Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
53


__ADS_3

Momy Kirana sedang berjalan menuju tempat suster berada.


''Suster tunggu.'' panggilnya Momy


''Ya Bu ada yang bisa saya bantu?''


''Saya mau ke ruangan bayi ada di sebelah mana ya?''


''Oh mau ke ruangan bayi. mari biar saya antarkan'' ucap suster


''Oh ya sus. kamu tahu tidak yang kemarin membawa anak saya ke rumah sakit ini siapa?''


''Nama pasien nya siapa bu?''


''Kirana''


''Oh nyonya Kirana. kemarin sih pas saya tanya itu katanya suaminya. bu''


''Apa, suaminya?'' Momy shock


suster itu juga ikut terkejut melihat reaksi Momy ''Ada apa ya bu?''


''Em tidak sus.''


Suaminya maksudnya siapa? Tapi kalau aku jelaskan pada suster ini semua akan tahu kalau Kirana belum menikah.. sebaiknya aku tidak usah banyak bicara dulu. Tapi yang dimaksud suster ini siapa? Momy bertanya tanya


''Bu disini ruangan bayi nya silahkan'' ucap suster

__ADS_1


''iya sus. lalu yang mana ya cucuku?''


''Sebentar bu''


suster itu pun melihat dari nama ibunya. Tapi tiba-tiba si suster panik karena rupanya dia tak menemukan bayi Kirana


''Ada apa Sus?''


''Em itu Bu Anu...'' suster Bingung bagaimana menjelaskan


''Ada Apa suster mana cucuku?'' teriak Momy tak sabar


''I-itu Bu. bayinya ti- tidak ada'' ucap suster terbata


''Apa? tidak ada bagaimana maksudmu.? kau kemana kan cucuku hah. dimana cucuku?'' teriak Momy marah besar dan menatap tajam suster itu


''Enak saja mau cukup bilang tidak tahu.. cepat cari cucuku sampai ketemu?''


''I-iya ba-baik bu''


''Tunggu.. kalau sampai cucuku tidak kau temukan. kau bukan hanya pekerjaan yang hilang tapi juga nyawamu'' ancam Momy..


Semakin ketakutan suster itu..


''Ya Tuhan harus cari kemana aku bayi nya. dan sebenarnya siapa yang udah culik anak itu.. ah ini masalah besar'' sungut suster


Momy segera memberi kabar kepada suaminya Lewat pesan, dan mengatakan untuk tidak memberi tahu dulu soal ini kepada Kirana. Karena takutnya Kirana semakin melemah kondisinya..

__ADS_1


Daddy datang langsung ke ruangan kepala rumah sakit. dan meminta pertanggungjawaban atas semua yang terjadi..


Lalu Daddy juga mengerahkan seluruh anak buahnya.. Yang sialnya Daddy kalah cepat dari orang itu. Karena Daddy tidak bisa menemukan cctv bukti siapa orang yang telah menculik Cucunya itu...


''Mom. sepertinya dia bukan orang biasa , karena dia bergerak cepat. sampai Daddy tidak bisa menemukan cctv bukti'' jelas Daddy


Momy semakin bersedih dan juga semakin panik saja. Momy pun menangis ''Lalu sekarang dimana cucu kita Dad, Momy takut terjadi sesuatu padanya.. bahkan Kita belum sempat melihatnya.. lalu Kirana bagaimana dengan dia Dad, bagaimana cara Momy menjelaskan padanya?'' Ucap Momy panjang lebar dengan kecemasannya


''Sudah Mom. Sekarang tenangkan diri Momy. Karena Kirana sekarang sedang membutuhkan kita.. kita bicarakan ini pelan-pelan dengannya ya?'' Daddy menenangkan sang istri. Padahal Sudah jelas, dirinya juga sangat khawatir dan gelisah


Momy mengangguk ''iya Dad. oh ya Dad Momy tadi dengar orang yang membawa Kirana kesini dia seorang pria dan mengaku dialah suami Kirana. apa orang itu juga yang menculik cucu kita?'' Momy menjelaskan dan mengatakan dugaannya


Daddy mencerna perkataan istrinya itu. Daddy pun berpikiran yang sama. Tapi siapakah orang yang sudah bermain-main dengannya ini?


''Kenapa bisa dia mengatakan kalau dia suaminya Kirana. dan siapa orang ini?''


''Sebaiknya kita tanya Kirana''


''Tapi Dad Kirana juga bukankah dia tidak ingat siapa yang membawanya kerumah sakit ini.?''


''Mungkin tadi dia tidak ingat karena baru selesai di operasi. dan bisa saja sekarang dia bisa mengingat. apa yang terjadi padanya tadi. bukankah kata dokter Kirana mengalami pendarahan akibat terjatuh?''


''iya Dad, biar nanti kita tanyakan lagi pada Kirana.''


''Sekarang Momy fokus saja pada kondisi Kirana. biar masalah cucu kita Daddy yang urus dengan anak buah Daddy..''


''Iya Dad. Cepat temukan cucu kita'' Momy jadi sedih lagi teringat cucunya

__ADS_1


''Pasti Mom. dia kan cucu Daddy juga, pasti Daddy berusaha keras untuk menemukan nya''


__ADS_2