nyasar ke zaman kuno

nyasar ke zaman kuno
bagian 47


__ADS_3

hanya settingan..🥰🥰


***


ke esok harinya lapangan yang sangat luas, sudah sangat dipenuhi oleh para rakyat yang ingin menyaksikan pertandimgan. Disini siapa saja boleh menunjukan kebolehannya dalam pertandingan.


Pertandingan ini, semua orang boleh menggunakan ilmu beladiri apa saja, asalkan ia tidak membunuh. Babak pertama pertandingan pun dimulai. Di babak ini, pangeran Nicolas berhadapan dengan pangeran baren dari kerajaan lentera. Mereka pun mulai bertanding setelah memakan waktu cukup lama, menebas, menghindar akhirnya ada titik terang , babak pertama ini di menangkan oleh pangeran Nicolas.


Dalam pertandingan ini, putra-putri dari jendral Richard ikut berpartisipasi. Pertandingan selanjutnya, yaitu pramuga berhadapan dengan yang sudah menang di babak pertama, yaitu pangeran Nicholas. Mereka berdua memasuki arena lapangan. Gong pun berbunyi tanda pertandingan akan dimulai.


“mohon bimbingannya pangeran mahkota..” ucap pramuga sopan dan membungkuk. Nicholas pun hanya tersenyum smirk. Ia meremehkan lawannya, karna tuan muda dari kediaman jendral Richard dikenal dengan samppah. Bahkan tidak sedikit yang mengolok-olok kediaman jnedral Richard.


“lihatlah, itukan tuan muda, putra jendral Richard. Punya nyali juga melawan pangeran, padahal mereka itu sudah tau tidak akan mampu, tapi masih memaksakan diri. Membuat nama kebesaran kemiliteran menjadi rusak.” Ucap salah satu penonton yang datang.


“udah tau batas mampunya seperti apa, malah menantang ni anak.. emang cari penyakit.” Ucap yang lain. Tak lama, mereka pun mulai bertarung.


“untuk menghargai orang yang kecil, saya kasih kesempatan kepada tuan muda muga untuk menyerang duluan.” Ucap pangeran Nicholas sedikit meremehkan.


“terimakasih atas kesempatannya pangeran mahkota.” Tanpa menunggu lama lagi, pramuga langsung menyerang pangeran mahkota. Ia tidak menggunakan senjata apapun untuk bertarung, namun bukan berarti ia tidak bisa menggunakan pedang maupun senjata lainnya.


Mereka bertarung dengan sengit, para penonton dibuat keringat dingin melihat pertarunngan mereka. Penonnton tidak menyangka bahwa pramuga tuan muda dari kediaman jendral Richard yang dikenal dengan sebutan sampah, ternya dapat mengimbangi dan bahkan lebih unggul dari pangeran itu sendiri.


Taklama pertarngan itu usai dan di menanggkan oleh pramuga, tuan muda dari kediaman jendral Richard. Semua bersorak gembira. Tak lama suara gong terdengar tanda pertandingan mereka telah usai.

__ADS_1


“wah….!! Ternya tuan muda itu hebat. Bekah apa yang dia dapat. Sampai bisa mengalahkan pangeran mahkota ?”kagum mereka.


“kamu benar, bahkan aku diabuat menegang melihat oertarungan mereka.. ini sangat mengejutkan.” Timpal yang lain.


“apanya yang sampah. Dari segi gerakan saja, bahkan dia lebih unggul dari putra mahkota” timpal yang lain lagi.


“syuuuttt…. Jangan sampai kata-kata mu itu sampai ditelinga raja. Bisa-bisa kepalamu terpisah dari badannya.” Ucap yang lain memperingati.


Semua yang ada disana pun terdiam. Pertandingan kembali di lanjutkan. Singkat cerita, pertandigan ini dimenangkan oleh putra putri dari keluarga jendral Richard. Namun lira tidak merasa puas. Ia ingin menantang saudarinya yaitu jelita.


“mohon ampun yang mulia raja, disini izinkan hamba menyampaikan sesuatu.”ucap llira.


“katakana..” jawab Raja Rolan


“mmm…maksud mu… kamu ingin membuktikan, siapa anak-anak jendral yang paling unggul beggitu ?” Tanya Raja Rolan.


“benar sekali yang mulia.” Ucappnya tanpa rasa malu. Jendral Richard membulatkan matanya, ia tidak ingin anak-anaknya saling menyakiti.


“apa maksudmu lira, kamu_” ucapan jendral Richard terpotong karna Raja Rolan menganngkat tangannya mengisyaratkan untuk berhenti.


“kalau begitu, siapa yang akan kamu tantang ?”ucap Raja Rolan penuh minat. Lira menunduk lagi.


“saya akan  menantang kakak saya, nona pertama dari kediaman jendral.” Ucapnya dengan percaya diri. Jendral Richard terkejut.

__ADS_1


“apa mak_ “ ucapan jendral richard kembali terpotong.


“ayah tenang saja..” ucap jelita, maju didepan arena. Namun sebelum pertandingan itu dimulai. Ia membuka suaranya.


“saya akan mengikuti kemauan mu adik, namun saya tidak ingin tenaga saya sia-sia. Harus ada kesepakatan di antara kita.” Ucap jelita dengan senyum sinisnya. Lira berdiri dan ikut tersenyum. Ia yakin kesepakatan yang akan mereka buat itu tidak akan merugikannya. Karna ia yakin dengan kemampuannya.


“baiklah… kesepakatan apa itu ?” tnaya llira.


“jika aku menang, kau harus berlutut di kakiku dan memohon ampun atas semua ketidak sopananmu kepada nona pertama ini. Atas semua rumor yang kau sebar tentangku, dan menerima hukuman yang akan kuberikan.”ucanya.


“lalu bagaimana kalau aku menang ?”Tanya lira.


“jika kamu menang, aku akan memberikan posisi nona pertama itu padamu, bagaimana ?” ucap jelita, sengaja memprovokasi lira. Lira menjadi gelap mata setelah mendengar posisi itu.


“baiklah..” ucapnya dengan percaya diri.


“baiklah, kesepakatan sudah di setujui. Saya harap semua yang hadir disini dapat menjadi saksi” ucap jelita dengan suara keras dan lantang.


Dengan kesepakatan yang jelita dan lira buat, akhirnya mereka mulai menunjukan kekuatan mereka masing-masing. Lira mulai menyerang jelita dengan jurus-jurusnya. Jelita melihat jurus yang dikeluarkan oleh Lira yang sanggup membuat ia tersenyum remeh.


****bersambung***


wkwkw....

__ADS_1


kalau cerita nya tidak nyambung, komen ya guys. dan usahakan untuk memberi sedikit saran...hehehe 😁😁


__ADS_2