya, bukankah ini sudah menjadi kegiatan kalian setiap tahunya..!! maka aku izinkan, asalkan pulang-pergi dengan selamat.” Ucap jendral Richard dengan senyum mengambang untuk kedua istrinya itu.


“baiklah suamiku…” ucap nyonya catrine.


“kapan kalian akan beragkat…?” Tanya jendral Richard.


“tiga hari lagi suamiku..” jawab nyonya catrine, jendral Richard pun manggut-manggut.


“baiklah…” ucapnya. Setelah itu, kedua istri jendral pun langsung meninggalkan ruang kerja jendral Richard.

__ADS_1


***


Di tempat lain, jelita sedang mengemasi keperluan yang akan di bawanya besok, terlihat ia sangat sibuk. Ia berkemas dengan dibantu oleh ketiga pelayannya, yang mana mereka juga akan mengikuti jelita besok.


“ayo xixi, yuyu dan lili. Kalian berkemas juga, bawalah beberapa barang yang kalian butuhkan.” Ucap jelita setelah mengemasi barang-barangnya.


“baik nona..” ucapp mereka bertiga. Merekapun langsung pergi ke kediaman mereka untuk mengemas barang bawaan mereka nanti. Ke esok harinya, rombongan jendral Richard berangkat. Iringan-iringan kereta jendral mulai meninggalkan kediaman itu.


Di tengah perjalanan, jelita tidak pernah diam, ia mengintip keluar di jendela kereta, betapa pemandangan yang menakjupkan. Ia tidak berhenti kagum. Namun tiba-tiba, kereta mereka berhenti. Jelita pun bertanya kenapa kereta berhenti.


“kenapa kereta berhenti pak kusir ?” Tanya jelita, sambil menongolkan kepalanya ke tempat kusir berada.


“sepertinya ada yang menghadang jalan kita nona…” ucap kusir itu dengan cemas. Mendengar ada yang menghadang jalan mereka, jelita memerintahkan mereka untuk tetap di tempat. Namun sebaliknya, ia langsung keluar dan menuju barisan paling depan. Disana ia melihat ayah dan ketiga kakaknya serta para prajurit sedang bertarung.


Melihat jelita keluar, salah satu dari kelompok penyerang itu keluar dari persembunyiannya. Sepertinya ia dalah perempuan. Ia menyerang jelita dengan membabi buta. Jelita pun menghindar dengan mudahnya. Ia melawan tanpa menggunakan apapun kecuali tinjunya.


Melihat jurus dan cara perempuan itu menyerang, ia teringan dengan lira dan ira, mereka munggunakan gerakan yang sama. Mmm barang kali itu adalah salah satu dari mereka. Jelita mulai serius dalam membalas serangan itu, sampai akhirnya ia berhasil memukul lawannya. Melihat itu, muncul lagi satu orang perempuan membantu perempuan yang terluka itu. kakak kakaknya ingin membantu, namun jumlah mereka seolah tidak habis-habisnya. Melihat hal itu jelita menjadi geram, apa lagi melihat ayah tercintanya sudah kelelahan (wajar.. kan dah tua..)


Jelita langsung mengeluarkan keganasannya. Ia mengeluarkan belati yang di gunakannya saat masih berada di dunia modern, dan mulailah ia menebas satu-persatu dari mereka. Namun ia menyisakan dua orang untuk di introgasi, semntara yang lain ia babat abis, dan juga kedua perempuan yang menyerangnya. Kepala mereka sudah terpisah dari tubuhnya. Setelah itu, jendral Richard beserta putra-putrinya mendekati dua orang itu, namun sebelum di mintai keterangan, mereka sudah lebih dulu mati karena mereka setia dengan tuan mereka.( bodoh memang)


Setelah itu, jelita mendekati dua mayat wanita yang sudah buntung. Ia melihat kepala keduanya terpisah dari badan mereka akibat dari kebrutalannya. Ia di ikuti oleh ayah dan ketiga kakaknya. Jelita melepas penutup wajah yang masih setia menutupi wajah itu, dan alangkah terkejutnya mereka. Itu adalah lira dan juga ira, mata jendral Richard menggelap, ia sedih karena putrinya sudah meninggal di tangan putri yang satunya, namun apa boleh dikata, mereka yang menyerang duluan. Tidak ada yang bisa disalahkan, salahkan saja mereka yang terlalu berambisi akan satu hal.


***bersambung***


terimakasih sudah mampir 🙏🙏

__ADS_1


.


__ADS_2