
POV Andrew...
''Aku saat pertama kali menatap wajah bayi kecil ini. entah kenapa, aku seperti melihat diriku sendiri.. aku masih ingat bagaimana wajahku saat kecil dulu itu sama persis dengan wajah bayi kecil ini... Lalu kenapa bisa sama seperti ini? bukankah dia bukan anakku..'' ucapku bertanya tanya dalam hati.
Tapi segera aku menepis pikiran ku ini. tidak Andrew, dia bukan anak mu. mungkin kemiripan ini karena Kirana sangat menyukaimu. Ya mungkin karena itu..'' Begitu lanjut dalam pikiranku. membantah semua kesamaan ini..
Lalu beberapa jam kemudian, setelah lahirnya bayi itu. Kirana masih juga belum sadarkan diri, karena masih ada pengaruh obat dari dilakukannya operasi tadi...
Diam-diam aku masuk kedalam kamar ruangan dimana Kirana kini berada. aku menatap dengan tatapan penuh benci.. Ya aku rupanya masih membencinya, tidak akan aku lupakan ulahnya perbuatannya.. karena dialah penyebab putusnya hubungan ku dengan Sindy.. wanita yang begitu aku cintai..
''Kirana, kamu sekarang bisa tidur dengan nyenyak. Tapi mungkin tidak dengan esok hari.'' ucapku Tersenyum smrik
''Kau sudah melakukan hal yang begitu sangat membekas untukku. untuk hidupku, kau menghancurkan semuanya.. aku sangat benci padamu'' ucapku dengan menahan marah. Yang tiba-tiba rasa sakit itu muncul kembali.
Aku pikir dia selama ini pasti sangat bahagia hidup di negara ini. Tapi tidak dengan esok hari, dia harus membayar mahal atas perbuatannya dulu.
Lalu setelah lama aku berpikir, dan menyusun rencana. akhirnya, aku melakukan ini. ya akulah yang menculik anak itu.. aku membawanya pergi, kenapa aku sampai melakukan ini. itu karena aku ingin Kirana merasakan sakitnya kehilangan. sakit nya di tinggal pergi oleh yang dia sayangi..
Seperti ulahnya dulu. Yang dengan tega menjebak ku. lalu sampai orang yang kucintai meninggalkan ku. . maka sekarang Kirana harus merasakan nya juga..
POV end. .
__ADS_1
Sampai akhirnya . mau bagaimana pun Daddy dan Momy menutupi hilangnya anak Kirana, sudah pasti lambat-laun Kirana akan mengetahuinya juga..
Seperti sekarang.
Kirana sedang meraung menangis pilu. begitu mendengar kabar anaknya hilang..
''Momy Daddy.... anakku mana Mom. aku mau melihatnya, dimana dia?'' teriak Kirana memanggil anaknya yang bahkan belum sempat ia melihat wajahnya. Tapi kini anaknya sudah di culik orang itu
''Sudah sayang kamu jangan seperti ini. ingat juga kondisi mu Nak,'' Ucap Momy menenangkan
''Tidak Momy. Kirana mau melihat anak Kirana, Momy Tolong'' mohon Kirana
''Iya sayang.. kita pasti akan segera menemukan anak mu. cucu Momy''
''Lalu Kirana harus bagaimana Dad. Kirana takut kalau terjadi sesuatu pada anak Kirana. Kirana ingin segera memeluknya'' Ucap Kirana dengan semakin menangis pilu
Momy ikut menangis dan tak kuat melihat kondisi sang anak...
''Momy.. anakku anak-ku'' ucap Kirana lemah dan jatuh pingsan
''Kirana hei sayang bangun nak bangun'' teriak Momy menyadarkan Kirana
__ADS_1
''Dad anak kita Dad''
''Tunggu Daddy panggil dokter dulu''
''iya Dad cepat''
Daddy mengangguk dan berlalu keluar.
...****************...
Sudah satu bulan lamanya. setelah kejadian itu, kondisi Kirana semakin memburuk karena rupanya Sampai sekarang belum juga ditemukan putranya itu..
bahkan setelah Daddy banyak berupaya keras untuk mencari cucunya. tetapi hasilnya tetap tidak membuahkan juga,,
''Sayang ayo makan dulu ya'' ucap Momy membujuk Kirana
Kirana hanya diam tanpa menjawab ataupun Menolak..
''Kirana ayo dong jangan seperti ini Nak. Momy sayang padamu, jangan buat Momy khwatir'' Ucap Momy lagi sekarang Momy sampai menangis . ia tidak menyangka nasib putrinya akan seperti ini
''Momy anakku'' hanya itu yang selalu keluar dari mulut Kirana. dan dengan tatapan kosongnya .
__ADS_1
''iya Momy tahu Nak. Momy mengerti. Tapi kamu juga harus sayang pada tubuhmu sama nyawamu, ku harus kuat dan kamu harus makan Nak.. Momy gak mau kamu sampai sakit'' Momy menasehati Kirana
Kirana Langsung menatap Momy nya dengan mata berkaca-kaca ''Momy. kenapa kau selalu memaksa ku untuk makan. sedangkan aku sendiri tidak tahu soal anakku sudah minum ASI atau belum? apakah anakku masih hidup atau tidak. aku tidak tahu Momy. aku mau anakku''