
Mama Andrew datang ke apartemen milik sang anak yaitu Andrew..
karena Mama mendapat kabar bahwa Andrew akhir-akhir ini tidak fokus dalam urusan perusahaan..
tangan kanannya waktu itu memberi tahu kepada Mama, kalau Andrew sering membatalkan kerja sama begitu saja. dan di sepertinya diluar soal perusahaan, tapi soal masalah pribadi..
hingga Mama tak membuang waktu ia langsung menemui Andrew,
Mama yang sudah tahu password apartemen nya lantas Masuk begitu saja. tanpa memencet bel.
kebetulan hari ini adalah hari libur, jadi Mama kesini..
''Drew..'' panggil Mama
''drew bangun'' kebetulan Andrew sedang tidur
Andrew samar-samar seperti mendengar suara Mama nya. ia pun membuka mata perlahan
''Ma, kok kesini?'' Ucap Andrew
''kenapa memangnya gak boleh?'' tanya balik Mama dengan mendelik tajam
''Bukan gitu ma. Tapi mama gak kasih tahu Andrew dulu'' ucapnya
''Sukasuka Mama mau kesini kapanpun.. dan Mama kesini ingin menanyakan sesuatu padamu'' Ucap Mama
''Mau menanyakannya apa ma?''
''Mama mau tanya. kamu kenapa akhir-akhir ini tidak serius dalam pekerjaan Drew? apa kamu sudah tidak ingin memegangi perusahaan?'' tanya Mama langsung pada intinya
''Apa sih ma.. Andrew bekerja sama seperti biasanya kok'' ia mengelak
''Mama tahu ya kelakuan kamu akhir-akhir ini. kamu jangan coba-coba bohongi Mama.. kalau kamu sudah tidak konsisten dalam bekerja. kamu mencampurkan urusan pribadi mu dengan pekerjaan.. kenapa seperti itu Drew?'' Mama langsung pada intinya
''Ini pasti si Rio yang ngadu ke Mama kan?'' menuduh assisten nya
''Gak.. Rio tidak mengadu . Mama tahu sendiri, dengar Mama selama ini diam bukan berarti Mama tidak tahu.. hanya Mama sedang menunggu kamu kembali serius. tapi semakin kesini kamu semakin keterlaluan Drew.. kamu bukan seperti anak Mama yang dulu. kamu berubah kamu kenapa jadi pemain wanita Drew'' Mama meluapkan perasaan nya dan mengatakan ketidak sukaan nya dengan perilaku Andrew sekarang
''Ma Andrew bisa jelaskan''
''Drew Mama kecewa kamu seperti itu''
''Ma, Mama jangan menyalahkan Andrew seperti ini. Karena ini semua berawal ulah perempuan itu'' pekik Andrew tiba-tiba
''Siapa? siapa yang kau maksud?''
''Wanita sialan itu'' kata Andrew
''Apa maksudmu Kirana.. itu semua sudah berlalu Drew. Tapi kekakuan mu sekarang ini kenapa bisa begini?''
__ADS_1
''Sudah ku katakan ini karena dia'' kekeh Andrew
''Drew.. berhenti lah untuk memendam dendam pada orang,''
''Aku tidak bisa ma''
''Drew.. Mama tidak mau melihat mu seperti ini''
''maka jangan pikirku soal Andrew lagi ma!''
''Andrew Mama rindu kamu Nak.. Mama rindu kamu yang dulu, yang begitu menghargainya wanita Drew.. kemana anak Mama yang penurut kemana Andrew yang Mama banggakan?'' Mama Mulai menangis dan berharap Andrew mau mendengarkan nya.
Andrew terdiam.. ia tidak pernah bisa melihat Mama nya menangis..
''Ma,''
''Drew Mama Mohon kembalilah seperti anak Mama yang dulu.. berhentilah bermain wanita. lupakan lah dendam mu pada Kirana'' Ucap Mama sambil memohon
''Ma, aku..''
''Andrew Mama tahu. Mama mengerti nak yang kamu alami ini tidak lah mudah. Tapi Mama ingin ketenangan kedamaian Nak, Mama tidak mau kamu hidup dalam dendam'' Ucap Mama menasehati Andrew
Andrew terdiam ia mencerna setiap perkataan Mama . .
