
Sudah jelas oleh dokter spesialis sendiri bahwa Andrew dinyatakan baik-baik saja. hanya mungkin saat itu Andrew tengah setres pikiran atau terlalu kecapean . .
,
Dan kini Andrew kembali ke aktivitas seperti biasanya.. dia memang pekerja keras, Andrew sangat disiplin dalam pekerjaan. Hanya sekarang sekarang ini Andrew banyak berulah. dia jadi cepat memutuskan kontrak kerja sama. hanya karena masalah pribadi...
Andrew sedang melakukan metteng di luar lagi kali ini. tapi tiba-tiba ia sepertinya ingin ke toilet untuk menuntaskan Hajatnya..
''Permisi Tuan saya pamit ke toilet sebentar'' pamit Andrew kepada clien nya
''Oh iya tuan Andrew silahkan'' balas clien nya
Andrew pun segera berlalu dan menuju toilet, beberapa menit pun ia sudah selesai. dan ingin kembali ke mejanya, hanya saat sedang berjalan dan tak jauh dari toilet.. . pegawai restoran mungkin OB sedang mengepel.. Tapi rupanya ada perempuan di depan Andrew yang memaksa kerudung. tidak memperhatikan sehingga dia terpeleset....
Dan, tak sempat dia terjatuh karena Andrew sudah lebih dulu menangkap tubuhnya.. dan menolongnya
''Awas...''
''Aaa..'' wanita itu berteriak panik dan terkejut
ia pun sampai memegang erat jas yang dipakai Andrew.. tanpa melihat dulu wajah orangnya?
jantungnya bahkan berdetak kencang, karena dia sangat shock.. bisa-bisanya dia ceroboh begini.
''Nona, Anda tidak apa-apa kan. Anda baik-baik saja?'' tanya Andrew khawatir
Suara itu...? lantas perempuan itu mendongak Oh tidak . kenapa dia bisa sampaikan ketemu pria ini, pria kejam ini.. Kata hatinya..
Andrew tampak keheranan karena perempuan ini tidak menjawab pertanyaan nya. bahkan tak mengucapkan apapun. jangankan berterima kasih. menatap nya saja seperti tidak berani,
wanita cantik berhijab plus bercadar itu segera berlalu pergi dari hadapan Andrew..
''Aneh...'' gumam Andrew
Beberapa bulan kemudian...
Andrew kembali menjalin hubungan dengan seorang perempuan.. kali ini Andrew yang memulai dengan menyatakan perasaannya..hanya semakin kesini. Andrew semakin tahu sikap wanita ini yang sebenarnya
Seperti sekarang
wanitanya ini mengajak Andrew Untuk bertemu di sebuah hotel..di kota itu
Andrew pun datang, ia tengah berjalan di loby hotel. dan karena sudah tahu nomor kamar hotel Vivi. si wanita yang dekat dengannya. Andrew segera pergi menyusul.
di kejauhan. Andrew tampak melihat wajah orang yang begitu dikenalnya.. Hanya dia sekarang memakai jilbab, tapi bagi Andrew mungkin itu hanya sebagai topeng. untuk menutupi kesalahannya padanya dulu,
__ADS_1
Cuihh Andrew mendecih.. tak suka melihat Kirana si perempuan so polos.. dan Andrew mulai beranggapan bahwa Kirana lebih buruk daripada wanita yang penampilannya terbuka
Karena lihat saja. untuk apa perempuan berhijab ke hotel malam-malam begini. pikir Andrew, kalau bukan untuk menjebak pria seperti Kepada nya dulu...
''Aku Begitu membencinya nya.. dia tidak jauh beda dengan wanita murahan murahan itu'' Andrew mengumpat pada Kirana. dan ia segera pergi karena tidak lama ia akan sampai di kamar hotel dimana Vivi sudah menunggunya..
Tanpa Andrew tahu yang sebenarnya.... itu adalah Kirana sedang bermalam di hotel ini bersama keluarganya. bahkan Adrian berada disana juga, tapi yang sekarang ada dipikirannya Andrew. itu hanya keburukannya Kirana!
Tok Tok
Andrew mengetuk pintu
tak lama pintu terbuka, dan didalam sana perempuan yang sudah siap tempur menyapa Andrew dengan senyuman manisnya...
