Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
Bab Enam belas


__ADS_3

Itu mobil Andrew dan juga sodaranya, mau kemana mereka malam malam begini'' ucap Kirana kala itu


Kemarin yang melihat ternyata Kirana, kebetulan dirinya sedang menutup jendela kamar, ternyata ia melihat kepergian Andrew


Sudahlah ini juga sudah malam, mungkin ada acara bisnis'' katanya lagi lalu ia pun meneruskan kembali untuk tidur lebih awal , biar besok bisa berpikir bagaimana caranya agar ia secepatnya mendapatkan Andrew


Di lain tempat... Yaitu tepatnya di kediaman Sindy ada acara yang akan di langsungkan, setelah tadi dari keluarga Andrew datang.. pertama Tama dilakukan dulu bacaan doa oleh seorang Ustadz lalu berlanjut ke pertukaran cincin Sindy dengan Andrew.... dan sesudahnya mereka makan bersama


Saat ini tengah berkumpul dua keluarga ''selamat ya Drew akhirnya kamu bisa lanjut ke jenjang lamaran juga'' ucap sepupu Andrew yang juga ikut mengantarkan


''Iya dong, kapan Lo juga nyusul bro'' sombong Andrew menjawab tapi masih dengan nada bercanda


''hemm Lo doain aja gue ya bro'' kata sepupu nya


''yoii gue pasti doain Lo '' ucap Andrew sambil menepuk pundak sepupunya


''btw Kirana gak Lo ajak Drew'' tanya Topan nama sepupu Ndrew itu biasanya kemana mana dia bareng Lo terus'' lanjutnya lagi


Seketika raut wajah Andrew berubah, begitu juga dengan wajah sindy .


. ''apa gue salah bicara ya, kok raut wajah mereka berubah'' batin Topan


''eeee gue salah bicara gak sih'' ujar Topan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


''Oh iya benar juga kata Topan, Kirana gak kamu ajak Drew'' tanya Mama Andrew' yang baru ngeh


''ituu anu Mah, Andrew sengaja untuk acara lamaran kita hadiri dengan keluarga dekat saja dulu, kan ada nanti acara pernikahan baru kita undang semua'' jawab Andrew beralasan tidak mungkin kan ia mengatakan yang sebenarnya


''Yasudah Mama setuju saja, toh sekarang Alhamdulillah semua sudah lancar kan'' kata Mama Andrew akhirnya


Andrew pun bisa menghela nafas lega, setelah tidak ada lagi yang membahas Kirana, entah kenapa sekarang ini hanya mendengar nama Kirana saja mood nya sudah rusak


...****************...


Esok paginya seperti biasa kembali lagi ke rutinitas yang sama . para pekerja kembali ke tanggung jawab nya masing masing.. begitupun Andrew yang saat ini tengah bersiap untuk pergi ke kantor


''Pagi mah Pah'' ucap Andrew yang sudah menuruni tangga lalu ia bergabung dengan Mama Papa nya di ruang makan


''pagi juga sayang'' kata Mama juga Papah berbarengan menjawab

__ADS_1


''Ada apa sayang, sepertinya pagi ini kamu kelihatan fresh banget, dan berseri seri'' tanya sang Mama


Memang benar dari tadi keluar kamar sampai menuju ruang makan, Andrew tak hentinya tersenyum seperti pendapat kan menang tender saja


''seperti tidak pernah muda saja Mama ini'' sela Papah Reno


Andrew hanya terkekeh melihat bagaimana tanggapan orang tua nya... Apa memang kelihatannya banget ya, aku ini sedang bahagia banget'' Kata batin Andrew


Andrew bahagia karena tinggal selangkah lagi ia dan kekasihnya akan segera melanjutkan ke pernikahan.. Dan itu artinya ia akan menjadi milik Sindy seutuhnya begitupun sebaliknya


''Iya Mama ini kok seperti tidak pernah muda, mungkin Mama dulu malah lebih parah dari Andrew sekarang'' ledek Andrew


''Ishh mana ada, seperti itu yang ada itu Papa mu itu Drew dulu yang sangat kesemsem pada Mama'' ujar Mama Nina membela diri


''kenapa Mama tidak mau mengaku saja Ma, bukannya Mama juga sama tergila gila nya sama Papa'' kata Papa yang tidak terima dirinya yang di pojokan


