Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
85


__ADS_3

Semua punya masa lalu yang kelam, dan juga punya rasa penyesalan di akhir sebuah cerita atau semasa waktu dulu yang pernah dilalui oleh seseorang itu..


Begitu juga dengan Kirana, ia pernah melakukan suatu hal sampai dia berlarut-larut dalam kesedihan dan penyesalan yang selalu datang belakangan..


Tak hanya Kirana, yang sudah menyesali perbuatannya dulu itu.. Kini, teman masa kecilnya, yang pernah Kirana cintai sekarang ia dalam masa penyesalan, dan masa berjuang untuk bisa mendapatkan hati ibu dari anaknya ini..


Penyesalan itu pasti selalu datang pada siapapun juga tak ubahnya kepada mereka. Namun, setelah rasa penyesalan tadi itu muncul, kita sebagai manusia justru harus membenahi diri, agar belajar dari penyesalan tadi, menjadi Manusia yang lebih baik lagi tentunya !


''Ki.. kamu masih marah padaku ?'' tanya Andrew kini ia tengah menatap Kirana yang sedang menepuk-nepuk badan Adrian yang matanya mulai terpejam mau tidur.


''Sstttt, diamlah!'' dan tak menjawab pertanyaan Andrew.


''Tapi Ki, ayo dong bicara '' kekeh Andrew


''Kan sudah ku bilang diamlah !'' langsung menatap kesal.


''Heheh, Sorry iya deh, tapi jawab dulu!'' tawa Andrew


''Ya, aku memang marah dan kesal padamu, apa hak kelihatan wajah kesalku ini?'' sambil mendengus


''Sangat kelihatan banget sih Ki, tapi , ku mohon jangan marah-marah lagi lah,!'' pinta Andrew ''serius aku nyesel udah berbuat kaya tadi itu saat mencium mu, aku gak sengaja ngelakuin nya sumpah!'' Sampai di perjelas lagi Andrew ini bicaranya.


Matanya Kirana langsung terbuka lebar saat mendengar kata-kata Andrew yang frontal sekali..


''Kenapa di perjelas sih'' omel Kirana, namun sebenarnya dia merasa malu.

__ADS_1


''Apanya?'' Andrew kurang paham nih sepertinya.


''Tau lah, pusing.'' Kirana pun beranjak dengan membawa Adrian yang di gendongannya dan akan meninggalkan Andrew..


''Mau kemana ?'' segera Andrew mencegah Kirana pergi dan bertanya.


''Aku mau istirahat, dan nidurin Adrian nih.'' jawabnya sambil menunjuk Adrian yang tertidur pulas. lalu Kirana kembali meneruskan jalannya..


''Tunggu aku ikut '' kata Andrew mirip anak kecil dia


''Gak usah, mending kamu pulang saja, kamu juga pasti butuh istirahat bukan ?'' ujar Kirana yang menginginkan Andrew pergi saja.


''Kamu usir aku?'' tampak tak terima Andrew mencekal lengan Kirana dan tak membiarkan Kirana pergi selangkah pun.


''Bu-bukan begitu, hanya kamu harus mengerti lah tolong, serius aku ingin istirahat'' kata Kirana memelas


Aneh gak sih kok sekarang dia yang kelihatan marah, harusnya kan aku yang marah dan pantas mengusirnya ya gak sih.. Kirana jadi pusing sendiri..


''Sini Adrian nya!'' Andrew ingin mengambil Adrian dari tangan Kirana.


''Mau ngapain kamu?'' tatapannya menyelidik.


''Mau ngapain lagi, ya bawa dia ke kamarnya'' jawab Andrew. Dan langsung bergantian menggendong Adrian. Kirana pun mengikuti langkah Andrew yang tengah membawa Adrian. Kirana harus memastikan benar tidak nya Andrew membawa Adrian ke kamar, bukan kemana-mana gitu, Entahlah Kirana ini terasa jadi pobia..


''Aku tidur disini ya , boleh ya?'' tapi Andrew meminta ijin juga rupanya kepada Kirana.

__ADS_1


''Tapi kamu gak akan bawa dia pergi kan?'' tanya Kirana dengan wajah ketakutan dan cemas.


''Kalau kamu gak mau aku bawa pergi Adrian lagi, itu gampang tapi ada syaratnya!'' ujar Andrew mendekatkan wajahnya pada wajah Kirana


Kirana refleks memundurkan juga wajahnya dan sedikit kaget dengan Andrew yang tiba-tiba memajukan wajahnya tadi.,


''Apa memangnya? Kok pakai syarat segala?'' ketus Kirana.


''Ya harus ada dong Ki'' tersenyum manis.


''Iya tapi apa?'' desak Kirana


...''Syaratnya.... Adalah... Kau harus menjadi istriku, maka aku tidak akan pernah menbawa Adrian pergi'' bisik Andrew ...


Kirana matanya langsung melotot tak terima. Kirana sudah siap mengomeli Andrew ''Sttttt..'' tapi Andrew Cepat menempelkan jari telunjuknya di bibir Kirana mencegah Kirana berbicara.


''Lepass'' bentar Kirana


''Ki, aku serius, kalau kita tidak juga bersama dalam pernikahan, bisa jadi kemungkinan besar aku akan membawa Adrian pergi...''


''Apa?'' pekiknya Kirana dan matanya melotot lagi lebih menatap tajam.


''Tapi.. kalau kita menikah Adrian tidak perlu ikut denganku atau aku bawa pergi, karena... kita akan hidup bersama-sama Bertiga ." lanjut Andrew berucap serius


''tidak akan ada yang seperti itu, jangan terlalu berharap dan banyak mimpi kamu!'' sentak nya dan berlalu keluar..

__ADS_1


''Astaga,, dia kira aku lagi bercanda, aku ini gak lagi tidur Kirana! bagaimana Aku bisa sedang bermimpi?'' monolog Andrew berbicara sendiri dengan rasa dongkol Karena di cuekin Kirana...


__ADS_2