
''Kirana tidak mungkin'' Ucap Andrew
''Hiks.. kamu jahat Drew, kamu kamu sudah...'' Ujar Kirana sambil menangis dan tidak melanjutkan ucapannya
''Apa maksudmu?''
''Drew. apa kamu tidak ingat hah. apa yang sudah kamu lakukan padaku semalam?'' menatap Andrew tajam
lalu Andrew pun mengingat ingat apa sebenarnya yang terjadi. tapi yang Andrew ingat dia memang mabuk. lalu dia setelah itu pergi ke kamarnya yang dia pesan di hotel itu.. dan setelah itu dia tidak ingat apapun.
''Apa kau sudah ingat. apa yang terjadi. Drew kau masuk ke kamar ku. dan kau melakukannya dengan paksa Drew'' Ucap Kirana tersedu-sedu
''Tidak mungkin. Ki. itu tidak mungkin terjadi. karena aku tidak mengingat apapun dan semalam aku pergi ke kamarku''
''apa, kau bilang tidak mungkin? dan setelah yang kau lakukan ini kau masih mau mengelak. Drew kau merebut sesuatu yang berharga untukku Drew'' Kirana memukul badan Andrew sambil menangis
Andrew pun tampak kacau. dia mengusap wajahnya kasar, benarkah dia melakukan itu dengan Kirana. kenapa bisa, kenapa bisa dia kelewatan batas begini.
__ADS_1
lalu, pintu kamar itu di dobrak begitu saja. orang tua Kirana yang datang juga orang tua Andrew pun datang dengan keadaan marah terutama papahnya Andrew. tadi yang menendang pintu itu. datang dengan keadaan marah besar. dan juga disana rupanya Sindy pun datang . .
Andrew dan Kirana kaget karena pintu tiba-tiba di dobrak begitu saja.
''Papah Mah, sayang'' panggil Andrew Begitu melihat ada Sindy juga yang tampak terl
''Apa apaan ini hah. anak sialan'' pekik papah Andrew tampak marah
''Pah. ini tidak seperti yang Papa lihat''
''Cepat bereskan diri kalian dan setelah itu temui Papa'' Papa Andrew pun keluar diikuti semua orang yang tampak shock
lalu Andrew terlebih dahulu pergi ke kamar mandi, untuk menyegarkan otaknya yang masih pusing itu.
diam-diam Kirana tersenyum miring. saat Andrew sudah masuk kamar mandi, Kirana turun tertatih karena dari inti tubuhnya masih terasa sakit.. Kirana turun dengan masih mengenakan Selimbut yang menutupi tubuh polosnya... Kirana melihat noda karya semalam. rupanya tidak ada penyesalan di diri Kirana, Karena lihat sekarang dia tersenyum bahagia..
Sekarang.
__ADS_1
Kirana dan Andrew duduk saling berhadapan dengan orang tua mereka..
''Sekarang ceritakan kepada kami. apa yang telah kalian perbuat ini'' Ucap Papa Andrew yang sedari tadi sudah menahan emosinya
''Pa, Andrew tidak ingat apapun''
''Tidak ingat . maksudnya kau itu mabuk Andrew?''
Andrew pun mengangguk lemah ''maafkan Andrew pa, sudah melanggar peraturan Papa'' Ucap Andrew menyesal
''Dasar anak kurang ajar. kau beraninya kau mabuk dan melanggar yang sudah Papa pertahankan dari dulu. dasar tidak tahu malu. lalu kenapa bisa kalian tadi dalam keadaan seperti itu?''
tapi Andrew bergeming tak menjawab
''Kirana katakan sekarang apa yang terjadi'' titah Papa Andrew kepada Kirana sekarang
''maaf Om. tapi malam itu. Andrew mabuk parah dan Andrew mungkin salah masuk kamar Om. lalu Andrew melakukan itu kepada aku Om'' Kirana berucap dengan menunduk dan menangis
__ADS_1
''Tapi pa. aku tidak ingat apapun soal semalam, dan setelah tadi bangun. aku baru menyadari'' bela Andrew mengatakan yang dia tahu
''Sayang ku mohon kamu percaya kan padaku. aku tidak mungkin melakukan itu. kamu percaya kan'' Ucap Andrew kepada Sindy yang terdiam dengan perasaan kacaunya. Andrew berharap Sindy mempercayai nya