''Sudah ah, ini sudah siang sebaiknya kalian segera habiskan sarapannya . nanti telat lagi ke kantornya'' putus Mama akhirnya mengakhiri perdebata yang tidak berfaedah itu


''Andrew sudah selesai Ma'' ucap Andrew yang langsung berdiri dan menyalami Mama Papa nya ''Papa mau berangkat bareng Andrew gak'' tawar Andrew pada saat menyalami Papa


''Tidak kamu duluan saja dulu, Papa harus pergi meninjau dulu proyek yang di tempat A'' jawab Papa Reno


''ohh Yasudah kalau begitu. Andrew berangkat sekarang'' pamitnya lagi


''Sipp Ma, assalamu'alaikum'' jawabnya Sambil teriak juga karena Andrew sudah di depan pintu depan


''wa'alaikum salam'' jawab Mama


Dikantornya Andrew saat ini benar benar sibuk, begitu banyak pekerjaan hari ini.... dari mulai mitting dengan clien di luar , maupun dengan petinggi lain di dalam kantornya untuk membahas beberapa proyek yang sedang di jalankan


Huufft ''akhirnya selesai juga pekerjaan hari ini,'' ujar Andrew sambil merenggangkan kedua tangannya


...****************...


Drezzz drezzz Suara pesan


[Aku ingin bertemu] Pesan dari Kirana


Mau apa dia ingin bertemu dengan ku, ucap Andrew.. Andrew pun membalas

__ADS_1


[Aku sedang sibuk Ki]


[sibuk apa sih,, pokoknya aku mau ketemu sekarang jemput aku] Titah Kirana dengan memaksa


...[Aku beneran sedang sibuk Kirana, jangan suka seenaknya]'' ucap Andrew...


...[Aku tunggu kamu lima belas menit dari Sekarang, aku saat ini sedang di kafe pavorit kita]" Titah Kirana yang seenaknya saja....


...Dan itu pesan terakhir dari Kirana karena setelah itu nomor nya langsung tidak aktif,, alhasil mau tidak mau Andrew bangkit dari kursi kebesaran nya,, ...


''Selalu seperti itu , Kirana Kirana kapan kamu dewasanya'' gerutu Andrew sambil berjalan menuju lift


Sebelum masuk lift Andrew berpapasan sekertaris nya, "Rio saya mau pulang sekarang, tolong kamu selesai kan ada sedikit lagi berkas yang harus di urus, saya sedang ada urusan mendadak'' kata Andrew pada sekertaris nya Rio


''Baik bos, tentang saja pokonya besok semut pasti sudah beres'' ujar Rio


''bagus, aku percaya padamu'' ucap Andrew sambil menepuk pundak Rio sekilas..


''Saya pergi'' Lanjutnya


''silahkan Pak''


Lalu Andrew pun melanjutkan berjalan, dan menuju lift dan memencet tombol bawah


Sebelum Andrew sampai di tempat parkir, telpon nya berbunyi ''Siapa lagi sih'' gerutu Andrew


Sayang.... ''Ya sayang ada apa, hm'' tanya Andrew ternyata yang menelpon Sindy


''Sayang.. Malam ini temenin aku yuk, aku lagi pengen ke bioskop'' ajak Sindy di sebrang sana dengan nada manja


''Malam ini ya! Aku usahakan ya sayang kalau aku tidak sibuk'' jawab Andrew


''Ayo lah sayang luangin waktu juga untukku, jangan hanya pekerjaan yang kamu urusi'' bujuk Sindy masih dengan nada manjanya


Andrew pun benar benar merasa gemas, saat mendengar suara Sindy yang mendayu Dayu itu... kalau dekat sudah dia terkam..Ehh!!


''Iya iyaa sayangku.. aku akan usahakan untuk kamu'' kata Andrew


''Aku tunggu ya sayang.. by''

__ADS_1


''Ook by sayang'' sambungnya telpon pun terputus , Andrew melanjutkan jalannya menuju mobilnya terparkir. . sambil sesekali masih tersenyum mengingat tadi hanya suarat Sindy saja sudah buat ia teringat terus apa lagi nanti kalau ia sudah menikah dengan Sindy, , dan ehem ehem... Mungkin entahlah...??


Sampai-lah Andrew di kafe pavorit ia dan Kirana dulu


__ADS_2