''Hai. ayo masuk'' ajaknya
''Hm..'' kata Andrew lalu ia masuk
''Aku sudah pesan minum. mungkin sebentar lagi sampai'' kata Vivi si wanita teman kencan Andrew
''Iya.. aku juga mau mandi dulu'' kata Andrew
''Oh yaudah.. Yang wangi ya sayang, biar tambah suka'' sambil mengedipkan matanya menggoda Andrew
Tapi anehnya reaksi Andrew hanya biasa-biasa saja. dia tidak merasakan apapun. Hm
Vivi sudah tidak sabar menunggu Andrew dan melakukan malam panasnya..
tak lama pintu kamar mandi terbuka juga, dan keluar lah Andrew kini dengan pakaian santai nya..
Vivi menoleh lantas tersenyum manis pada Andrew...
''ini Minum kita sudah datang, kamu duduk sini' Ucap Vivi sambil menepuk kursi di sampingnya menyuruh Andrew duduk di dekatnya
Andrew segera duduk. sesuai yang Vivi mau. lalu mereka mulai mengobrol sambil menikmatinya minuman..
diam-diam Vivi menunggu reaksi Andrew setelah minum itu!
Vivi sampai nempel banget di tubuh Andrew, Vivi meraba rahang tegas milik Andrew sampai di dadaang Andrew,
''Drew.. aku suka sama kamu''
''Iya Vi. aku tahu'' kata Andrew
Vivi membawa wajah Andrew lalu ia mulai mengecup bibir Andrew, sampai **********
__ADS_1
'Emmh... emhh'' suara erotis keduanya
Andrew tak tinggal diam, ia juga meraba dua gundukan milik Vivi yang ukurannya sangat besar. melebihi milik Siska kemarin..
''Ahh.....'' Vivi mulai terangsang
''Sayang.....'' panggil Vivi kaya cacing kepanasan. Vivi sudah menggelinjang hebat
lalu bibir Andrew turun kebawah, ia menyesap leher jenjang Vivi.. Tapi Tiba-tiba Andrew teringat pada wajah Kirana. apa kah Kirana juga saat ini sedang melakukan seperti yang sedang dia lakukan sekarang?
Andrew samping menghentikan perbuatan dulu, dia langsung duduk tegap dan menatap kosong kedepan..
Vivi yang sedang nikmat nikmatnya tampak keheranan. begitu melihat reaksi Andrew yang tiba-tiba menghentikan kenikmatan ini?
''Ada apa?--'' dengan suara parau .
Andrew menggeleng''Tidak ada'' jawabnya singkat
''yaudah kita mulai lagi'' ajak Vivi.
kini Vivi naik ke atas tubuh Andrew.. Vivi dengan beraninya ia sekarang melepas pakaiannya, hingga kini ia tampak polos tanpa busana..
Vivi langsing mendekati wajah Andrew lebih tepatnya bibir Andrew... kini keduanya kembali memadu bibir dan saling menyesap Saliva . .
dengan cepat tangan Vivi membuka baju Andrew.. lalu meraba lagi dada bidang Andrew.
Andrew memang mengerang nikmat.. Hanya dia belum menunjukkan keinginan nya Alias belum berdiri tegak
''Ah.. Vi teruskan!'' suruh Andrew
Vivi yang sedang menciumi badan Andrew pun semakin menggelinjang hebat.. Vivi sekarang meraba yang disukai para wanita..
Vivi memainkannya agar dia tampak berdiri.. tak patah semangat, Vivi terus mencobanya sambil menciumi bibir Andrew
Dan hasilnya masih sama saja. si junior belum juga mau bangun . . Padahal Vivi sudah memasukkan obat keramat pada minuman Andrew... agar dirinya merasakan puas.. Vivi ini nafsu makan pria nya sangat tinggi...
Vivi sudah bak cacing kepanasan.. dia sudah tak kuat lagi. Tapi sang pria yaitu Andrew belum juga memberikan respon..
''Dreew, aku ini udah gak tahan'' Ucap Vivi serak
''Kamu usaha dulu dong agar punya aku ini hidup.. kamu payah'' umpat Andrew
''Apa?'' Vivi tersinggung
karena itu Vivi semua keras melakukan senam jari.. Vivi sedikit kesal
__ADS_1
bukannya hidup. Andrew justru merasa kesakitan. ''Hei sialan apa yang kau lakukan?'' pekik Andrew marah. ia membanting tubuh Vivi hingga terjungkal kebelakang..
'Awhh'' meringis