''Ma, aku tidak tahu harus memulai lagi dari mana'' Ucap Andrew
Mama mengusap tangan Andrew dan memegang nya erat.
''itu tidak mungkin terjadi ma, Drew tidak sudi untuk mengenalnya lagi'' Andrew Menolak
''Drew Mama mohon Nak.. Mama tahu ini bukanlah kamu yang sebenarnya, karena yang Mama kenal Andrew anak Mama tidak seperti ini.. Andrew anak Mama sangat menghargai orang'' masih membujuk
''Tapi ma, aku tidak bisa. aku tetap tidak sudi untuk bertemu dengannya''
''Itu semua hanya mulutmu saja yang bicara. Tapi Mama tahu kok hati kamu tidak sekeras itu sayang. Mama yakin kamu tidak se kejam itu''
Andrew hanya diam..
''Mama hanya mau menyampaikan itu kepada mu.. kamu sudah dewasa, jangan lah kamu menaruh dendam sayang.. maafkan lah Kirana, kasihan dia''
Andrew masih diam.
''mama Harap kamu pikirkan ini baik-baik sayang. Mama percayakan semua keputusan nya padamu. Tapi ingat pesan Mama untuk memaafkan Kirana....'' setelah mengucapkan itu Mama pun kembali pulang ke rumah.. Mama memberiku waktu pada Andrew untuk berpikir.
......................
Satu bulan sudah berlalu..
dari saat kemarin Mama datang dr menasehati Andrew..
__ADS_1
dan dalam satu bulan ini Andrew masih belum memutuskan apa yang akan dia ambil..
haruskah ia memaafkan Kirana seperti yang Mama nya inginkan.. atau seperti sebelumnya ia akan tetap membenci Kirana?
entahlah Andrew masih bingung?
Saat ini Mama Andrew sedang berada di mall. dia sedang berkumpul bersama teman-teman nya. sedang melakukan arisan para ibu-ibu..
dan Mama . merasa dia ingin ke toilet. karena tak sengaja makanan ada yang tumpah di bajunya
''Maaf ya jeng.. saya pergi ke toilet sebentar'' ucap Mama Andrew berpamitan
''Oh iya jeng silahkan'' sahut temannya Mama Andrew
Mama pun berlalu pergi..
dan saat di daerah kamar toilet.. Mama seperti mendekati suara seorang wanita yang pernah dikenalnya itu..
''Nanti malam ikut acara kantor gak?'' tanya seseorang
''Kayaknya gak bisa. soalnya anakku lagi demam'' balas perempuan yang Mama Andrew kenali suaranya
''Itu. seperti suaranya Kirana ya. ah iya itu kayanya Besar Kirana'' Ucap Mama Andrew
''Oh anak mu lagi demam''
''iya. ini juga setelah selesai dengan metteng kita disini aku mau langsung pulang. untuk melihat kondisi anakku'' ucapnya lagi suara yang Mama Andrew kenali
Mama pun cepat-cepat membersihkan noda di bajunya. Karena dia ingin melihat orang yang sedang mengobrol di luar itu..
pintu Mama buka. segera ia mencari dimana tadi dua orang wanita itu..
Tapi sayang Mama kalah cepat. Karena rupanya dua wanita yang tadi mengobrol sudah pergi dari sana.. sehingga kini keadaan di luar tampak kosong tidak ada siapa-siapa..
''Loh mana ya? kemana mereka? kok tidak ada?'' Mama jadi penasaran
lalu Mama mencari ke tempat makan, barangkali mereka juga sedang memesan makan di Mall ini.
Mama berjalan dengan buru-buru. Mama sungguh ingin bertemu dengan orang tadi yang mengobrol tadi . .
dan Mama yakin itu pasti adalah Kirana. Mama tahu betul suara itu..
Mama Andrew celingukan mencari di tengah orang-orang sedang duduk di meja restoran..
tapi Mama Andrew tak juga menemukan. dan mungkin Mama salah dengar, karena terlalu sering memikirkan keberadaan Kirana, sampai terbawa suasana.. pikirnya
dan saat Mama ingin berbalik untuk kembali ke tempat duduknya tadi. Mama tak sengaja menabrak tubuh seseorang....?
siapakah itu?
__ADS_1
''Aduh..'' pekik keduanya merasa kaget