
Saat ini Andrew sedang duduk di ruang tengah, Bersama papa dan Mama nya . Andrew ingin mengatakan rencana pertunangan nya kepada Orang tuanya...
"Pah Mah, Ndrew ingin bicara sesuatu" ucap Andrew memulai percakapan
"Memang ada apa sayang?" kata Mama
"gini Mah Pah, Andrew rencana mau melamar Sindy. juga tidak lama lagi kita akan bertunangan" ucap Andrew menjelaskan apa yang ia maksud
"Bagus itu, Drew memang kapan acara lamaran nya?" tanya Papa
"oh kalo masalah lamaran nanti kita bicarakan dengan orang tuanya Sindy juga Pah, nanti malam rencananya Andrew mau mengatakan juga pada orang tua Sindy" jawab Andrew
"hmm yasudah . Mama setuju saja kamu lamaran sekarang ini . . biar hubungan kalian jelas Ndrew dan cepat menikah" ucap Mama serius dan tersenyum, begitu juga Papa yang meng-iyakan
"ok mah Sekarang aku berangkat ya, kerumah Sindy keburu kemalaman" ucap Andrew lalu berdiri dan menyalami Papa Mama
" ya hati hati sayang" balas Mama
"hmm...
***
"itu Andrew kan, , dia pasti saat ini mau pergi kerumah si Sindy, , huft coba kalo tadi aku bisa bujuk Andrew lebih keras. mungkin dia gak bakal jadi pergi ke rumah Sindy" kata Kirana yang melihat Andrew keluar. dari balkon kamarnya
πΈπΈ
Sekitar tiga puluh menit Andrew baru sampai di rumah Sindy
Ting tong ... memencet bel
Pintu terbuka, dan pembantu dirumah Sindy yang membuka pintu . "Eh den Andrew sudah datang, silahkan den masuk sudah di tunggu kok sama nyonya juga tuan" ucap bibi dan menyuruh Andrew masuk
Andrew pun berjalan keruang tamu dan disana sudah ada orang tua Sindy menunggu dia
"Kalo begitu bibi permisi, den bibi buatkan minum dulu " ucap bibi
"eh ya bi Terimakasih" balas Andrew
"Ayo nak Andrew silahkan duduk" ucap Mamih sindy
__ADS_1
" Baik tante'' Andrew pun duduk di sofa berhadapan dengan orang tua Sindy
"Katanya ada yang mau di bicarakan ya, nak Andrew, sama kami?'' tanya Papih Sindy
"Pih nanti dulu dong bicaranya, nak Andrew kan baru sampai" sela Mamih
"Yasudah"
" ni den silahkan diminum dulu , bibi buatkan teh hangat" ucap bibi memang pas dengan cuaca malam dan saat ini sedang turun hujan
"Terima kasih bi, tahu saja kalo aku lagi kedinginan karena hujan'' ucap Andrew menerima teh buatan bibi sambil tersenyum
"Tentu bibi tahu. . bibi permisi dulu non nyah tuan " pamit bibi
"Sindy nya mana ya om Tante" tanya Andrew clingak celingukan yang dari tadi belum melihat pacarnya itu
"tadi masih bersiap, Tante panggil dulu ya , kamu ngobrol aja dulu sama om" balas Mamih sindy lalu pergi memanggil anaknya
"bagaimana perusahaan kamu Drew" tanya Papih
"semua baik , lancar om" balas Andrew
Lalu...
"sayang sudah selesai belum kamu dandannya" kata Mamih yang kini sudah masuk ke kamar anaknya
dilihat Sindy masih merias , di depan cermin
"kamu sudah cantik sayang, sudah yuk kebawah kasihan Andrew sudah nunggu dari tadi loh. keburu malam" lanjut Mamih lagi
" iya mih . ini udah selesai ayok kita kebawah" ucap Sindy lalu menggandeng Mamih nya
Nah itu pacarmu susah muncul Drew " ucap Papih tiba tiba
Andrew pun menoleh,, tanpa kedip ia melihat Sindy yang berjalan kearahnya . sungguh luar biasa cantiknya pacar ku ini
"hai Drew " sapa Sindy setelah duduk di samping Andrew
"hai sayang" balas Andrew tersenyum
__ADS_1
"kamu cantik sayang" bisik Andrew sambil mengedipkan mata
Sindy yang mendapat pujian pipinya merah merona tersipu "makasih" jawabnya berbisik pula "kamu juga ganteng malam ini sayang, keren" lanjut Sindy
"sudah bisik bisik nya.." tegur Papih
"ehh
"ayo mulai cerita , apa yang ingin Nak Andrew bicarakan pada kami" sambung Papih
"begini , om Tante aku kesini mau membicarakan kalo aku ingin melamar Sindy, dan rencananya setelah itu kita bertunangan . untuk lamaran hanya aku dan orang tuaku yang nanti datang kesini, dan untuk acara pertunangan. kita adakan pesta , dan undangan para rekan kerja om dan juga Papah saya," jelas Andrew panjang lebar
"bagus itu saya dukung keputusan kamu Nak Andrew, , dan saya setuju' ucap Papih juga Mamih mengiyakan
"terima kasih om Tante , sudah merestui dan mendukung " ucap Andrew
"kapan acaranya lamaran itu nak Andrew, di selenggarakan nya?" tanya Mamih
" oh itu saya juga belum punya waktu nya.. dan saya juga mau meminta pendapat dari om Tante juga , ya kapan waktu yang pas untuk acara lamaran ini" tanya balik Andrew
"bagaimana kalau Minggu depan acara lamaran, dan bulan depan baru pertunangan nya" ucap Papih
"baik om kalo begitu , lamaran Minggu depan dan tunangan bulan depannya . nanti saya bicarakan dengan Papah Mama saya" ucap Andrew
Papih mengangguk
"yasudah Mamih tinggal dulu ya, mau melihat persiapan makan malam kita" ucap mami kemudian pergi ke dapur
"kalian ngobrol dulu , Papih ada sedikit urusan" ucap Papih yang pergi juga ,mungkin memberikan waktu bagi pasangan muda ini untuk berbicara
"tadi kehujanan gak sayang?" tanya Sindy yang sekarang sedang bergelayut manja di lengan Andrew
"gak kok . untungnya tadi hujannya pas sudah sampai sini" balas Andrew juga memeluk Sindy
",syukur deh"
"sarapan nya sudah siap , yuk makan dulu sayang , nak Andrew" ajak Mamih pada Andrew dan Sindy untuk makan malam bersama
"ayo " ucap Sindy
__ADS_1
mereka pun makan dengan khidmat... lalu setelah nya Andrew pamit pulang, karena hari sudah sangat malam